Wali Kota Semarang Tinjau Banjir Muktiharjo Kidul, Janjikan Embung Baru

- Redaksi

Senin, 27 Oktober 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wali Kota Semarang meninjau langsung wilayah RW 15 Muktiharjo Kidul, Kecamatan Pedurungan, yang terdampak banjir, Senin (27/10/2025) dini hari.(Foto Dok Agus).

Wali Kota Semarang meninjau langsung wilayah RW 15 Muktiharjo Kidul, Kecamatan Pedurungan, yang terdampak banjir, Senin (27/10/2025) dini hari.(Foto Dok Agus).

SEMARANG, RadarBangsa.co.id – Wali Kota Semarang turun langsung meninjau kawasan RW 15 Muktiharjo Kidul, Kecamatan Pedurungan, Senin (27/10/2025) dini hari, untuk melihat kondisi warga yang terdampak banjir selama sepekan terakhir. Kunjungan itu dilakukan sekitar pukul 01.30 WIB sebagai bentuk kepedulian Pemerintah Kota terhadap warga yang masih menghadapi genangan air cukup tinggi.

Kedatangan Wali Kota disambut oleh Ketua RW 15 Edy Supriyanto, Lurah Sofia Ernawati, Anggota DPRD Kota Semarang Fraksi PDI Perjuangan Hanik Khoiru Solikah, Camat Pedurungan Moch Agus Junaidi, S.Kom., M.M., serta Ketua LPMK Muktiharjo Kidul Mohamad Muslim dan para ketua RT setempat.

Dalam peninjauan tersebut, Wali Kota bersama tim teknis menyusuri sejumlah titik genangan untuk mencari sumber masalah utama yang membuat air tak kunjung surut. Salah satu penyebab ditemukan pada tertutupnya saluran air di wilayah RW 23, yang seharusnya menjadi jalur pembuangan air dari RW 15 menuju Kali Tenggang.

Berdasarkan laporan dari dinas terkait, saluran tersebut sempat dua kali dibongkar karena tertutup kembali oleh warga sekitar, diduga terkait dengan kepemilikan area tambak pribadi yang terimbas aliran air. Kondisi ini menyebabkan arus air tersendat dan memperparah genangan di wilayah permukiman.

“Saya sudah minta agar masalah ini segera diselesaikan secara baik-baik. Tidak boleh ada pihak yang dirugikan, tetapi kepentingan umum tetap harus diutamakan,” tegas Wali Kota Semarang saat meninjau lokasi.

Selain masalah saluran, sejumlah warga juga menyampaikan keluhan soal pompa air yang sering kali tidak berfungsi maksimal ketika banjir datang. Seorang warga bernama Marcell sempat menanyakan langsung penyebab kendala tersebut.

Menanggapi hal itu, Wali Kota menjelaskan bahwa pompa air di kawasan tersebut tengah dalam proses peralihan sistem dari tenaga solar ke listrik, sehingga sempat mengalami gangguan teknis.
“Perbaikannya sedang dikebut, dan insyaallah dalam waktu dekat bisa kembali berfungsi normal,” ujarnya.

Setelah meninjau titik-titik genangan, rombongan kemudian menuju balai RW 15, tempat sebagian warga mengungsi sementara. Di lokasi itu, Wali Kota berdialog dengan warga, menampung berbagai aspirasi dan masukan, serta memastikan kebutuhan dasar warga tetap terpenuhi. Suasana keakraban tampak saat Wali Kota menikmati makan malam sederhana bersama warga hingga menjelang dini hari.

Sebagai tindak lanjut dari peninjauan lapangan tersebut, Wali Kota memastikan pemerintah kota akan segera menyiapkan solusi jangka panjang untuk mengatasi banjir di kawasan Muktiharjo Kidul. Salah satu langkah yang akan diambil adalah pembangunan embung tambahan sebagai area resapan dan penampungan air di musim hujan.

“Saya akan bantu agar wilayah ini punya embung tambahan. Ini penting sebagai solusi jangka panjang supaya genangan tidak terulang setiap musim hujan,” pungkasnya.

Lainnya:

Penulis : Agus

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

Darurat Lapangan Kerja, Wamenaker Ungkap 155 Juta Pekerja Masih Bertahan di Sektor Informal
Menteri PKP Turun ke Bangkalan, 573 Rumah Warga Siap Dibedah Tahun Ini
Di Tengah Konflik Dunia, Khofifah Serukan Perdamaian dari Surabaya Saat Nyepi 1948
Saat Dunia Memanas, Khofifah Pilih Panggung Nyepi untuk Serukan Stop Perang Global
Jembatan Tarik Nyaris Tumbang, Pemkab Sidoarjo Pastikan Dibangun 2027
BPBD Batang Dorong Adaptasi Rob, Kawasan Terdampak Disulap Jadi Wisata Perikanan
Bupati Bangkalan Genjot Bibit Lele, Siapkan Perikanan Jadi Penopang Ekonomi Warga
Blitar Siaga Kemarau 2026, 21 Desa Masuk Zona Merah Kekeringan

Berita Terkait

Minggu, 3 Mei 2026 - 22:58 WIB

Darurat Lapangan Kerja, Wamenaker Ungkap 155 Juta Pekerja Masih Bertahan di Sektor Informal

Minggu, 3 Mei 2026 - 18:02 WIB

Di Tengah Konflik Dunia, Khofifah Serukan Perdamaian dari Surabaya Saat Nyepi 1948

Minggu, 3 Mei 2026 - 17:53 WIB

Saat Dunia Memanas, Khofifah Pilih Panggung Nyepi untuk Serukan Stop Perang Global

Minggu, 3 Mei 2026 - 16:49 WIB

Jembatan Tarik Nyaris Tumbang, Pemkab Sidoarjo Pastikan Dibangun 2027

Minggu, 3 Mei 2026 - 15:19 WIB

BPBD Batang Dorong Adaptasi Rob, Kawasan Terdampak Disulap Jadi Wisata Perikanan

Berita Terbaru