Wali Kota Amin Dorong UMKM Probolinggo Ciptakan Mi Khas Daerah

Jumat, 12 September 2025

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Wali Kota Probolinggo dr. H. Mochammad Aminuddin menyerahkan bantuan peralatan produksi kepada pelaku UMKM kuliner berbasis olahan mi saat kegiatan bimbingan teknis di Puri Manggala Bhakti, Selasa (9/9/2025). (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

Wali Kota Probolinggo dr. H. Mochammad Aminuddin menyerahkan bantuan peralatan produksi kepada pelaku UMKM kuliner berbasis olahan mi saat kegiatan bimbingan teknis di Puri Manggala Bhakti, Selasa (9/9/2025). (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

PROBOLINGGO, RadarBangsa.co.id – Pemerintah Kota Probolinggo terus mendorong pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk meningkatkan kualitas produk, khususnya di sektor kuliner berbasis olahan mi. Harapannya, muncul inovasi baru yang dapat menjadi ikon kuliner khas Kota Probolinggo sekaligus menggerakkan ekonomi masyarakat.

Sebagai kota transit yang terletak di jalur Pantura dan kawasan Tapal Kuda, Probolinggo memiliki posisi strategis sebagai penghubung wilayah barat, timur, dan selatan Jawa Timur. Infrastruktur ekonomi yang cukup memadai juga dinilai menjadi modal penting bagi pengembangan UMKM, terutama di sektor makanan dan minuman.

Wali Kota Probolinggo, dr. H. Mochammad Aminuddin, menilai kuliner mi merupakan salah satu jenis makanan yang bisa menjadi peluang bisnis menjanjikan. “Salah satu strategi dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan lapangan kerja yang paling mudah di Kota Probolinggo adalah lewat sentra kuliner. Sebagai kota transit, bapak-ibu harus bisa menangkap peluang ini dengan meningkatkan cita rasa dan tampilan produk agar terus menarik minat pembeli,” ujarnya saat membuka bimbingan teknis (bimtek) bagi pelaku UMKM di Puri Manggala Bhakti, Selasa (9/9).

Menurut Amin, mi memiliki pangsa pasar luas karena digemari semua kalangan. Ia bahkan mencontohkan sejumlah olahan mi legendaris dari berbagai daerah di Indonesia, mulai dari mi kopyok Semarang, mi Aceh, mi Riau, hingga mi celor khas Palembang.

“Pedagang mi Jawa legendaris di sini rata-rata sudah hafal selera saya. Semoga melalui bimtek ini lahir kreasi baru, sehingga ke depan Kota Probolinggo juga punya olahan mi khas yang bisa dibanggakan,” ucapnya memberi motivasi.

Kegiatan bimtek ini menghadirkan Susanti Widyastuti, Kabid Produksi dan Restrukturisasi Usaha Dinas Koperasi dan UKM Jawa Timur, yang menekankan pentingnya inovasi. “Perubahan tidak akan datang dari kaki yang diam. UMKM harus bergerak, berinovasi, dan berkembang. Dari 38 daerah di Jatim, hanya 19 kota/kabupaten yang mendapatkan program ini, termasuk Probolinggo,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi Usaha Mikro dan Perdagangan (DKUP) Kota Probolinggo, Fitriawati, menjelaskan bahwa bimtek diikuti 50 pelaku UMKM dari perwakilan tiap kecamatan. Program ini, katanya, sudah kali keempat diberikan oleh Dinas Koperasi dan UKM Jatim.

Selain pelatihan, peserta juga mendapat bantuan peralatan produksi berupa kompor, mesin penggiling, dan baskom. “UMKM berbasis mi ini juga mendapatkan fasilitasi merek senilai Rp50 juta untuk 25 pelaku serta sertifikasi halal reguler senilai Rp37,5 juta untuk 5 UMKM melalui proses HAKI,” terangnya.

Acara tersebut turut dihadiri Wakil Wali Kota Ina Dwi Lestari, Pj Sekda Rey Suwigtyo, serta sejumlah pejabat daerah. Bagi Dokter Amin, upaya pendampingan UMKM ini bukan sekadar program rutin, melainkan langkah konkret untuk mencetak ikon kuliner baru yang lahir dari kreativitas warga.

“Kalau di daerah lain ada mi khas yang jadi identitas, mengapa Kota Probolinggo tidak bisa? Saya yakin dengan semangat bapak-ibu UMKM, kita bisa menghadirkan produk mi yang benar-benar khas dan membanggakan,” pungkasnya.

Penulis : Nanang

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

Bupati Sidoarjo Tegaskan Inovasi Tak Boleh Berhenti di Ajang Kompetisi
Jalan Kedungbanteng-Wonokerto Pasuruan Kembali Diperbaiki, Lantai Kerja Capai 110 Meter
Wabup Pasuruan Tegaskan Karier ASN Berbasis Kompetensi dan Sistem Merit
Sp4n-Lapor! Bangkalan 100 Persen Ditindaklanjuti, Perangkat Daerah Diminta Disiplin Input Pengaduan
Beda Pilihan Politik Harus Dikesampingkan, Gus Fawait: Sekarang Waktunya Bangun Jember
Hari Jadi Pasuruan ke-1097, RSUD Bangil Gelar Baksos Medis Gratis untuk Puluhan Warga
Tiga Kali Raih Diamond Status, RSUD HMR Mataram Selamatkan 234 Pasien Stroke
95 Lukisan SBY Dipamerkan di Surabaya, Khofifah Soroti Karya tentang Tsunami Aceh

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Rabu, 16 September 2026 - 20:40

Bupati Sidoarjo Tegaskan Inovasi Tak Boleh Berhenti di Ajang Kompetisi

Rabu, 16 September 2026 - 20:16

Jalan Kedungbanteng-Wonokerto Pasuruan Kembali Diperbaiki, Lantai Kerja Capai 110 Meter

Rabu, 16 September 2026 - 20:05

Wabup Pasuruan Tegaskan Karier ASN Berbasis Kompetensi dan Sistem Merit

Rabu, 16 September 2026 - 19:58

Sp4n-Lapor! Bangkalan 100 Persen Ditindaklanjuti, Perangkat Daerah Diminta Disiplin Input Pengaduan

Rabu, 16 September 2026 - 18:45

Beda Pilihan Politik Harus Dikesampingkan, Gus Fawait: Sekarang Waktunya Bangun Jember

Berita Terbaru