Vokasi Diperketat, Menaker Ungkap Jurus Baru Tekan Pengangguran

Jumat, 1 Mei 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Menaker Yassierli meninjau Pelatihan Vokasi Nasional di BBPVP Serang. Rabu, 29 April 2026.  (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

Menaker Yassierli meninjau Pelatihan Vokasi Nasional di BBPVP Serang. Rabu, 29 April 2026. (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

SERANG, RadarBangsa.co.id — Pemerintah memperkuat strategi penurunan pengangguran melalui perluasan pelatihan vokasi yang disesuaikan langsung dengan kebutuhan industri. Langkah ini dinilai menjadi jawaban atas kesenjangan kompetensi tenaga kerja yang masih terjadi di berbagai sektor.

Kunjungan Menteri Ketenagakerjaan Yassierli ke Balai Besar Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BBPVP) Serang, Banten, Rabu (29/4/2026), menegaskan arah baru kebijakan ketenagakerjaan: memperkuat link and match antara dunia pendidikan, pelatihan, dan industri.

Menurut Yassierli, persoalan utama tenaga kerja saat ini bukan hanya jumlah lapangan kerja, tetapi ketidaksesuaian keterampilan dengan kebutuhan industri yang terus berubah cepat akibat digitalisasi dan transformasi teknologi.

“Di antara tantangan kita adalah kesenjangan kompetensi pencari kerja dan kebutuhan industri. Ini harus dijembatani lewat pelatihan vokasi yang berkualitas,” tegasnya.

Kondisi ini menjadi alasan pemerintah memperketat standar pelatihan vokasi nasional. Tujuannya jelas: memastikan lulusan pelatihan benar-benar siap masuk dunia kerja tanpa harus melalui proses adaptasi yang panjang.

Data BBPVP Serang menunjukkan, tingkat penyerapan kerja lulusan pelatihan vokasi pada 2025 mencapai 82 persen. Angka ini menjadi indikator bahwa model pelatihan yang terhubung dengan industri mulai menunjukkan hasil nyata.

Namun pemerintah menilai capaian itu belum cukup. Kualitas instruktur, kurikulum, hingga keterlibatan industri masih terus diperkuat agar tidak terjadi ketimpangan antara kebutuhan pasar kerja dan output pelatihan.

Dalam kunjungan tersebut, Menaker juga meninjau langsung sejumlah workshop, mulai dari teknik listrik, manufaktur, hingga teknologi informasi. Ia bahkan menyaksikan pelaksanaan walk in interview yang mempertemukan peserta pelatihan dengan perusahaan secara langsung.

Langkah ini dinilai penting untuk memangkas jarak antara pencari kerja dan dunia usaha, yang selama ini menjadi salah satu hambatan utama penyerapan tenaga kerja.

Sejumlah peserta mengaku pelatihan memberikan dampak nyata. Salah satunya Mohamad Adam Firdaus (24), peserta Workshop Elektro Mechanical Utility.

“Fasilitasnya lengkap, instruktur sangat membantu, dan materi yang diberikan bahkan lebih maju dibandingkan saat saya di SMK,” ujarnya.

Program Pelatihan Vokasi Nasional (PVN) Batch I 2026 di BBPVP Serang sendiri mencakup 18 program dari 7 kejuruan, termasuk teknik las, listrik, manufaktur, hingga teknologi pengolahan agroindustri.

Kombinasi program ini dirancang untuk menjawab kebutuhan riil industri, bukan sekadar pelatihan formalitas. Pemerintah juga menekankan pentingnya kolaborasi dengan dunia usaha agar pelatihan tidak berjalan sendiri tanpa arah pasar kerja.

Dengan penguatan ini, pemerintah berharap pelatihan vokasi tidak hanya menjadi program pendidikan tambahan, tetapi menjadi pintu utama percepatan penyerapan tenaga kerja nasional.

“Yang kita kejar bukan hanya pelatihan, tapi kesiapan kerja yang nyata,” kata Yassierli.

Penulis : Nul

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

Bupati Sidoarjo Tegaskan Inovasi Tak Boleh Berhenti di Ajang Kompetisi
Jalan Kedungbanteng-Wonokerto Pasuruan Kembali Diperbaiki, Lantai Kerja Capai 110 Meter
Wabup Pasuruan Tegaskan Karier ASN Berbasis Kompetensi dan Sistem Merit
Sp4n-Lapor! Bangkalan 100 Persen Ditindaklanjuti, Perangkat Daerah Diminta Disiplin Input Pengaduan
Beda Pilihan Politik Harus Dikesampingkan, Gus Fawait: Sekarang Waktunya Bangun Jember
Hari Jadi Pasuruan ke-1097, RSUD Bangil Gelar Baksos Medis Gratis untuk Puluhan Warga
Tiga Kali Raih Diamond Status, RSUD HMR Mataram Selamatkan 234 Pasien Stroke
95 Lukisan SBY Dipamerkan di Surabaya, Khofifah Soroti Karya tentang Tsunami Aceh

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Rabu, 16 September 2026 - 20:40

Bupati Sidoarjo Tegaskan Inovasi Tak Boleh Berhenti di Ajang Kompetisi

Rabu, 16 September 2026 - 20:16

Jalan Kedungbanteng-Wonokerto Pasuruan Kembali Diperbaiki, Lantai Kerja Capai 110 Meter

Rabu, 16 September 2026 - 20:05

Wabup Pasuruan Tegaskan Karier ASN Berbasis Kompetensi dan Sistem Merit

Rabu, 16 September 2026 - 19:58

Sp4n-Lapor! Bangkalan 100 Persen Ditindaklanjuti, Perangkat Daerah Diminta Disiplin Input Pengaduan

Rabu, 16 September 2026 - 18:45

Beda Pilihan Politik Harus Dikesampingkan, Gus Fawait: Sekarang Waktunya Bangun Jember

Berita Terbaru