LAMONGAN, RadarBangsa.co.id — Kesadaran berlalu lintas yang baik tak lahir seketika. Ia dibentuk dari proses panjang, termasuk lewat pendidikan sejak usia sekolah. Itulah yang kini digencarkan oleh Satlantas Polres Lamongan melalui sosialisasi Operasi Patuh Semeru 2025 di SMP Negeri 1 Lamongan, Senin (21/7/2025).
Kanit Kamsel Satlantas IPDA Muji Agung Kurniawan, S.H., yang juga bertugas sebagai Kasatgas Preemtif dalam operasi tersebut, hadir sebagai pembina upacara dan menyampaikan langsung materi ke ribuan siswa dan guru.
“Kami ingin siswa memahami bahwa keselamatan di jalan bukan hanya urusan pengendara dewasa. Anak-anak juga punya peran sebagai pejalan kaki, penumpang, bahkan kelak sebagai pengendara,” ujar IPDA Muji.
Dalam amanatnya, IPDA Muji juga menyentuh isu penting lainnya di luar lalu lintas, yaitu etika bermedia sosial dan pencegahan perundungan (bullying).
“Etika digital itu bagian dari karakter. Kita ingin pelajar Lamongan tidak hanya tertib di jalan, tapi juga santun di dunia maya,” tegasnya.
“Bullying bisa melukai lebih dalam dari kecelakaan. Karenanya, kami sampaikan pentingnya empati dan saling menghargai di lingkungan sekolah,”tambahnya
Kegiatan yang diikuti oleh 1.044 siswa dan seluruh dewan guru SMPN 1 Lamongan ini berlangsung penuh antusias. Pihak sekolah pun menyambut baik langkah Satlantas Lamongan yang tidak sekadar datang menegur, tapi benar-benar mendidik.
Sementara itu, Kasat Lantas Polres Lamongan, AKP Nur Arifin, S.T.K., S.I.K., menekankan bahwa sosialisasi ini merupakan bagian dari strategi preemtif dalam Operasi Patuh Semeru 2025.
“Langkah preemtif seperti ini sangat penting. Ketika edukasi ditanamkan sejak dini, kesadaran akan tumbuh bukan karena takut ditilang, tapi karena memahami pentingnya keselamatan,” kata AKP Nur Arifin.
Ia menambahkan, pelajar adalah kelompok strategis yang bisa menjadi pelopor keselamatan lalu lintas, baik di keluarga maupun komunitasnya.
“Mereka ini generasi perubahan. Kalau tertib diajarkan dari sekarang, efeknya akan terasa dalam jangka panjang,” tambahnya.
Kegiatan sosialisasi seperti ini rencananya akan digelar secara berkelanjutan di berbagai sekolah selama masa Operasi Patuh Semeru berlangsung.
“Bukan hanya datang dan ceramah, kami ingin hadir secara konsisten agar pesan keselamatan ini benar-benar mengakar,” pungkas IPDA Muji.
Lainnya:
- Hardiknas 2026, Bupati Jember Jamin Tunjangan Guru Utuh dan PPPK Tuntas
- Aksi Biru Lamongan Tekan 1.100 Anak Putus Sekolah, Perintis Genjot Akses Pendidikan
- Perintis dan Aksi Biru Lamongan Tekan Anak Putus Sekolah, Ini Dampaknya
Penulis : Nul
Editor : Zainul Arifin








