Talkshow DKPP Ngawi Bahas Cara Cerdas Kendalikan Hama Tikus

Senin, 10 November 2025

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala DKPP Ngawi Supardi bersama narasumber Prof. Dr. Ir. Supriyadi, M.S. dalam Talkshow Pengendalian Hama Tikus Ramah Lingkungan pada acara Ngawi Lumbung Nusantara 2025 di Agro Techno Park Ngrambe.(Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

Kepala DKPP Ngawi Supardi bersama narasumber Prof. Dr. Ir. Supriyadi, M.S. dalam Talkshow Pengendalian Hama Tikus Ramah Lingkungan pada acara Ngawi Lumbung Nusantara 2025 di Agro Techno Park Ngrambe.(Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

NGAWI, RadarBangsa.co.id — Kabupaten Ngawi kembali menegaskan perannya sebagai salah satu sentra pangan utama di Jawa Timur. Melalui gelaran “Ngawi Lumbung Nusantara 2025” yang berlangsung di Agro Techno Park (ATP) Ngrambe pada 15 Oktober 2025, pemerintah daerah menandai momentum Hari Tani Nasional dan Hari Pangan Sedunia dengan semangat baru memperkuat ketahanan pangan berbasis inovasi dan ekologi.

Kegiatan tahunan ini menjadi wadah kolaborasi antara pemerintah, akademisi, dan petani dalam mendorong praktik pertanian yang adaptif terhadap tantangan zaman. Sejumlah pejabat turut hadir, antara lain Bupati Ngawi, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda, perwakilan DPRD Ngawi, Camat Ngrambe, serta Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Ngawi, Supardi, S.E., M.Si., bersama jajarannya.

Dalam sambutannya, Supardi menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar perayaan seremonial, tetapi perwujudan komitmen daerah dalam menjaga kemandirian pangan secara berkelanjutan.

“Melalui kegiatan ini, kita ingin menunjukkan bahwa pertanian Ngawi siap bertransformasi menuju sistem yang modern, sehat, dan ramah lingkungan. Ngawi harus menjadi lumbung pangan yang menyehatkan bagi nusantara,” tutur Supardi.

Salah satu agenda yang paling menarik perhatian peserta adalah talkshow “Strategi Pengendalian Hama Tikus Ramah Lingkungan”, menghadirkan Prof. Dr. Ir. Supriyadi, M.S., Guru Besar Ilmu Hama Tanaman dari Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta.

Dalam paparannya, Prof. Supriyadi mengingatkan bahwa penggunaan pestisida kimia secara berlebihan justru memperlemah daya dukung tanah. Menurutnya, zat kimia tidak hanya membunuh hama, tetapi juga mikroorganisme penting yang menjaga kesuburan lahan.

“Ketika mikroba tanah mati, struktur tanah rusak, unsur hara berkurang, dan aliran sungai bisa tercemar akibat endapan kimia,” jelasnya.

Ia kemudian memperkenalkan konsep pengendalian hama yang lebih alami, antara lain dengan memanfaatkan musuh alami seperti burung hantu dan ular, menerapkan Trap Barrier System (TBS), serta membangun rubuha atau rumah burung hantu di area persawahan. Langkah tersebut dinilai efektif menekan populasi tikus tanpa menimbulkan dampak ekologis negatif.

Lebih jauh, Prof. Supriyadi menekankan bahwa pendekatan ramah lingkungan dalam bertani harus menjadi kebiasaan baru, bukan sekadar program sementara.

“Program Pengendalian Hama Ramah Lingkungan Berkelanjutan (PRLB) seharusnya menjadi gaya hidup petani masa depan, warisan yang bisa dijaga oleh generasi berikutnya,” ujarnya menutup sesi diskusi.

Melalui gelaran Ngawi Lumbung Nusantara 2025, Pemerintah Kabupaten Ngawi berharap semangat Hari Tani dan Hari Pangan Sedunia tak berhenti pada perayaan, melainkan menjadi gerakan nyata menuju pertanian hijau yang produktif, tangguh, dan berdaya saing tinggi di tingkat nasional.

Penulis : En

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

Bupati Bangkalan Dorong Kader Kesehatan Perkuat Pendampingan Ibu dan Anak
PAPDESI Kendal Berharap Siltap Kades dan Perangkat Desa Tetap Dipertahankan
PIWK Sidoarjo Dikebut, Subandi Minta Jalan Rusak Segera Ditangani
DPRD Kabupaten Pasuruan Bahas Perubahan Perda Pajak dan Retribusi
Gus Iqdam di Pasuruan: Serukan Ilmu, Akhlak, dan Sedekah
Paripurna, Fraksi Golkar DPRD Ngawi Soroti Defisit RAPBD 2027, Usulkan Stadion Baru Berkapasitas 40.000 Penonton
HKG PKK ke-54, Luthfiana Lukman Hakim Perkuat Peran Keluarga di Bangkalan
Pelatihan Pelinting Rokok di Bangkalan, 30 Warga Burneh Ikuti Pembekalan

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Jumat, 30 Oktober 2026 - 08:38

Bupati Bangkalan Dorong Kader Kesehatan Perkuat Pendampingan Ibu dan Anak

Kamis, 29 Oktober 2026 - 23:36

PAPDESI Kendal Berharap Siltap Kades dan Perangkat Desa Tetap Dipertahankan

Kamis, 29 Oktober 2026 - 10:47

PIWK Sidoarjo Dikebut, Subandi Minta Jalan Rusak Segera Ditangani

Kamis, 29 Oktober 2026 - 08:31

DPRD Kabupaten Pasuruan Bahas Perubahan Perda Pajak dan Retribusi

Rabu, 28 Oktober 2026 - 16:22

Gus Iqdam di Pasuruan: Serukan Ilmu, Akhlak, dan Sedekah

Berita Terbaru