1 Excavator Disita, Tambang Tanah Urug Ilegal Dibongkar

Selasa, 18 Agustus 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Penindakan aktivitas tambang tanah urug ilegal di Kerumutan, Kabupaten Pelalawan, Minggu (16/8). (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

Penindakan aktivitas tambang tanah urug ilegal di Kerumutan, Kabupaten Pelalawan, Minggu (16/8). (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

PELALAWAN, RadarBangsa.co.id — Satreskrim Polres Pelalawan membongkar dugaan aktivitas pertambangan tanah urug tanpa izin di Jalan Expan, Kelurahan Kerumutan, Kecamatan Kerumutan, Kabupaten Pelalawan. Dalam penindakan tersebut, polisi mengamankan seorang pria berinisial AP (41) dan menyita satu unit alat berat excavator.

Penindakan dilakukan Unit Tipidter Satreskrim Polres Pelalawan setelah aktivitas dugaan pertambangan ilegal ditemukan pada Minggu (16/8/2026) sekitar pukul 17.00 WIB.

AP yang disebut bekerja sebagai karyawan swasta merupakan warga Kelurahan Kerumutan. Berdasarkan keterangan yang diperoleh penyidik, aktivitas penambangan tanah urug tersebut telah berlangsung sekitar satu bulan dan tidak mengantongi izin dari Pemerintah Pusat.

Dari lokasi, petugas mengamankan satu unit alat berat Excavator merek Komatsu PC200 warna kuning. Barang tersebut kini menjadi barang bukti dalam proses penyidikan yang dilakukan kepolisian.

Atas dugaan perbuatannya, AP disangkakan melanggar Pasal 35 Jo Pasal 158 UU RI Nomor 3 Tahun 2020 tentang Perubahan atas UU Nomor 4 Tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara Jo Pasal 20 huruf a dan c UU Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP.

Kasat Reskrim Polres Pelalawan AKP Bayu Ramadhan Effendi, S.T.K., S.I.K., M.H., menegaskan kepolisian tidak akan memberikan toleransi terhadap aktivitas pertambangan ilegal.

“Kami tidak akan memberi toleransi terhadap pertambangan ilegal. Kegiatan ini merugikan negara dan merusak lingkungan. Kami imbau masyarakat dan pelaku usaha agar mengurus perizinan sesuai ketentuan sebelum melakukan aktivitas tambang,” ujarnya.

Tersangka bersama barang bukti telah diamankan di Polres Pelalawan untuk menjalani proses penyidikan lebih lanjut. Kepolisian juga menyatakan akan terus melakukan patroli dan penindakan terhadap aktivitas pertambangan tanpa izin di wilayah hukum Kabupaten Pelalawan.

Penulis : MMd

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

Beras SPHP Dibeli Rp1.750, Dijual Rp12.200 per Kg, 4 Tersangka Ditangkap
Polisi Ungkap Pencurian Dana BNI Rp42,05 Juta di Ukui
Truk Hilang di Paciran, Terduga Pelaku Diamankan Polisi di Blora
Cekcok Soal Cincin Tunangan Berujung Penusukan di Lamongan
Polres Lamongan Ungkap Peredaran Sabu di Tikung, Dua Tersangka Diamankan
Pengoplosan LPG Subsidi di Pasuruan Terbongkar, 8 Orang Jadi Tersangka
Pengeroyokan Remaja di Lamongan, 5 Terduga Pelaku Diamankan
Berawal dari Masalah Kaos Kaki Siswa, Kepala MI di Lamongan Diduga Dipukul

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 13:03

Beras SPHP Dibeli Rp1.750, Dijual Rp12.200 per Kg, 4 Tersangka Ditangkap

Kamis, 29 Oktober 2026 - 11:44

Polisi Ungkap Pencurian Dana BNI Rp42,05 Juta di Ukui

Selasa, 27 Oktober 2026 - 10:27

Truk Hilang di Paciran, Terduga Pelaku Diamankan Polisi di Blora

Kamis, 22 Oktober 2026 - 10:28

Cekcok Soal Cincin Tunangan Berujung Penusukan di Lamongan

Rabu, 21 Oktober 2026 - 22:39

Polres Lamongan Ungkap Peredaran Sabu di Tikung, Dua Tersangka Diamankan

Berita Terbaru