Terungkap, Korban Tertemper KA Blambangan Ekspres di Babat Lamongan Ternyata Pria Asal Blora

Senin, 16 Maret 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Petugas INAFIS Polres Lamongan melakukan identifikasi korban kecelakaan kereta api di RSU Karangkembang Babat, Minggu (15/03/2026). (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

Petugas INAFIS Polres Lamongan melakukan identifikasi korban kecelakaan kereta api di RSU Karangkembang Babat, Minggu (15/03/2026). (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

LAMONGAN, RadarBangsa.co.id – Tim INAFIS Satreskrim Polres Lamongan akhirnya berhasil mengidentifikasi korban kecelakaan kereta api yang sebelumnya ditemukan tanpa identitas di wilayah Kecamatan Babat, Kabupaten Lamongan. Korban diketahui tertemper Kereta Api Blambangan Ekspres saat berada di jalur rel pada Sabtu malam (14/03/2026).

Proses identifikasi dilakukan di RSU Karangkembang Babat menggunakan alat Inafis Portable System (IPS). Setelah dilakukan pemeriksaan sidik jari, petugas memastikan identitas korban dan selanjutnya jenazah diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan di kampung halaman.

Peristiwa tragis itu bermula ketika petugas Polsek Babat menerima laporan dari petugas Stasiun Babat terkait informasi dari masinis Kereta Api Blambangan Ekspres. Dalam laporan tersebut disebutkan bahwa kereta api menabrak seorang laki-laki yang diduga sedang menyeberang rel dari arah utara menuju selatan.

Kejadian itu terjadi pada Sabtu malam sekitar pukul 23.40 WIB di jalur rel KM 158+5/6 jalur hilir, tepatnya di turut tanah Dusun Gardu, Kelurahan Banaran, Kecamatan Babat, Kabupaten Lamongan.

Menindaklanjuti laporan tersebut, Kapolsek Babat Kompol Chakim Amrullah SH bersama anggota dan petugas Stasiun Babat langsung melakukan pencarian dengan menyusuri sepanjang jalur rel kereta api di sekitar lokasi kejadian.

Petugas akhirnya menemukan korban di sekitar KM 157+700 dalam kondisi sudah meninggal dunia. Tubuh korban tidak utuh akibat benturan keras dengan kereta yang melintas.

Pada Minggu pagi (15/03/2026) sekitar pukul 07.30 WIB, Polsek Babat kemudian berkoordinasi dengan Satreskrim Polres Lamongan untuk melakukan proses identifikasi terhadap korban yang saat itu belum diketahui identitasnya.

Sekitar pukul 09.55 WIB, Tim INAFIS Satreskrim Polres Lamongan tiba di RSU Karangkembang Babat dan langsung melakukan pemeriksaan forensik awal terhadap jenazah korban.

Proses identifikasi dilakukan dengan mengambil sidik jari telunjuk kiri korban menggunakan alat Inafis Portable System (IPS) yang terhubung dengan basis data kependudukan.

Dari hasil pemeriksaan tersebut, identitas korban akhirnya diketahui bernama Muz (52), seorang laki-laki yang pernah berdomisili di Kelurahan Banaran, Kecamatan Babat, Kabupaten Lamongan. Saat ini korban diketahui tinggal di Kecamatan Kunduran, Kabupaten Blora, Jawa Tengah.

Kapolsek Babat Kompol Chakim Amrullah mengatakan setelah identitas korban diketahui, pihak kepolisian langsung berkoordinasi dengan pemerintah Kelurahan Banaran serta keluarga korban yang berada di lingkungan Gardu.

“Kami segera menghubungi pihak keluarga korban, baik yang berada di Lamongan maupun keluarga inti di Kabupaten Blora agar proses penanganan jenazah dapat segera dilakukan,” ujarnya.

Tak lama kemudian, pihak keluarga datang ke RSU Karangkembang Babat untuk memastikan identitas korban. Setelah dilakukan pengecekan, keluarga membenarkan bahwa jenazah tersebut merupakan anggota keluarga mereka.

Selanjutnya jenazah diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan di kampung halaman korban di Kabupaten Blora, Jawa Tengah.

Dari lokasi kejadian, petugas juga mengamankan sejumlah barang milik korban. Di antaranya satu kantong berwarna merah berisi sembako seperti mi instan, beras, dan minyak goreng, sepasang sandal hitam, serta sebuah topi hitam bertuliskan “Pramuka”.

Peristiwa ini menjadi pengingat bagi masyarakat agar lebih berhati-hati saat beraktivitas di sekitar jalur rel kereta api, mengingat risiko kecelakaan yang sangat tinggi jika melintas di area tersebut tanpa memperhatikan keselamatan.

Penulis : Nul

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

Kecelakaan Maut di Jalur Deandles Lamongan, Ibu dan Balita Tewas
Diduga Kejang Saat Mengemudi, Mobil Tabrak 3 Motor dan Ambulans di Lamongan
Empat Siswa Terjebur Sumur 8 Meter di Lamongan, Begini Kronologinya
Ruko UD Asterpal di Gempol Ludes Terbakar, Kerugian Rp320 Juta
Selamat dari Kebakaran Kapal, 5 Penari Tetap Ingin Tampil di Gandrung Sewu
Dua Kebakaran Lahan di Kedungpring Lamongan, Ini Dugaan Pemicunya
Bendahara II KONI Kendal MRS Ditahan, Diduga Selewengkan Dana Rp798 Juta
Karhutla Jember Mulai Mereda, Perhutani Ingatkan Bahaya Bakar Hutan

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Senin, 2 November 2026 - 05:26

Kecelakaan Maut di Jalur Deandles Lamongan, Ibu dan Balita Tewas

Jumat, 30 Oktober 2026 - 08:51

Diduga Kejang Saat Mengemudi, Mobil Tabrak 3 Motor dan Ambulans di Lamongan

Kamis, 29 Oktober 2026 - 18:12

Empat Siswa Terjebur Sumur 8 Meter di Lamongan, Begini Kronologinya

Senin, 26 Oktober 2026 - 18:04

Ruko UD Asterpal di Gempol Ludes Terbakar, Kerugian Rp320 Juta

Jumat, 23 Oktober 2026 - 10:43

Selamat dari Kebakaran Kapal, 5 Penari Tetap Ingin Tampil di Gandrung Sewu

Berita Terbaru