LAMONGAN, RadarBangsa.co.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lamongan resmi memulai Gerakan Indonesia Aman, Sehat, Resik, dan Indah (ASRI) di Alun-Alun Kabupaten Lamongan, Jumat (13/2). Program ini merupakan tindak lanjut instruksi Presiden RI Prabowo Subianto yang mengajak seluruh elemen masyarakat menggiatkan kerja bakti rutin demi menciptakan lingkungan bersih dan sehat.
Bupati Lamongan Yuhronur Efendi menegaskan, gerakan tersebut tidak sekadar seremoni, melainkan komitmen jangka panjang yang melibatkan pemerintah daerah, aparat, dan masyarakat.
“Sesuai instruksi Presiden, gerakan ini bersifat berkelanjutan. Tujuannya menghadirkan lingkungan yang asri, bersih, dan nyaman. Seluruh elemen wajib mendukung dan melaksanakannya,” ujar Bupati yang akrab disapa Pak Yes.
Kegiatan diawali dengan senam bersama sebagai simbol dimulainya Gerakan Indonesia ASRI, dilanjutkan kerja bakti serentak di sejumlah titik strategis. Lokasi pembersihan meliputi Jalan Kombes Pol M. Duryat (Jetis), Jalan Lamongrejo, kawasan Kaliotik, sekitar RSUD dr. Soegiri, Jalan Kusuma Bangsa, hingga Alun-Alun Kabupaten Lamongan. Di tingkat kecamatan, kegiatan serupa diimbau dilaksanakan di lingkungan masing-masing.
Gerakan ini juga dikolaborasikan dengan program inovasi daerah Lamongan Green and Clean. Selain pembersihan lingkungan, Pemkab turut menyosialisasikan gerakan gentengisasi. Masyarakat didorong menggunakan genteng sebagai atap rumah karena dinilai lebih sejuk dan mampu menyerap panas, sehingga berkontribusi mengurangi dampak pemanasan global dan meningkatkan kenyamanan hunian.
Kegiatan tersebut melibatkan seluruh organisasi perangkat daerah (OPD), Polres Lamongan, serta Kodim 0812 Lamongan. Kolaborasi lintas sektor ini diharapkan memperkuat budaya gotong royong dan kepedulian terhadap kebersihan lingkungan.
Pemkab Lamongan menargetkan Gerakan Indonesia ASRI menjadi kebiasaan kolektif masyarakat, bukan sekadar agenda tahunan. “Gerakan ini harus menjadi budaya. Dimulai dari kampung, pasar, pantai, hingga sungai. Jika konsisten, dampaknya akan terasa bagi kesehatan, kenyamanan, dan kualitas hidup masyarakat Lamongan,” pungkas Yuhronur.
Lainnya:
- May Day 2026: Saat Buruh Masih Rentan, BPJS Ketenagakerjaan Cairkan Santunan Rp744 Juta di Lamongan
- Darurat Lapangan Kerja, Wamenaker Ungkap 155 Juta Pekerja Masih Bertahan di Sektor Informal
- Menteri PKP Turun ke Bangkalan, 573 Rumah Warga Siap Dibedah Tahun Ini
Penulis : Nul
Editor : Zainul Arifin








