Festival Kopi Banyuwangi Ini Bikin Wisatawan Terpikat

Senin, 10 November 2025

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Suasana malam Festival Ngopi Sepuluh Ewu di Desa Kemiren, Banyuwangi, dengan warga dan wisatawan duduk lesehan menikmati kopi tradisional. (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

Suasana malam Festival Ngopi Sepuluh Ewu di Desa Kemiren, Banyuwangi, dengan warga dan wisatawan duduk lesehan menikmati kopi tradisional. (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

BANYUWANGI, RadarBangsa.co.id – Aroma kopi memenuhi udara malam di Desa Adat Kemiren, Kecamatan Glagah, Sabtu (8/11/2025). Ribuan pengunjung dari berbagai kota dan wisatawan mancanegara tumplek di jalan utama desa untuk menikmati hangatnya Festival Ngopi Sepuluh Ewu, tradisi minum kopi massal khas Banyuwangi yang telah berlangsung selama 12 tahun terakhir.

Sejak pertama digelar pada 2014, perayaan ini menjadi ikon budaya tahunan yang memadukan cita rasa kopi dengan kekayaan tradisi masyarakat Osing. Setiap rumah di sepanjang jalan desa berubah menjadi warung kopi dadakan. Meja-meja kayu, tikar lesehan, hingga kursi bambu tersusun rapi di depan teras rumah warga. Di sana, cangkir-cangkir kopi robusta khas Banyuwangi tersaji hangat, ditemani kudapan tradisional seperti kue kucur, tape ketan, dan pisang goreng.

Suasana akrab terasa di setiap sudut. Warga Osing menyambut tamu dengan senyum dan keramahan khasnya. Mereka tidak sekadar menawarkan kopi, tetapi juga membuka ruang pertemuan lintas budaya—tempat tradisi bertemu wisata.

Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, turut hadir berbaur bersama warga. Tanpa jarak, ia ikut menyeruput kopi sambil berbincang santai di bawah lampu-lampu temaram desa. “Malam ini bukan hanya tentang kopi. Ini adalah wujud kebersamaan dan rasa syukur atas kekayaan budaya yang dimiliki Banyuwangi,” ujarnya.

Ipuk juga menyampaikan apresiasinya kepada masyarakat Kemiren yang berhasil menorehkan prestasi di kancah internasional. Tahun ini, Desa Kemiren meraih The 5th ASEAN Homestay Award serta dinobatkan sebagai salah satu desa wisata terbaik dunia dalam The Best Tourism Villages Upgrade Programme 2025 oleh United Nations Tourism (UN Tourism).

“Pemerintah daerah akan terus mendukung pelestarian budaya Banyuwangi agar tetap hidup dan berkembang bersama masyarakatnya,” tambahnya.

Di antara kerumunan, pasangan wisatawan asal Republik Ceko, Adela dan Ardek, tampak antusias menikmati malam itu. “Kami disambut dengan sangat ramah, dan kopinya luar biasa enak,” tutur Adela sembari menikmati kue kucur hangat. Ardek menimpali, “Banyuwangi punya energi positif. Banyak festival yang seru. Saya pasti akan merekomendasikan teman-teman datang ke sini.”

Pesona festival ini juga menarik perhatian publik figur. Selebgram Winona Araminta datang bersama keluarganya dan mengaku terkesan dengan atmosfer desa yang hidup. “Vibes-nya menyenangkan, ramai tapi hangat. Makanannya enak dan harganya bersahabat,” ujarnya sambil tertawa.

Kepala Desa Kemiren, M. Arifin, mengatakan keberhasilan acara ini tidak lepas dari semangat gotong royong warga. Ia menegaskan bahwa Festival Ngopi Sepuluh Ewu merepresentasikan filosofi hidup masyarakat Osing: suguh, gupuh, lungguh. “Suguh berarti memberi suguhan, gupuh artinya antusias menyambut tamu, dan lungguh bermakna menyiapkan tempat terbaik bagi siapa pun yang datang,” jelasnya.

Menurut Arifin, tiga nilai itu menjadi dasar semangat kebersamaan yang menjadikan Kemiren bukan hanya destinasi wisata, tetapi juga ruang hidup budaya yang terus bernapas di tengah zaman modern.

“Ngopi Sepuluh Ewu adalah cara kami menjaga tradisi agar tetap hangat dan relevan bagi generasi sekarang,” pungkasnya.

Penulis : Nul

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

Bupati Sidoarjo Tegaskan Inovasi Tak Boleh Berhenti di Ajang Kompetisi
Jalan Kedungbanteng-Wonokerto Pasuruan Kembali Diperbaiki, Lantai Kerja Capai 110 Meter
Wabup Pasuruan Tegaskan Karier ASN Berbasis Kompetensi dan Sistem Merit
Sp4n-Lapor! Bangkalan 100 Persen Ditindaklanjuti, Perangkat Daerah Diminta Disiplin Input Pengaduan
Beda Pilihan Politik Harus Dikesampingkan, Gus Fawait: Sekarang Waktunya Bangun Jember
Hari Jadi Pasuruan ke-1097, RSUD Bangil Gelar Baksos Medis Gratis untuk Puluhan Warga
Tiga Kali Raih Diamond Status, RSUD HMR Mataram Selamatkan 234 Pasien Stroke
95 Lukisan SBY Dipamerkan di Surabaya, Khofifah Soroti Karya tentang Tsunami Aceh

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Rabu, 16 September 2026 - 20:40

Bupati Sidoarjo Tegaskan Inovasi Tak Boleh Berhenti di Ajang Kompetisi

Rabu, 16 September 2026 - 20:16

Jalan Kedungbanteng-Wonokerto Pasuruan Kembali Diperbaiki, Lantai Kerja Capai 110 Meter

Rabu, 16 September 2026 - 20:05

Wabup Pasuruan Tegaskan Karier ASN Berbasis Kompetensi dan Sistem Merit

Rabu, 16 September 2026 - 19:58

Sp4n-Lapor! Bangkalan 100 Persen Ditindaklanjuti, Perangkat Daerah Diminta Disiplin Input Pengaduan

Rabu, 16 September 2026 - 18:45

Beda Pilihan Politik Harus Dikesampingkan, Gus Fawait: Sekarang Waktunya Bangun Jember

Berita Terbaru