Senator DPD RI Lia Istifhama dan Prof Inung Dorong Mahasiswa STAISAM Mojokerto Hadapi Disrupsi Digital dengan Moderasi

Rabu, 3 September 2025

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Senator DPD RI asal Jawa Timur, Lia Istifhama, saat menyampaikan materi dalam Seminar Nasional Dies Natalis ke-8 STAISAM Mojokerto, Minggu (31/8/2025). (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

Senator DPD RI asal Jawa Timur, Lia Istifhama, saat menyampaikan materi dalam Seminar Nasional Dies Natalis ke-8 STAISAM Mojokerto, Minggu (31/8/2025). (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

MOJOKERTO, RadarBangsa.co.id – Generasi muda diingatkan agar tidak terjebak dampak negatif digitalisasi. Pesan itu disampaikan Senator DPD RI Lia Istifhama bersama Guru Besar UINSA Prof. Ahmad Zainul Hamdi dalam Seminar Nasional Dies Natalis ke-8 STAISAM Mojokerto, Minggu (31/8/2025).

Sekolah Tinggi Agama Islam Sabilul Muttaqin (STAISAM) Mojokerto memperingati Dies Natalis ke-8 dengan menggelar Seminar Nasional bertema “Tantangan Moderasi Beragama di Kalangan Muda di Era Disrupsi Digital”. Acara tersebut diikuti ratusan mahasiswa, dosen, dan tokoh masyarakat.

Senator DPD RI Jawa Timur, Lia Istifhama atau Ning Lia, dalam pemaparannya menekankan peran generasi muda sebagai penentu masa depan bangsa. Ia mengingatkan bahwa bonus demografi Indonesia hanya akan bermanfaat jika diiringi karakter moderat, kuat, dan peduli sosial.

“Generasi muda harus mampu menentukan pilihan, apakah larut dalam arus digitalisasi yang kadang membawa dampak negatif, atau justru membangun moderasi dengan empati tinggi,” ujar Ning Lia.

Tak hanya menyampaikan materi, Ning Lia juga membacakan puisi berjudul “Ibu Pertiwi”. Puisi tersebut memuat pesan cinta tanah air sekaligus seruan agar pemuda tidak kehilangan jati diri bangsa di tengah derasnya arus globalisasi.

Sementara itu, Guru Besar UIN Sunan Ampel Surabaya, Prof. Ahmad Zainul Hamdi atau Prof. Inung, menekankan pentingnya menjadikan moderasi beragama sebagai cara pandang hidup.

“Moderasi beragama bukan sekadar jargon, tetapi harus menjadi cara pandang hidup. Mahasiswa harus bisa memanfaatkan teknologi untuk kebaikan, bukan sebaliknya,” tegasnya.

Antusiasme mahasiswa terlihat sepanjang acara. Mereka berharap kegiatan serupa rutin digelar, sehingga bisa memperkuat wawasan sekaligus membentuk karakter pemuda Mojokerto dalam menghadapi era digital.

Penulis : Nul

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

Bupati Sidoarjo Tegaskan Inovasi Tak Boleh Berhenti di Ajang Kompetisi
Jalan Kedungbanteng-Wonokerto Pasuruan Kembali Diperbaiki, Lantai Kerja Capai 110 Meter
Wabup Pasuruan Tegaskan Karier ASN Berbasis Kompetensi dan Sistem Merit
Sp4n-Lapor! Bangkalan 100 Persen Ditindaklanjuti, Perangkat Daerah Diminta Disiplin Input Pengaduan
Beda Pilihan Politik Harus Dikesampingkan, Gus Fawait: Sekarang Waktunya Bangun Jember
Hari Jadi Pasuruan ke-1097, RSUD Bangil Gelar Baksos Medis Gratis untuk Puluhan Warga
Tiga Kali Raih Diamond Status, RSUD HMR Mataram Selamatkan 234 Pasien Stroke
95 Lukisan SBY Dipamerkan di Surabaya, Khofifah Soroti Karya tentang Tsunami Aceh

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Rabu, 16 September 2026 - 20:40

Bupati Sidoarjo Tegaskan Inovasi Tak Boleh Berhenti di Ajang Kompetisi

Rabu, 16 September 2026 - 20:16

Jalan Kedungbanteng-Wonokerto Pasuruan Kembali Diperbaiki, Lantai Kerja Capai 110 Meter

Rabu, 16 September 2026 - 20:05

Wabup Pasuruan Tegaskan Karier ASN Berbasis Kompetensi dan Sistem Merit

Rabu, 16 September 2026 - 19:58

Sp4n-Lapor! Bangkalan 100 Persen Ditindaklanjuti, Perangkat Daerah Diminta Disiplin Input Pengaduan

Rabu, 16 September 2026 - 18:45

Beda Pilihan Politik Harus Dikesampingkan, Gus Fawait: Sekarang Waktunya Bangun Jember

Berita Terbaru