LAMONGAN, RadarBangsa.co.id – Tim INAFIS Satreskrim Polres Lamongan akhirnya berhasil mengidentifikasi korban kecelakaan kereta api yang sebelumnya ditemukan tanpa identitas di wilayah Kecamatan Babat, Kabupaten Lamongan. Korban diketahui tertemper Kereta Api Blambangan Ekspres saat berada di jalur rel pada Sabtu malam (14/03/2026).
Proses identifikasi dilakukan di RSU Karangkembang Babat menggunakan alat Inafis Portable System (IPS). Setelah dilakukan pemeriksaan sidik jari, petugas memastikan identitas korban dan selanjutnya jenazah diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan di kampung halaman.
Peristiwa tragis itu bermula ketika petugas Polsek Babat menerima laporan dari petugas Stasiun Babat terkait informasi dari masinis Kereta Api Blambangan Ekspres. Dalam laporan tersebut disebutkan bahwa kereta api menabrak seorang laki-laki yang diduga sedang menyeberang rel dari arah utara menuju selatan.
Kejadian itu terjadi pada Sabtu malam sekitar pukul 23.40 WIB di jalur rel KM 158+5/6 jalur hilir, tepatnya di turut tanah Dusun Gardu, Kelurahan Banaran, Kecamatan Babat, Kabupaten Lamongan.
Menindaklanjuti laporan tersebut, Kapolsek Babat Kompol Chakim Amrullah SH bersama anggota dan petugas Stasiun Babat langsung melakukan pencarian dengan menyusuri sepanjang jalur rel kereta api di sekitar lokasi kejadian.
Petugas akhirnya menemukan korban di sekitar KM 157+700 dalam kondisi sudah meninggal dunia. Tubuh korban tidak utuh akibat benturan keras dengan kereta yang melintas.
Pada Minggu pagi (15/03/2026) sekitar pukul 07.30 WIB, Polsek Babat kemudian berkoordinasi dengan Satreskrim Polres Lamongan untuk melakukan proses identifikasi terhadap korban yang saat itu belum diketahui identitasnya.
Sekitar pukul 09.55 WIB, Tim INAFIS Satreskrim Polres Lamongan tiba di RSU Karangkembang Babat dan langsung melakukan pemeriksaan forensik awal terhadap jenazah korban.
Proses identifikasi dilakukan dengan mengambil sidik jari telunjuk kiri korban menggunakan alat Inafis Portable System (IPS) yang terhubung dengan basis data kependudukan.
Dari hasil pemeriksaan tersebut, identitas korban akhirnya diketahui bernama Muz (52), seorang laki-laki yang pernah berdomisili di Kelurahan Banaran, Kecamatan Babat, Kabupaten Lamongan. Saat ini korban diketahui tinggal di Kecamatan Kunduran, Kabupaten Blora, Jawa Tengah.
Kapolsek Babat Kompol Chakim Amrullah mengatakan setelah identitas korban diketahui, pihak kepolisian langsung berkoordinasi dengan pemerintah Kelurahan Banaran serta keluarga korban yang berada di lingkungan Gardu.
“Kami segera menghubungi pihak keluarga korban, baik yang berada di Lamongan maupun keluarga inti di Kabupaten Blora agar proses penanganan jenazah dapat segera dilakukan,” ujarnya.
Tak lama kemudian, pihak keluarga datang ke RSU Karangkembang Babat untuk memastikan identitas korban. Setelah dilakukan pengecekan, keluarga membenarkan bahwa jenazah tersebut merupakan anggota keluarga mereka.
Selanjutnya jenazah diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan di kampung halaman korban di Kabupaten Blora, Jawa Tengah.
Dari lokasi kejadian, petugas juga mengamankan sejumlah barang milik korban. Di antaranya satu kantong berwarna merah berisi sembako seperti mi instan, beras, dan minyak goreng, sepasang sandal hitam, serta sebuah topi hitam bertuliskan “Pramuka”.
Peristiwa ini menjadi pengingat bagi masyarakat agar lebih berhati-hati saat beraktivitas di sekitar jalur rel kereta api, mengingat risiko kecelakaan yang sangat tinggi jika melintas di area tersebut tanpa memperhatikan keselamatan.
Penulis : Nul
Editor : Zainul Arifin


















Komentar