Tradisi Kopi Osing Banyuwangi Mendunia

Senin, 10 November 2025

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Terlihat pengunjung saat Festival Ngopi Sewu, tradisi budaya Osing yang menjadi daya tarik wisata.(Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

Terlihat pengunjung saat Festival Ngopi Sewu, tradisi budaya Osing yang menjadi daya tarik wisata.(Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

BANYUWANGI, RadarBangsa.co.id – Di Desa Kemiren, aroma kopi tak sekadar menggoda penciuman, tetapi juga menjadi simbol keramahan. Setiap tahun, jalan utama desa di Kecamatan Glagah ini disulap menjadi lautan cangkir dalam ajang Festival Ngopi Sewu, sebuah perayaan yang menyatukan ribuan warga dan wisatawan dalam suasana kekeluargaan khas masyarakat Osing.

Di depan setiap rumah, warga menyiapkan kopi dalam cangkir khas Banyuwangi untuk menyambut tamu yang datang dengan senyum tulus. Tradisi ini bukan hanya pesta minum kopi, melainkan cerminan filosofi hidup masyarakat Osing: suguh, gupuh, lungguh etika dalam menerima tamu dengan penuh penghormatan.

“Setiap tamu yang datang harus mendapat suguhan, meski hanya secangkir kopi,” ujar Suhaimi, Ketua Adat Osing di Desa Kemiren. “Suguh berarti memberi hidangan, gupuh itu menyambut dengan antusias, dan lungguh bermakna menyediakan tempat yang nyaman bagi tamu.”

Falsafah sederhana itu menjadi napas bagi seluruh kegiatan di desa adat ini. Tak heran, Festival Ngopi Sewu disebut warga sebagai perwujudan nyata nilai suguh, gupuh, lungguh dalam bentuk paling hangat: berbagi kopi dengan siapa saja yang datang.

Desa Kemiren adalah rumah bagi masyarakat Osing, suku asli Banyuwangi yang masih menjaga adat leluhur dengan teguh. Dari bahasa, rumah tradisional, hingga ritual seperti Tumpeng Sewu, Barong Ider Bumi, dan Mocoan Lontar Yusuf, semua diwariskan lintas generasi tanpa kehilangan makna.

Setiap Minggu pagi, desa ini juga hidup dengan Pasar Kuliner Tradisional, tempat wisatawan bisa mencicipi Pecel Pitik, Ayam Kesrut, dan aneka kudapan tempo dulu yang menggugah selera. Tak jauh dari situ, sanggar Tari Gandrung ikon seni Banyuwangi tetap aktif melatih penari muda yang menjaga denyut kebudayaan Osing tetap hidup.

Komitmen warga menjaga tradisi kini berbuah pengakuan internasional. Desa Wisata Adat Osing Kemiren resmi masuk dalam jaringan The Best Tourism Villages Upgrade Programme 2025 yang digagas United Nations Tourism (UN Tourism). Penghargaan itu diumumkan dalam Best Tourism Villages by UN Tourism-2025 Ceremony & Third Annual Network Meeting di Huzhou, Tiongkok, pada 17 Oktober 2025.

Kemiren terpilih setelah melewati seleksi ketat bersama 270 desa wisata dari 65 negara. Penghargaan ini menegaskan posisi Kemiren bukan sekadar destinasi lokal, tetapi contoh global tentang harmoni antara budaya, pariwisata, dan keberlanjutan.

Meski bukan daerah penghasil kopi, Kemiren menjelma menjadi surga bagi penikmatnya. Di sepanjang jalan desa, berdiri kedai-kedai kopi tradisional yang setiap harinya ramai dikunjungi pelancong dari berbagai daerah.

Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani menyebut Kemiren sebagai bukti bahwa kemajuan tidak harus meninggalkan akar budaya. “Kemiren telah menunjukkan bahwa desa dengan akar budaya yang kuat bisa maju dan mendunia tanpa kehilangan jati dirinya. Ini menjadi semangat bagi kami untuk terus memperkuat pariwisata yang inklusif dan berkelanjutan,” pungkas Ipuk.

Penulis : Nul

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

SMK Muhammadiyah 3 Weleri Bentuk Siswa Disiplin dan Peduli Lingkungan
Bupati Bangkalan Dorong Kader Kesehatan Perkuat Pendampingan Ibu dan Anak
PAPDESI Kendal Berharap Siltap Kades dan Perangkat Desa Tetap Dipertahankan
PIWK Sidoarjo Dikebut, Subandi Minta Jalan Rusak Segera Ditangani
DPRD Kabupaten Pasuruan Bahas Perubahan Perda Pajak dan Retribusi
Gus Iqdam di Pasuruan: Serukan Ilmu, Akhlak, dan Sedekah
Paripurna, Fraksi Golkar DPRD Ngawi Soroti Defisit RAPBD 2027, Usulkan Stadion Baru Berkapasitas 40.000 Penonton
HKG PKK ke-54, Luthfiana Lukman Hakim Perkuat Peran Keluarga di Bangkalan

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 23:43

SMK Muhammadiyah 3 Weleri Bentuk Siswa Disiplin dan Peduli Lingkungan

Jumat, 30 Oktober 2026 - 08:38

Bupati Bangkalan Dorong Kader Kesehatan Perkuat Pendampingan Ibu dan Anak

Kamis, 29 Oktober 2026 - 23:36

PAPDESI Kendal Berharap Siltap Kades dan Perangkat Desa Tetap Dipertahankan

Kamis, 29 Oktober 2026 - 10:47

PIWK Sidoarjo Dikebut, Subandi Minta Jalan Rusak Segera Ditangani

Kamis, 29 Oktober 2026 - 08:31

DPRD Kabupaten Pasuruan Bahas Perubahan Perda Pajak dan Retribusi

Berita Terbaru