Wisata Pantura Lamongan Jadi Magnet Libur Tahun Baru

- Redaksi

Rabu, 31 Desember 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

LAMONGAN, RadarBangsa.co.id – Destinasi wisata di wilayah pantai utara (pantura) Kabupaten Lamongan mencatatkan lonjakan kunjungan signifikan selama libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025. Data Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Lamongan menunjukkan kawasan pantura menjadi penyumbang terbesar pergerakan wisatawan, sekaligus menegaskan perannya sebagai poros utama pariwisata daerah.

Kepala Disparbud Lamongan, Siti Rubikah, mengatakan dominasi tersebut tercermin dari akumulasi data kunjungan wisata yang dihimpun selama periode 13 hingga 25 Desember 2025. Dari total 89.950 wisatawan yang tercatat berkunjung ke berbagai destinasi di Lamongan, sebanyak 87.257 di antaranya memilih lokasi wisata yang berada di kawasan pantura.

“Wilayah pantura memang memiliki daya tarik yang sangat beragam. Mulai dari wisata religi, alam pesisir, edukasi, hingga wisata keluarga dan hiburan. Keragaman ini menjadi faktor utama tingginya minat wisatawan saat libur panjang,” ujar Rubikah saat ditemui di Kantor Disparbud Lamongan.

Sejumlah destinasi unggulan menjadi magnet utama kunjungan. Wisata religi Makam Maulana Ishaq di Paciran mencatat 36.844 kunjungan, disusul Makam Sunan Drajat dengan 33.646 pengunjung. Sementara itu, destinasi wisata keluarga Goa Maharani Zoo & Cave menarik 9.457 wisatawan, Pantai Klayar 6.851 pengunjung, serta Desa Wisata Pantai Kutang yang mulai dikenal wisatawan dengan 459 kunjungan.

Rubikah menilai tingginya angka kunjungan juga tidak lepas dari faktor pendukung aksesibilitas. Kehadiran layanan Bus Trans Jatim Joko Tingkir Koridor IV yang menghubungkan Paciran–Bunder Gresik sejak Agustus 2024, serta Koridor VII yang resmi beroperasi Oktober 2025 dari Terminal Lamongan ke Terminal Paciran, dinilai mempermudah mobilitas wisatawan tanpa harus menggunakan kendaraan pribadi.

Meski pantura mendominasi, Disparbud memastikan pengembangan pariwisata tetap merata. Sejumlah destinasi di wilayah selatan dan tengah Lamongan terus dipromosikan, seperti Makam Nyi Andong Sari di Ngimbang, Wisata Edukasi Gondang Outbond (Wego) di Sugiyo, hingga Istana Gunung Mas 27 di Mantup yang dikenal dengan arsitektur perpaduan Jawa dan Tionghoa.

Ke depan, Disparbud Lamongan menargetkan penguatan promosi berbasis pengalaman dan konektivitas antar destinasi agar dampak ekonomi pariwisata dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat.

Lainnya:

Penulis : Nul

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

Tekan Stunting, Bangkalan Genjot Tanam Padi Biofortifikasi Kaya Zat Besi
May Day 2026: Saat Buruh Masih Rentan, BPJS Ketenagakerjaan Cairkan Santunan Rp744 Juta di Lamongan
Darurat Lapangan Kerja, Wamenaker Ungkap 155 Juta Pekerja Masih Bertahan di Sektor Informal
Menteri PKP Turun ke Bangkalan, 573 Rumah Warga Siap Dibedah Tahun Ini
Di Tengah Konflik Dunia, Khofifah Serukan Perdamaian dari Surabaya Saat Nyepi 1948
Saat Dunia Memanas, Khofifah Pilih Panggung Nyepi untuk Serukan Stop Perang Global
Jembatan Tarik Nyaris Tumbang, Pemkab Sidoarjo Pastikan Dibangun 2027
BPBD Batang Dorong Adaptasi Rob, Kawasan Terdampak Disulap Jadi Wisata Perikanan

Berita Terkait

Senin, 4 Mei 2026 - 17:54 WIB

Tekan Stunting, Bangkalan Genjot Tanam Padi Biofortifikasi Kaya Zat Besi

Senin, 4 Mei 2026 - 11:41 WIB

May Day 2026: Saat Buruh Masih Rentan, BPJS Ketenagakerjaan Cairkan Santunan Rp744 Juta di Lamongan

Minggu, 3 Mei 2026 - 22:58 WIB

Darurat Lapangan Kerja, Wamenaker Ungkap 155 Juta Pekerja Masih Bertahan di Sektor Informal

Minggu, 3 Mei 2026 - 18:38 WIB

Menteri PKP Turun ke Bangkalan, 573 Rumah Warga Siap Dibedah Tahun Ini

Minggu, 3 Mei 2026 - 18:02 WIB

Di Tengah Konflik Dunia, Khofifah Serukan Perdamaian dari Surabaya Saat Nyepi 1948

Berita Terbaru