Senator DPD RI Lia Istifhama Dorong JATIM BEJO Jadi Standar Nasional

Jumat, 9 Januari 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Anggota DPD RI Lia Istifhama menilai program JATIM BEJO mampu meningkatkan efisiensi dan akuntabilitas belanja daerah. Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id

Anggota DPD RI Lia Istifhama menilai program JATIM BEJO mampu meningkatkan efisiensi dan akuntabilitas belanja daerah. Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id

SURABAYA, RadarBangsa.co.id – Tekanan fiskal yang semakin ketat mendorong pemerintah daerah mencari pola belanja yang lebih efisien dan akuntabel. Di Jawa Timur, program Jawa Timur Belanja Online (JATIM BEJO) dinilai mampu menjawab kebutuhan tersebut dan berpotensi menjadi standar nasional pengadaan barang dan jasa daerah.

Anggota DPD RI asal Jawa Timur, Lia Istifhama, menilai JATIM BEJO menghadirkan terobosan penting dalam pengelolaan anggaran. Melalui digitalisasi pengadaan langsung hingga Rp200 juta, proses belanja pemerintah menjadi lebih ringkas, cepat, dan transparan.

“Di tengah ruang fiskal yang terbatas, efisiensi belanja bukan lagi pilihan, tetapi keharusan. JATIM BEJO membuktikan anggaran bisa dikelola lebih tepat sasaran tanpa mengurangi akuntabilitas,” ujar Lia.

Ia merujuk pada nilai transaksi JATIM BEJO yang terus tumbuh dan telah menembus triliunan rupiah. Menurut Lia, capaian tersebut mencerminkan efektivitas sistem sekaligus kesiapan pemerintah daerah beradaptasi dengan pola belanja berbasis digital.

Selain memangkas waktu dan biaya, penggunaan pembayaran non-tunai dan pencatatan digital dinilai mengurangi beban administrasi serta risiko kesalahan manual. “Uang negara harus bergerak cepat, tetapi tetap aman dan tercatat dengan baik,” kata Lia.

Meski demikian, Lia mengingatkan agar percepatan proses tidak mengorbankan kualitas. Pemerintah daerah tetap wajib memastikan barang dan jasa yang dibeli sesuai kebutuhan dan spesifikasi. “Cepat bukan berarti asal. Prinsip kehati-hatian tetap harus dijaga,” ujarnya.

Lia juga menekankan pentingnya komitmen kepala daerah dan organisasi perangkat daerah (OPD). Seluruh kabupaten/kota di Jawa Timur telah menyatakan dukungan terhadap JATIM BEJO, namun konsistensi pelaksanaan dinilai menjadi tantangan berikutnya.

DPD RI, lanjut Lia, siap mendorong harmonisasi kebijakan agar praktik baik seperti JATIM BEJO dapat direplikasi secara nasional. Ia menilai Jawa Timur telah memberikan contoh konkret pengelolaan anggaran daerah yang adaptif dan relevan dengan tuntutan zaman.

Penulis : Nul

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

SMK Muhammadiyah 3 Weleri Bentuk Siswa Disiplin dan Peduli Lingkungan
Bupati Bangkalan Dorong Kader Kesehatan Perkuat Pendampingan Ibu dan Anak
PAPDESI Kendal Berharap Siltap Kades dan Perangkat Desa Tetap Dipertahankan
PIWK Sidoarjo Dikebut, Subandi Minta Jalan Rusak Segera Ditangani
DPRD Kabupaten Pasuruan Bahas Perubahan Perda Pajak dan Retribusi
Gus Iqdam di Pasuruan: Serukan Ilmu, Akhlak, dan Sedekah
Paripurna, Fraksi Golkar DPRD Ngawi Soroti Defisit RAPBD 2027, Usulkan Stadion Baru Berkapasitas 40.000 Penonton
HKG PKK ke-54, Luthfiana Lukman Hakim Perkuat Peran Keluarga di Bangkalan

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 23:43

SMK Muhammadiyah 3 Weleri Bentuk Siswa Disiplin dan Peduli Lingkungan

Jumat, 30 Oktober 2026 - 08:38

Bupati Bangkalan Dorong Kader Kesehatan Perkuat Pendampingan Ibu dan Anak

Kamis, 29 Oktober 2026 - 23:36

PAPDESI Kendal Berharap Siltap Kades dan Perangkat Desa Tetap Dipertahankan

Kamis, 29 Oktober 2026 - 10:47

PIWK Sidoarjo Dikebut, Subandi Minta Jalan Rusak Segera Ditangani

Kamis, 29 Oktober 2026 - 08:31

DPRD Kabupaten Pasuruan Bahas Perubahan Perda Pajak dan Retribusi

Berita Terbaru