SIDOARJO, RadarBangsa.co.id – Menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 H, Bupati Sidoarjo Subandi menegaskan dua fokus utama pemerintah daerah: menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok dan mempercepat penyelesaian proyek infrastruktur strategis. Arahan tersebut disampaikan dalam rapat koordinasi bersama Forkopimda, kepala OPD, dan para camat di Opsroom Setda Kabupaten Sidoarjo, Selasa (3/3/2026).
Dalam forum tersebut, Subandi meminta seluruh jajaran hingga tingkat desa meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi lonjakan harga sembako dan BBM selama Ramadan hingga Lebaran. Ia menekankan penyaluran beras SPHP harus tepat sasaran agar mampu menjaga keseimbangan harga di pasar.
“Pastikan harga kebutuhan pokok di Sidoarjo tidak melampaui rata-rata daerah lain. Koordinasi di pasar tradisional harus rutin dilakukan untuk memastikan stok aman dan distribusi lancar,” tegasnya.
Pengawasan intensif, lanjut dia, diperlukan untuk mencegah kelangkaan dan praktik spekulasi harga yang merugikan masyarakat. Stabilitas harga dinilai krusial karena berdampak langsung pada daya beli warga menjelang momentum konsumsi tertinggi tahunan tersebut.
Di sektor ketertiban umum, Bupati menginstruksikan Dinas Perhubungan, Satpol PP, dan DLHK memperketat pengawasan parkir dan penataan pedagang kaki lima (PKL). Untuk sementara, PKL diarahkan berjualan di kawasan depan GOR atau Ponti hingga Lebaran usai guna menghindari kepadatan di pusat kota.
Penataan kawasan Alun-Alun Sidoarjo juga menjadi perhatian, termasuk kebersihan taman dan ruang publik. Rencana pengaktifan kembali Car Free Day (CFD) akan dievaluasi menyeluruh dengan memetakan dampak lalu lintas serta potensi penambahan PKL agar tidak memicu kemacetan baru.
Dalam aspek lingkungan, Subandi meminta optimalisasi pengelolaan Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST). Pendataan kapasitas dan kondisi TPST harus segera dilakukan, sekaligus memastikan tidak ada lagi praktik pembakaran sampah manual yang berpotensi mencemari lingkungan.
Sektor kesehatan tak luput dari perhatian. Dinas Kesehatan diminta meningkatkan kesiapsiagaan puskesmas dan rumah sakit guna mengantisipasi lonjakan pasien selama Ramadan dan arus mudik. Pelayanan kesehatan, menurutnya, harus tetap optimal tanpa kendala.
Sementara itu, percepatan pembangunan infrastruktur menjadi prioritas strategis. Dinas PU dan Dinas Pendidikan diminta mempercepat pengadaan melalui skema mini kompetisi agar lebih fleksibel dibanding lelang konvensional. Sebanyak 25 ruas jalan dan proyek PIWK ditargetkan mulai berjalan pekan ini dengan pengawasan ketat terhadap kualitas pekerjaan.
“Kontraktor yang tidak memenuhi standar akan dievaluasi dan bisa diganti. Target kita, sebagian proyek strategis rampung sebelum Lebaran,” ujarnya.
Menjelang pelaksanaan Pilkades, camat dan LPMD juga diminta memperkuat komunikasi dengan panitia serta tokoh masyarakat demi menjaga kondusivitas wilayah.
Di akhir arahannya, Subandi meminta seluruh perangkat daerah aktif menyampaikan capaian kinerja kepada publik, termasuk program bantuan kursi roda, bedah warung, perbaikan RTLH, hingga peningkatan infrastruktur jalan. PDAM juga diminta memastikan pasokan air bersih tetap lancar selama Lebaran.
“Semua harus bergerak bersama agar masyarakat bisa menjalankan Ramadan dan merayakan Idul Fitri dengan aman, nyaman, dan sejahtera,” pungkasnya.
Lainnya:
- May Day 2026: Saat Buruh Masih Rentan, BPJS Ketenagakerjaan Cairkan Santunan Rp744 Juta di Lamongan
- Darurat Lapangan Kerja, Wamenaker Ungkap 155 Juta Pekerja Masih Bertahan di Sektor Informal
- Menteri PKP Turun ke Bangkalan, 573 Rumah Warga Siap Dibedah Tahun Ini
Penulis : Tom
Editor : Zainul Arifin








