Tragedi Longsor di Cilacap, Evakuasi Masih Berlanjut

Jumat, 14 November 2025

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Petugas Polri bersama tim SAR menyisir material longsoran di Dusun Tarukahan, Cilacap, untuk mencari warga yang masih hilang (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

Petugas Polri bersama tim SAR menyisir material longsoran di Dusun Tarukahan, Cilacap, untuk mencari warga yang masih hilang (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

CILACAP, RadarBangsa.co.id – Operasi pencarian dan pertolongan terus diperkuat aparat kepolisian setelah bencana longsor menerjang Dusun Tarukahan dan Dusun Cibuyut di Desa Cibeunying, Kecamatan Majenang, Kabupaten Cilacap. Peristiwa yang terjadi pada Kamis (13/11) sekitar pukul 19.20 WIB itu diawali suara gemuruh dari lereng bukit, disusul runtuhan besar material tanah yang langsung menghantam permukiman warga. Data awal mencatat sedikitnya 21 penduduk tertimbun pada malam kejadian, mendorong Polri dan Pemerintah Kabupaten Cilacap segera membentuk Posko Tanggap Darurat untuk mengoordinasikan seluruh unsur penanganan bencana.

Sejak beberapa jam setelah longsor dilaporkan, Polri mendirikan sejumlah fasilitas darurat di sekitar area terdampak. Sebuah rumah sakit lapangan dan area layanan medis cepat disiapkan untuk menangani korban luka maupun warga yang membutuhkan pemeriksaan kesehatan. Tenda-tenda pengungsian didirikan bagi keluarga yang kehilangan tempat tinggal, sementara tim trauma healing diterjunkan untuk memberikan pendampingan psikologis kepada para penyintas. Di tengah kondisi yang masih tidak stabil, keberadaan fasilitas ini menjadi pusat rujukan bantuan dan perlindungan bagi warga.

Kapolresta Cilacap menuturkan bahwa anggotanya bergerak ke lokasi segera setelah menerima laporan awal dari masyarakat. Koordinasi cepat dilakukan bersama Kalakhar BPBD Provinsi Jawa Tengah, BPBD Kabupaten Cilacap, Basarnas, serta aparat desa guna menyusun pola operasi malam hari. Namun karena minimnya pencahayaan dan kondisi tanah yang terus bergerak, aktivitas pencarian pada malam kejadian dibatasi demi keselamatan personel. Operasi dilanjutkan kembali pada pukul 07.00 WIB dengan menyisir dua dusun yang paling terdampak.

Untuk mempercepat proses pencarian, Polri mengerahkan 155 personel yang terdiri atas 125 anggota Polresta Cilacap dan 30 personel Brimob. Empat anjing pelacak (K9) diturunkan untuk mengidentifikasi titik-titik yang berpotensi menjadi lokasi korban tertimbun. Mengingat medan yang berat dan ketebalan material longsoran, tim SAR masih mengandalkan peralatan manual seperti cangkul dan senso, sebab alat berat belum dapat dioperasikan secara optimal.

Karo Penmas Divisi Humas Polri, Brigjen Pol Trunoyudo Wisnu Andiko, S.I.K., menegaskan bahwa Polri menerapkan seluruh sumber daya yang dimiliki untuk misi kemanusiaan ini. Ia menekankan bahwa setiap personel bertugas dengan standar keselamatan maksimum, menggabungkan pencarian manual, pelacakan oleh K9, hingga layanan psikologis bagi keluarga korban. Menurutnya, keselamatan warga serta anggota tim menjadi pertimbangan utama dalam setiap langkah di lapangan.

Perkembangan terbaru yang dilaporkan Kapolresta Cilacap menyebutkan bahwa pada pukul 10.45 WIB hari ini, satu korban dengan identitas Yuni, warga Dusun Tarukahan, berhasil ditemukan dalam kondisi meninggal. Dengan temuan ini, jumlah warga yang masih dalam pencarian menyisakan 20 orang. Upaya pencarian di kedua dusun terdampak terus dilakukan dengan kewaspadaan tinggi, mengingat tanah masih labil dan potensi longsor susulan belum sepenuhnya hilang.

Polri mengimbau masyarakat untuk menjauhi area rawan runtuhan, mematuhi instruksi petugas, serta tidak memasuki zona bahaya hingga situasi dinyatakan aman. Operasi SAR akan dilanjutkan secara penuh bersama BPBD, Basarnas, TNI, relawan, dan pemerintah daerah hingga seluruh korban ditemukan dan proses evakuasi tuntas.

Penulis : Nul

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

SMK Muhammadiyah 3 Weleri Bentuk Siswa Disiplin dan Peduli Lingkungan
Bupati Bangkalan Dorong Kader Kesehatan Perkuat Pendampingan Ibu dan Anak
PAPDESI Kendal Berharap Siltap Kades dan Perangkat Desa Tetap Dipertahankan
PIWK Sidoarjo Dikebut, Subandi Minta Jalan Rusak Segera Ditangani
DPRD Kabupaten Pasuruan Bahas Perubahan Perda Pajak dan Retribusi
Gus Iqdam di Pasuruan: Serukan Ilmu, Akhlak, dan Sedekah
Paripurna, Fraksi Golkar DPRD Ngawi Soroti Defisit RAPBD 2027, Usulkan Stadion Baru Berkapasitas 40.000 Penonton
HKG PKK ke-54, Luthfiana Lukman Hakim Perkuat Peran Keluarga di Bangkalan

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 23:43

SMK Muhammadiyah 3 Weleri Bentuk Siswa Disiplin dan Peduli Lingkungan

Jumat, 30 Oktober 2026 - 08:38

Bupati Bangkalan Dorong Kader Kesehatan Perkuat Pendampingan Ibu dan Anak

Kamis, 29 Oktober 2026 - 23:36

PAPDESI Kendal Berharap Siltap Kades dan Perangkat Desa Tetap Dipertahankan

Kamis, 29 Oktober 2026 - 10:47

PIWK Sidoarjo Dikebut, Subandi Minta Jalan Rusak Segera Ditangani

Kamis, 29 Oktober 2026 - 08:31

DPRD Kabupaten Pasuruan Bahas Perubahan Perda Pajak dan Retribusi

Berita Terbaru