Lamongan Tutup Tahun dengan Doa Lintas Agama dan Ruwatan, Tekankan Persatuan dan Arah Pembangunan

Rabu, 31 Desember 2025

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

LAMONGAN, RadarBangsa.co.id – Pemerintah Kabupaten Lamongan menandai penutupan tahun 2025 dengan menggelar doa bersama lintas agama yang dirangkai dengan ruwatan tundung kala. Kegiatan ini dilaksanakan di halaman Gedung Pemkab Lamongan, Rabu (31/12/2025), sebagai simbol refleksi, persatuan, dan harapan bersama menyongsong tahun 2026.

Doa lintas agama tersebut diikuti perwakilan tokoh agama dan unsur masyarakat. Pemerintah daerah menegaskan, kegiatan ini bukan sekadar agenda seremonial, melainkan upaya memperkuat harmoni sosial di tengah keberagaman serta memohon kelancaran pembangunan daerah ke depan.

Bupati Lamongan Yuhronur Efendi menyampaikan, sepanjang 2025 Lamongan mencatat berbagai capaian strategis yang perlu dijaga kesinambungannya. Salah satunya kontribusi terhadap program nasional swasembada pangan melalui capaian Luas Tambah Tanam (LTT) yang melampaui target nasional.

“Per 29 Desember 2025, capaian LTT Lamongan mencapai 192.430 hektare, melebihi target nasional sebesar 192.373 hektare. Ini menunjukkan peran aktif Lamongan dalam menjaga ketahanan pangan,” ujar Yuhronur Efendi.

Selain sektor pertanian, Lamongan juga mencatatkan kinerja menonjol melalui pengembangan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP). Hingga 22 Desember 2025, sebanyak 103 KDMP telah beroperasi, dengan omzet kumulatif mencapai lebih dari Rp455 juta. Sebagian koperasi telah menjalin kerja sama dengan SPPG, sementara ratusan lainnya masih dalam tahap pembangunan dan pendataan.

“Capaian sepanjang 2025 harus menjadi pijakan untuk memaksimalkan pembangunan di 2026. Doa bersama ini adalah ikhtiar spiritual agar seluruh program berjalan berkeadilan dan berkelanjutan,” kata Bupati yang akrab disapa Pak Yes.

Ia menambahkan, ruwatan tundung kala dilaksanakan sebagai bentuk pelestarian tradisi Jawa kuno yang sarat makna. Ritual yang diiringi pementasan wayang kulit tersebut dimaknai sebagai doa agar Lamongan dijauhkan dari mara bahaya dan pengaruh negatif.

Ketua Panitia, Heru Widi, menyampaikan bahwa rangkaian doa juga ditujukan bagi masyarakat di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat yang tengah dilanda bencana alam. “Tahun ini diharapkan menjadi momentum solidaritas dan optimisme bersama menyongsong tahun baru,”tutupnya.

Penulis : Nul

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

496 Tahun Pamekasan, Komitmen Baru untuk Daerah yang Lebih Maju
Pemprov Jatim Raih Satya JKN Awards 2026, Khofifah Perkuat Perlindungan Pekerja
24 Tim dari 18 Kecamatan Ramaikan Bupati Cup Free Fire Pasuruan
Seni Budaya Kendal Tampil di Panggung Nasional TMII, Sedot Perhatian Pengunjung
SMK Muhammadiyah 3 Weleri Bentuk Siswa Disiplin dan Peduli Lingkungan
Bupati Bangkalan Dorong Kader Kesehatan Perkuat Pendampingan Ibu dan Anak
PAPDESI Kendal Berharap Siltap Kades dan Perangkat Desa Tetap Dipertahankan
PIWK Sidoarjo Dikebut, Subandi Minta Jalan Rusak Segera Ditangani

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Kamis, 5 November 2026 - 08:46

496 Tahun Pamekasan, Komitmen Baru untuk Daerah yang Lebih Maju

Senin, 2 November 2026 - 10:14

Pemprov Jatim Raih Satya JKN Awards 2026, Khofifah Perkuat Perlindungan Pekerja

Senin, 2 November 2026 - 06:05

24 Tim dari 18 Kecamatan Ramaikan Bupati Cup Free Fire Pasuruan

Senin, 2 November 2026 - 01:29

Seni Budaya Kendal Tampil di Panggung Nasional TMII, Sedot Perhatian Pengunjung

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 23:43

SMK Muhammadiyah 3 Weleri Bentuk Siswa Disiplin dan Peduli Lingkungan

Berita Terbaru