BANGKALAN, RadarBangsa.co.id – Sebanyak 16 peserta Pelatihan Vokasi Nasional (PVN) Tahun 2026 kejuruan Fashion Technology (Menjahit) Program Asisten Pembuatan Pakaian menjalani uji kompetensi di Balai Latihan Kerja (BLK) Bangkalan, Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Disperinaker) Kabupaten Bangkalan, Selasa (22/9/2026).
Uji kompetensi tersebut digelar setelah para peserta menuntaskan pelatihan selama 18 hari kerja, terhitung sejak 27 Agustus hingga 21 September 2026. Seluruh peserta merupakan lulusan SMA/SMK sederajat di Kabupaten Bangkalan yang sebelumnya telah melalui proses seleksi.
Kepala Disperinaker Kabupaten Bangkalan Jemmi Tri Sukmana mengatakan, pelatihan tersebut diarahkan untuk meningkatkan kualitas dan keterampilan tenaga kerja lokal agar memiliki kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan dunia kerja.
“Pelatihan ini kami harapkan tidak hanya memberikan keterampilan menjahit, tetapi juga membentuk tenaga kerja yang memiliki etos kerja, memahami keselamatan dan kesehatan kerja, serta mampu bersaing di pasar kerja maupun membuka peluang usaha secara mandiri,” ujar Jemmi.
Selama pelatihan, peserta tidak hanya mendapatkan materi praktik menjahit. Materi teori dan praktik diberikan dengan mengacu pada Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI).
Peserta juga memperoleh pembekalan keselamatan dan kesehatan kerja (K3) serta soft skill yang diarahkan untuk membangun etos kerja.
Setelah menyelesaikan seluruh rangkaian pelatihan dan memenuhi standar kelulusan BLK Bangkalan, para peserta mengikuti uji kompetensi sebagai tolok ukur penguasaan keterampilan.
Tahapan tersebut sekaligus menjadi bagian dari proses untuk memperoleh sertifikat kompetensi yang diakui secara nasional. Dalam pelaksanaannya, Disperinaker Kabupaten Bangkalan bekerja sama dengan Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) Sidoarjo dari Kementerian Ketenagakerjaan.
Jemmi menilai sertifikasi penting karena memberikan pengakuan terhadap kemampuan peserta setelah melalui proses asesmen berdasarkan standar kompetensi.
“Uji kompetensi ini penting untuk memberikan pengakuan terhadap kemampuan peserta. Dengan adanya sertifikasi kompetensi, mereka memiliki bukti bahwa keterampilan yang dimiliki telah melalui proses asesmen sesuai standar,” katanya.
Uji kompetensi meliputi asesmen praktik menjahit, tes tertulis, serta wawancara. Ketiga tahapan tersebut digunakan untuk mengukur penguasaan unit-unit kompetensi dalam skema Asisten Pembuatan Pakaian.
Bagi para peserta, keterampilan yang diperoleh selama pelatihan diharapkan tidak berhenti pada tahap sertifikasi. Kompetensi tersebut dapat dimanfaatkan sebagai modal untuk memasuki dunia kerja maupun mengembangkan usaha di bidang tata busana.
“Kami berharap setelah mengikuti pelatihan dan uji kompetensi, peserta bisa benar-benar memanfaatkan keterampilan ini. Baik untuk bekerja di industri maupun mengembangkan usaha secara mandiri. Ini bagian dari upaya kami memperkuat kualitas tenaga kerja lokal Bangkalan,” pungkasnya.
Pelaksanaan Pelatihan Vokasi Nasional kejuruan Fashion Technology (Menjahit) tersebut berlangsung lancar, aman, dan selesai sesuai jadwal yang telah ditetapkan.
Penulis : Nul
Editor : Zainul Arifin


















Komentar