Warga Ploso Tegaskan Jejak Lahir Bung Karno di Jombang melalui Peringatan Kunjungan Cindy Adams ke-62

- Redaksi

Jumat, 16 Januari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Rekonstruksi kunjungan Cindy Adams tahun 1964 di Ploso, Desa Rejoagung, Jombang. Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id

Rekonstruksi kunjungan Cindy Adams tahun 1964 di Ploso, Desa Rejoagung, Jombang. Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id

JOMBANG, RadarBangsa.co.id – Puluhan pegiat sejarah dan warga Ploso memperingati 62 tahun kunjungan penulis Amerika Serikat, Cindy Adams, ke Desa Rejoagung, Kecamatan Ploso, Kabupaten Jombang. Acara ini menegaskan keberadaan situs kelahiran Presiden pertama RI, Ir. Soekarno, sekaligus menghadirkan rekonstruksi sejarah yang memperlihatkan interaksi Cindy dengan saksi hidup masa kecil Sang Proklamator.

Rekonstruksi berlangsung pada Jumat (16/1/2026) dan menampilkan suasana Ploso tahun 1964, saat Cindy Adams melakukan riset biografi untuk buku “Penyambung Lidah Rakyat” atas mandat langsung Presiden Soekarno. Dalam kegiatan ini, mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang, Yesinta Aprilia, memerankan Cindy Adams, berinteraksi dengan figur sejarah yang mendampingi kunjungan tersebut, seperti Wedono Ploso Soetomo, Abdussukur, Hutauruk, dan Nusyirwan.

Acara ini juga menjadi momentum peresmian Tetenger Situs Kelahiran Ir. Soekarno. Menurut Raden Mas Kuswartono, perwakilan keluarga Persada Soekarno Kediri, kegiatan ini penting untuk meluruskan persepsi publik tentang tempat kelahiran Bung Karno.

“Persoalan tempat kelahiran Bung Karno memang sering diperdebatkan. Namun, berdasarkan keterangan internal keluarga kami, Bung Karno lahir di Ploso, yang pada masa itu termasuk wilayah Karesidenan Surabaya,” tegas Kuswartono dalam sambutannya.

Masfiin, pemimpin pembacaan pernyataan tetenger sekaligus Kunci Titik Nol, menyebut bahwa pengakuan Ploso sebagai tempat kelahiran Bung Karno bukan sekadar klaim. “Ini adalah memori kolektif yang turun-temurun di Desa Rejoagung. Warga sejak lama mengenal lokasi ini sebagai tempat lahir Raden Koesno Sosro Di Hardjo,” ujarnya.

Inisiator Titik Nol, Binhad Nurrohmad, menambahkan bahwa data pendukung semakin menguatkan fakta tersebut. “Kami memiliki lebih dari 10 dokumen resmi yang menegaskan kelahiran Soekarno di sini,” kata Binhad.

Sejarawan lokal, Faisol, memperkuat pernyataan tersebut dengan memamerkan sejumlah foto autentik sebagai bukti tambahan. Sementara itu, Tim Ahli Cagar Budaya (TACB) Jombang melalui Koordinator Wilayah Ploso, Cak Arif, menyebut bahwa kajian teknis telah dilakukan dan merekomendasikan validitas tinggi terkait kelahiran Soekarno di Desa Rejoagung.

Lainnya:

Penulis : Masruroh

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

Tekan Stunting, Bangkalan Genjot Tanam Padi Biofortifikasi Kaya Zat Besi
May Day 2026: Saat Buruh Masih Rentan, BPJS Ketenagakerjaan Cairkan Santunan Rp744 Juta di Lamongan
Darurat Lapangan Kerja, Wamenaker Ungkap 155 Juta Pekerja Masih Bertahan di Sektor Informal
Menteri PKP Turun ke Bangkalan, 573 Rumah Warga Siap Dibedah Tahun Ini
Di Tengah Konflik Dunia, Khofifah Serukan Perdamaian dari Surabaya Saat Nyepi 1948
Saat Dunia Memanas, Khofifah Pilih Panggung Nyepi untuk Serukan Stop Perang Global
Jembatan Tarik Nyaris Tumbang, Pemkab Sidoarjo Pastikan Dibangun 2027
BPBD Batang Dorong Adaptasi Rob, Kawasan Terdampak Disulap Jadi Wisata Perikanan

Berita Terkait

Senin, 4 Mei 2026 - 17:54 WIB

Tekan Stunting, Bangkalan Genjot Tanam Padi Biofortifikasi Kaya Zat Besi

Senin, 4 Mei 2026 - 11:41 WIB

May Day 2026: Saat Buruh Masih Rentan, BPJS Ketenagakerjaan Cairkan Santunan Rp744 Juta di Lamongan

Minggu, 3 Mei 2026 - 22:58 WIB

Darurat Lapangan Kerja, Wamenaker Ungkap 155 Juta Pekerja Masih Bertahan di Sektor Informal

Minggu, 3 Mei 2026 - 18:38 WIB

Menteri PKP Turun ke Bangkalan, 573 Rumah Warga Siap Dibedah Tahun Ini

Minggu, 3 Mei 2026 - 18:02 WIB

Di Tengah Konflik Dunia, Khofifah Serukan Perdamaian dari Surabaya Saat Nyepi 1948

Berita Terbaru