SEMARANG, RadarBangsa.co.id — Polsek Semarang Tengah mengadakan simulasi Sistem Pengamanan Markas Komando (Sispam Mako) di halaman Mapolsek, Jalan Brumbungan 41–42 Semarang, pada Jumat (12/9/2025) pagi. Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Kapolsek Semarang Tengah, Kompol Sugito, S.H., M.H., dan melibatkan jajaran personel kepolisian, masyarakat sekitar, serta unsur Satpol PP, Linmas, dan Pokdarkamtibmas.
Simulasi Sispam Mako digelar sebagai tindak lanjut instruksi Kapolrestabes Semarang terkait kesiapsiagaan menghadapi potensi gangguan keamanan. Dalam latihan tersebut, personel ditempatkan di sejumlah titik strategis dengan dipimpin perwira pengendali untuk memastikan pengamanan berjalan sesuai prosedur tetap.
Langkah ini juga menyesuaikan dengan situasi nasional yang menuntut peningkatan kewaspadaan aparat kepolisian terhadap ancaman di lingkungan markas maupun masyarakat sekitar.
Kapolsek Semarang Tengah menegaskan bahwa simulasi ini berlandaskan ketentuan hukum yang berlaku.
“Pelaksanaan Sispam Mako berlandaskan Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2002 tentang Kepolisian Negara Republik Indonesia, Peraturan Kapolri Nomor 8 Tahun 2022 tentang Perubahan atas Perkap Nomor 1 Tahun 2019, serta Standar Operasional Prosedur Pengamanan Markas dan Pimpinan. Semua arahan tersebut sudah jelas mengatur langkah yang harus dilakukan sesuai tahapan situasi di lapangan,” kata Kompol Sugito.
Menurutnya, kesiapan markas komando bukan hanya soal keamanan fisik, tetapi juga tentang kemampuan personel untuk merespons cepat jika muncul potensi ancaman.
Selain meningkatkan profesionalisme internal, kegiatan ini juga melibatkan elemen masyarakat sebagai bagian dari sistem keamanan terpadu. Unsur Linmas, Satpol PP, hingga kelompok sadar kamtibmas (Pokdarkamtibmas) turut serta dalam simulasi.
“Kehadiran masyarakat sekitar dalam kegiatan ini menambah kekuatan. Dengan bantuan Linmas, Satpol PP, dan Pokdarkamtibmas, kami ingin membangun sinergitas lebih erat antara kepolisian, pemerintah daerah, dan warga. Hal ini penting agar potensi ancaman bisa dicegah sejak dini,” jelas Kapolsek.
Pelaksanaan simulasi ini diharapkan mampu meningkatkan kesiapsiagaan personel Polsek Semarang Tengah dalam menjaga keamanan markas, sekaligus memberikan gambaran nyata tentang pola pengamanan yang harus diterapkan ketika terjadi kondisi darurat.
Latihan semacam ini juga rutin dilakukan sebagai bagian dari evaluasi dan penguatan standar operasional di tubuh Polri, khususnya di tingkat polsek yang bersentuhan langsung dengan masyarakat.
Menutup kegiatan, Kapolsek Semarang Tengah menyampaikan apresiasi kepada semua pihak yang terlibat. Ia menegaskan bahwa kesiapsiagaan tidak hanya tugas kepolisian, tetapi menjadi tanggung jawab bersama.
“Dengan adanya simulasi ini, kami ingin memastikan seluruh personel dan mitra masyarakat memiliki kesiapan menghadapi berbagai bentuk kontijensi. Keamanan markas adalah bagian dari keamanan masyarakat luas, sehingga semua pihak perlu berkolaborasi menjaga stabilitas,” ujar Kompol Sugito.
Semakin kuat sinergi dengan masyarakat, semakin kecil ruang bagi ancaman mengganggu keamanan di Semarang Tengah,”tambahnya.
Lainnya:
- Tekan Stunting, Bangkalan Genjot Tanam Padi Biofortifikasi Kaya Zat Besi
- May Day 2026: Saat Buruh Masih Rentan, BPJS Ketenagakerjaan Cairkan Santunan Rp744 Juta di Lamongan
- Darurat Lapangan Kerja, Wamenaker Ungkap 155 Juta Pekerja Masih Bertahan di Sektor Informal
Penulis : Siswoyo
Editor : Zainul Arifin








