Warga Lamongan Keluhkan Debu Proyek Jalan Tikung–Sumberkerep, Penyiraman Dinilai Minim

Selasa, 7 Juli 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Lokasi pekerjaan rekonstruksi peningkatan Jalan Tikung–Sumberkerep di Kecamatan Tikung, Kabupaten Lamongan, Senin (7/7/2026), dipenuhi debu yang dikeluhkan warga dan pengguna jalan. (Foto Dok/RadarBangsa.co.id)

Lokasi pekerjaan rekonstruksi peningkatan Jalan Tikung–Sumberkerep di Kecamatan Tikung, Kabupaten Lamongan, Senin (7/7/2026), dipenuhi debu yang dikeluhkan warga dan pengguna jalan. (Foto Dok/RadarBangsa.co.id)

LAMONGAN, RadarBangsa.co.id – Proyek rekonstruksi peningkatan Jalan Tikung–Sumberkerep di Kecamatan Tikung, Kabupaten Lamongan, menuai keluhan dari warga dan pengguna jalan akibat debu tebal yang beterbangan selama proses pekerjaan berlangsung. Minimnya penyiraman di area proyek dinilai membuat paparan debu semakin mengganggu, terutama saat cuaca panas dan arus kendaraan sedang padat.

Pantauan di lokasi pada Senin (7/7/2026) menunjukkan ruas Jalan Tikung–Sumberkerep diselimuti debu yang berasal dari aktivitas pekerjaan peninggian badan jalan, tumpukan material, serta lalu lintas kendaraan. Setiap kendaraan yang melintas memunculkan kepulan debu yang mengurangi kenyamanan sekaligus mengganggu jarak pandang pengguna jalan.

Dampak paling besar dirasakan pengendara sepeda motor yang setiap hari melintasi jalur tersebut. Banyak pengendara terlihat mengenakan masker dan menutupi wajah untuk mengurangi paparan debu. Namun, partikel debu tetap menempel pada pakaian dan kerap masuk ke mata saat berkendara.

Keluhan juga datang dari warga yang tinggal di sekitar lokasi proyek. Ipin mengaku kondisi tersebut terjadi hampir sepanjang hari, terutama ketika kendaraan bertonase besar melintas di ruas jalan yang masih dalam tahap pengerjaan.

“Kalau siang dan cuaca panas, debunya sangat banyak. Rumah yang dekat jalan juga cepat berdebu dan kotor. Kami berharap ada penyiraman rutin supaya debunya tidak terlalu mengganggu,” kata Ipin.

Hal serupa disampaikan Aminah, pengendara sepeda motor yang setiap hari melewati Jalan Tikung–Sumberkerep untuk bekerja. Menurutnya, debu dari proyek jalan menjadi persoalan yang terus dirasakan selama pekerjaan berlangsung.

“Yang paling terasa itu pengendara motor. Debunya masuk ke mata dan menempel di pakaian. Kadang harus pakai masker dobel karena debunya cukup tebal,” ujarnya.

Aminah menegaskan masyarakat tidak menolak pembangunan jalan tersebut. Sebaliknya, warga mendukung peningkatan infrastruktur karena diyakini akan memperlancar akses transportasi dan aktivitas perekonomian setelah proyek selesai.

“Kami tidak menghalang-halangi pembangunan, malah berterima kasih karena jalan mulai dibangun. Namun selama proses pengerjaan sebaiknya ada penyiraman rutin atau lebih sering agar pengguna jalan tidak terlalu terganggu,” pungkasnya.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, proyek rekonstruksi peningkatan Jalan Tikung–Sumberkerep merupakan pekerjaan pada Dinas Bina Marga, Cipta Karya dan Tata Ruang Kabupaten Lamongan dengan Nomor SPK 600.2.10.2/52/SPK/PPK/REKON/2026. Pelaksanaan pekerjaan dipercayakan kepada CV.PH di Lamongan setelah proses penentuan titik pekerjaan bersama pihak terkait.

Sesuai rencana pelaksanaan, tahap pengurukan masih memungkinkan kendaraan melintas. Adapun proses pengecoran diperkirakan dimulai pada akhir bulan hingga awal bulan berikutnya. Pada tahap tersebut, arus kendaraan akan dialihkan atau ruas jalan ditutup sementara selama kurang lebih satu bulan.

Warga berharap pelaksana proyek memperkuat pengendalian debu melalui penyiraman rutin maupun langkah mitigasi lainnya. Upaya tersebut dinilai penting agar pembangunan tetap berjalan tanpa menimbulkan gangguan berlebihan bagi masyarakat, pengguna jalan, maupun lingkungan sekitar.

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

Kebakaran Kandang Ayam di Lamongan, 12 Ribu Ekor Ayam Mati dan Kerugian Rp600 Juta
Aksi 250 Buruh di Lamongan, PT PHS Sepakati Pesangon Rp60 Juta, Polsek Tikung Siaga
Motor Beat Masuk Kolong Truk Fuso di Kendal, Pengendara Luka dan Kaki Patah
Diduga Garap Lahan Warga, PT Padasa Enam Utama Diberi Waktu 3 x 24 Jam untuk Merespons
Sempat Tanpa Identitas, Perempuan 65 Tahun Ditemukan di Pinggir Jalan Lamongan
Dolomit atau Bentonit, DLH Lamongan Turun Cek Lima Industri Usai Protes Warga Paciran
Angin Kencang Robohkan 15 Tenda Pameran di Babat Lamongan
Lahan Tebu 4.000 Meter Persegi di Lamongan Terbakar, Ini Penyebabnya

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Selasa, 15 September 2026 - 15:13

Kebakaran Kandang Ayam di Lamongan, 12 Ribu Ekor Ayam Mati dan Kerugian Rp600 Juta

Selasa, 15 September 2026 - 14:50

Aksi 250 Buruh di Lamongan, PT PHS Sepakati Pesangon Rp60 Juta, Polsek Tikung Siaga

Selasa, 15 September 2026 - 09:35

Motor Beat Masuk Kolong Truk Fuso di Kendal, Pengendara Luka dan Kaki Patah

Senin, 14 September 2026 - 19:39

Diduga Garap Lahan Warga, PT Padasa Enam Utama Diberi Waktu 3 x 24 Jam untuk Merespons

Senin, 14 September 2026 - 08:28

Sempat Tanpa Identitas, Perempuan 65 Tahun Ditemukan di Pinggir Jalan Lamongan

Berita Terbaru