SIDOARJO, RadarBangsa.co.id – Pemerintah Kabupaten Sidoarjo mulai serius membangun ekosistem industri kreatif. Wakil Bupati Hj. Mimik Idayana bahkan menyiapkan event mural dengan dana pribadi sebagai langkah cepat membuka ruang ekspresi anak muda.
Langkah ini muncul setelah audiensi pelaku industri kreatif dari Baam Entertainment di Rumah Dinas Wakil Bupati, Jalan Sultan Agung, Selasa (21/4/2026). Selama ini, pelaku kreatif menilai dukungan pemerintah belum optimal, padahal sektor ini berpotensi besar mendorong ekonomi lokal.
Mimik menegaskan, Pemkab tidak ingin lagi setengah hati dalam memfasilitasi kreativitas generasi muda. Ia melihat industri kreatif sebagai salah satu pilar penting pembangunan daerah, terutama dalam menciptakan lapangan kerja baru dan memperkuat identitas kota.
“Selama ini Pemkab sudah hadir, tapi belum maksimal. Ke depan kita akan wadahi lebih serius,” ujarnya.
Sebagai langkah konkret, ia merancang event mural yang melibatkan kolaborasi dengan pihak swasta. Menariknya, kegiatan ini tidak akan membebani anggaran daerah.
“Kita tidak pakai APBD. Saya akan gunakan dana pribadi agar ruang kreatif ini cepat terwujud,” tegasnya.
Kebijakan ini dinilai penting karena membuka akses langsung bagi pelaku kreatif lokal untuk tampil dan berkembang. Selain itu, event semacam ini berpotensi menggerakkan sektor ekonomi turunan seperti UMKM, pariwisata, hingga industri konten digital.
Pelaku industri kreatif menyambut positif langkah tersebut. Billy Arizona dari Baam Entertainment mengaku baru kali ini bisa berdialog langsung dengan pemerintah daerah.
“Selama 4 tahun kami berdiri, baru kali ini bisa audiensi langsung dengan Pemkab. Ini bentuk penghargaan bagi kami,” ujarnya.
Ia berharap ke depan kolaborasi tidak berhenti pada seremoni, melainkan berlanjut dalam program nyata lintas sektor. “Sidoarjo punya potensi jadi kota kreatif seperti Jogja dan Bali,” katanya.
Sementara itu, Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Sidoarjo menyatakan siap memperkuat sinergi melalui platform digital. Kabid Pengelolaan Informasi dan Komunikasi Publik, Anita Inggit Zaenuris Shofa, menilai karya kreatif seperti film, komik, dan animasi dapat menjadi sarana edukasi publik sekaligus kampanye kebijakan pemerintah.
“Ini aset penting untuk edukasi publik dan penyebaran informasi strategis daerah,” jelasnya.
Dengan dorongan kebijakan dan kolaborasi lintas sektor, industri kreatif Sidoarjo kini berada di titik penting untuk tumbuh lebih cepat dan memberi dampak nyata bagi masyarakat.
Lainnya:
- Darurat Lapangan Kerja, Wamenaker Ungkap 155 Juta Pekerja Masih Bertahan di Sektor Informal
- Menteri PKP Turun ke Bangkalan, 573 Rumah Warga Siap Dibedah Tahun Ini
- Di Tengah Konflik Dunia, Khofifah Serukan Perdamaian dari Surabaya Saat Nyepi 1948
Penulis : Rino
Editor : Zainul Arifin








