Sidak Kemnaker Bongkar 164 TKA Ilegal, Perusahaan Didenda Rp2,17 M

Rabu, 11 Februari 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Petugas pengawas ketenagakerjaan saat sidak TKA di kawasan industri. Jumat (6/2/2026). (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

Petugas pengawas ketenagakerjaan saat sidak TKA di kawasan industri. Jumat (6/2/2026). (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

JAKARTA, RadarBangsa.co.id — Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) menjatuhkan sanksi administratif berupa denda Rp2,17 miliar kepada PT BAP setelah ditemukan 164 tenaga kerja asing (TKA) bekerja tanpa pengesahan Rencana Penggunaan Tenaga Kerja Asing (RPTKA). Temuan itu terungkap dalam inspeksi mendadak (sidak) pengawas ketenagakerjaan di Kawasan Industri Ketapang pada 27 Oktober hingga 1 November 2025.

Direktur Jenderal Pembinaan Pengawasan Ketenagakerjaan dan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (Dirjen Binwasnaker dan K3) Kemnaker, Ismail Pakaya, menegaskan penindakan tersebut bukan sekadar persoalan administrasi, melainkan menyangkut perlindungan tenaga kerja nasional.

“Ini bukan semata urusan administrasi. Kepatuhan RPTKA adalah cara kita menjaga keadilan dan memastikan prioritas kesempatan kerja bagi tenaga kerja Indonesia tetap terlindungi,” ujar Ismail dalam keterangan resmi Biro Humas Kemnaker, Jumat (6/2/2026).

RPTKA sendiri merupakan dokumen wajib yang harus disahkan sebelum perusahaan mempekerjakan TKA, sebagaimana diatur dalam Peraturan Pemerintah Nomor 34 Tahun 2021 tentang Penggunaan Tenaga Kerja Asing. Tanpa dokumen tersebut, aktivitas kerja TKA dinyatakan melanggar norma ketenagakerjaan.

Dalam pemeriksaan lapangan, pengawas menemukan ratusan warga negara asing telah bekerja di area perusahaan dengan masa kerja bervariasi antara satu hingga lima bulan. Atas temuan itu, Kemnaker lebih dulu menerbitkan Nota Pemeriksaan I sebagai peringatan sekaligus perintah perbaikan.

Namun, karena pelanggaran terbukti, Kemnaker menerbitkan Surat Keputusan Dirjen Binwasnaker dan K3 Nomor 5/6/AS.00.01/I/2026 tertanggal 21 Januari 2026 tentang pengenaan sanksi denda administratif. Total denda Rp2,17 miliar tersebut kemudian disetorkan perusahaan ke kas negara sebagai penerimaan negara bukan pajak (PNBP) pada 26 Januari 2026.

“Sanksi ini adalah instrumen penegakan. Tujuannya memastikan kepatuhan dan memberi efek jera agar praktik serupa tidak berulang,” tegas Ismail.

Direktur Bina Pemeriksaan Norma Ketenagakerjaan, Rinaldi Umar, menambahkan pembayaran denda menjadi bukti bahwa pengawasan tidak berhenti pada temuan, tetapi berlanjut hingga penindakan nyata.

“Yang paling penting, temuan tidak berhenti di atas kertas. Kewajiban dijalankan dan denda masuk kas negara. Ini sinyal bahwa pengawasan ketenagakerjaan bekerja,” katanya.

Menurut Rinaldi, penertiban penggunaan TKA berdampak langsung bagi kepentingan publik. Kepatuhan aturan dinilai melindungi peluang kerja tenaga lokal, menciptakan persaingan usaha yang sehat, serta memperkuat kepastian hukum di dunia industri.

Kemnaker memastikan pengawasan akan terus diperketat sepanjang 2026 melalui sidak dan pemeriksaan berkelanjutan, termasuk pada aspek keselamatan dan kesehatan kerja (K3).

“Pengawasan penggunaan TKA dan norma ketenagakerjaan lainnya akan terus ditingkatkan. Negara harus hadir memastikan tempat kerja tertib, adil, dan aman,” pungkas Rinaldi.

Penulis : Nul

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

Pernah Mendaki Ijen, Konjen AS Terpikat Wisata dan Kuliner Banyuwangi
Operasi Patuh Candi 2026, Polres Kendal Mengajak Warga Tertib Taat Bayar Pajak
496 Tahun Pamekasan, Komitmen Baru untuk Daerah yang Lebih Maju
Pemprov Jatim Raih Satya JKN Awards 2026, Khofifah Perkuat Perlindungan Pekerja
24 Tim dari 18 Kecamatan Ramaikan Bupati Cup Free Fire Pasuruan
Seni Budaya Kendal Tampil di Panggung Nasional TMII, Sedot Perhatian Pengunjung
SMK Muhammadiyah 3 Weleri Bentuk Siswa Disiplin dan Peduli Lingkungan
Bupati Bangkalan Dorong Kader Kesehatan Perkuat Pendampingan Ibu dan Anak

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Jumat, 6 November 2026 - 10:12

Pernah Mendaki Ijen, Konjen AS Terpikat Wisata dan Kuliner Banyuwangi

Kamis, 5 November 2026 - 22:03

Operasi Patuh Candi 2026, Polres Kendal Mengajak Warga Tertib Taat Bayar Pajak

Kamis, 5 November 2026 - 08:46

496 Tahun Pamekasan, Komitmen Baru untuk Daerah yang Lebih Maju

Senin, 2 November 2026 - 10:14

Pemprov Jatim Raih Satya JKN Awards 2026, Khofifah Perkuat Perlindungan Pekerja

Senin, 2 November 2026 - 06:05

24 Tim dari 18 Kecamatan Ramaikan Bupati Cup Free Fire Pasuruan

Berita Terbaru