19.837 Warga Pasuruan Terdampak Kekeringan, Gubernur Khofifah Siapkan OMC

Senin, 7 September 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa menyerahkan bantuan air bersih kepada Bupati Pasuruan Rusdi Sutejo, Minggu (6/9/2026). (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa menyerahkan bantuan air bersih kepada Bupati Pasuruan Rusdi Sutejo, Minggu (6/9/2026). (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

PASURUAN, RadarBangsa.co.id — Sebanyak 19.837 warga atau 6.556 keluarga di Kabupaten Pasuruan terdampak kekeringan. Pemerintah Provinsi Jawa Timur merespons kondisi tersebut dengan menyalurkan 45 tandon berkapasitas 1.200 liter dan 500 jeriken berkapasitas 15 liter.

Bantuan disalurkan langsung Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa di Kecamatan Lumbang, Kabupaten Pasuruan, Minggu (6/9/2026). Bantuan tersebut diarahkan untuk memperkuat pemenuhan kebutuhan air bersih warga di empat kecamatan terdampak.

“Bantuan Provinsi Jawa Timur untuk Kabupaten Pasuruan 45 unit tandon dengan kapasitas 1.200 liter dan 500 unit jeriken berkapasitas 15 liter,” ujar Khofifah.

Empat wilayah yang menjadi sasaran penanganan adalah Kecamatan Lumbang, Winongan, Pasrepan, dan Kejayan. Lumbang menjadi wilayah dengan jumlah warga terdampak terbanyak, mencapai 8.966 jiwa atau 2.923 keluarga.

Disusul Kecamatan Pasrepan dengan 7.675 jiwa atau 2.603 keluarga, Kejayan 1.743 jiwa atau 549 keluarga, serta Winongan sebanyak 1.443 jiwa atau 481 keluarga.

Penanganan di Lumbang juga diperkuat BPBD Kabupaten Pasuruan. Dukungan tersebut berupa distribusi air bersih menggunakan armada berkapasitas 6.000 liter, tiga tandon berkapasitas 1.200 liter, 50 jeriken berkapasitas 15 liter, serta tiga truk tangki yang masing-masing berkapasitas 6.000 liter.

Khofifah menegaskan penanganan kekeringan dilakukan melalui kolaborasi Pemprov Jatim dan pemerintah kabupaten. Dukungan provinsi diberikan untuk memperluas jangkauan pelayanan agar masyarakat yang mengalami kesulitan air lebih mudah memperoleh bantuan.

“Dari 24 kabupaten kehadiran Pemprov Jatim mensubstitusi apa yang sudah dilakukan Bupati Pasuruan dengan meluaskan sapaan agar pemenuhan kebutuhan mudah dijangkau. Selain itu, membersamai dengan membagi sembako di setiap titik untuk membantu keterjangkauan masyarakat mengakses logistik,” jelasnya.

Selain air bersih dan sarana penampungan, Pemprov Jatim juga menyalurkan sembako di sejumlah titik terdampak. Bantuan ini ditujukan untuk membantu meringankan beban warga yang harus mengeluarkan biaya tambahan selama mengalami kesulitan memperoleh air bersih pada musim kemarau.

Hingga 5 September 2026, dropping air bersih telah dilakukan di 20 kabupaten di Jawa Timur. Wilayah tersebut meliputi Banyuwangi, Situbondo, Bondowoso, Probolinggo, Pasuruan, Jember, Lumajang, Pamekasan, Bangkalan, Malang, Blitar, Tulungagung, Trenggalek, Ponorogo, Ngawi, Mojokerto, Gresik, Lamongan, Bojonegoro, dan Pacitan.

Penanganan kekeringan tersebut dilakukan dalam kerangka status siaga darurat kekeringan serta kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Status itu ditetapkan Pemprov Jatim melalui Surat Keputusan Gubernur Nomor 100.3.3.1/327/013/2026 pada 26 Mei 2026.

Status siaga darurat tersebut berlaku selama 133 hari untuk 38 kabupaten/kota di Jawa Timur. Dari jumlah itu, sebanyak 24 kabupaten telah menetapkan status keadaan darurat kekeringan di wilayah masing-masing.

Kondisi tersebut membuat Pemprov Jatim tidak hanya mengandalkan distribusi air bersih. Khofifah mengatakan pihaknya juga menyiapkan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) dengan mempertimbangkan potensi awan yang mulai bergerak memasuki wilayah daratan.

“Selain bantuan berupa dropping air dan tandon, Pemprov Jatim akan melakukan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC). Awan sudah mulai masuk di beberapa titik. Jika potensial, maka akan dilakukan OMC agar ada hujan yang bisa diakses dari awan yang sedang bergerak,” ujarnya.

“Kami standby karena sangat mungkin di atas tanggal 6 September ada awan yang bergerak ke daratan untuk melakukan OMC dan berpotensi menjadi hujan,” imbuh Khofifah.

Gubernur juga mengajak masyarakat dan tokoh agama di Pasuruan memperkuat ikhtiar menghadapi kekeringan melalui doa bersama. Ia berharap hujan segera turun sehingga tekanan kekeringan terhadap masyarakat dapat berkurang.

“Pasuruan termasuk kota maupun kabupaten religius, saya berharap seluruh masyarakat dan tokoh-tokoh agama melakukan salat istisqa untuk meminta hujan supaya ikhtiar kita dikabulkan Allah,” harapnya.

Bupati Pasuruan Rusdi Sutejo menyampaikan apresiasi atas dukungan Pemprov Jatim. Menurutnya, terdapat delapan desa yang setiap tahun menghadapi persoalan kekeringan ketika musim kemarau.

Penggunaan tandon dan distribusi air, kata Rusdi, menjadi solusi sementara untuk memenuhi kebutuhan warga. Pemerintah daerah juga terus mencari solusi permanen agar persoalan kekurangan air di delapan desa tersebut tidak berulang setiap musim kemarau.

“Sudah minta tolong Gubernur Jawa Timur insyaallah bantuan dari Provinsi supaya delapan desa tidak lagi kekurangan air di saat musim kemarau,” ungkap Rusdi.

Bagi warga, bantuan tersebut setidaknya mengurangi beban pengeluaran untuk mendapatkan air bersih. Firtria (35), warga Kecamatan Lumbang, mengatakan bantuan Pemkab Pasuruan dan Pemprov Jatim sangat membantu kebutuhan sehari-hari.

Ia mengatakan warga bisa mengeluarkan sekitar Rp150 ribu untuk membeli air bersih ketika tidak mendapat kiriman. Dengan adanya bantuan, uang yang biasanya digunakan untuk membeli air dapat dialihkan untuk kebutuhan keluarga lainnya.

“Senang sekali dan sangat bermanfaat bagi kami untuk minum, masak dan kebutuhan lainnya. Sedangkan uang yang biasa untuk membeli air bisa digunakan lain seperti anak sekolah dan kebutuhan di rumah,” pungkasnya.

Penulis : Nul

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

Kebakaran Kandang Ayam di Lamongan, 12 Ribu Ekor Ayam Mati dan Kerugian Rp600 Juta
Aksi 250 Buruh di Lamongan, PT PHS Sepakati Pesangon Rp60 Juta, Polsek Tikung Siaga
Motor Beat Masuk Kolong Truk Fuso di Kendal, Pengendara Luka dan Kaki Patah
Diduga Garap Lahan Warga, PT Padasa Enam Utama Diberi Waktu 3 x 24 Jam untuk Merespons
Sempat Tanpa Identitas, Perempuan 65 Tahun Ditemukan di Pinggir Jalan Lamongan
Dolomit atau Bentonit, DLH Lamongan Turun Cek Lima Industri Usai Protes Warga Paciran
Angin Kencang Robohkan 15 Tenda Pameran di Babat Lamongan
Lahan Tebu 4.000 Meter Persegi di Lamongan Terbakar, Ini Penyebabnya

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Selasa, 15 September 2026 - 15:13

Kebakaran Kandang Ayam di Lamongan, 12 Ribu Ekor Ayam Mati dan Kerugian Rp600 Juta

Selasa, 15 September 2026 - 14:50

Aksi 250 Buruh di Lamongan, PT PHS Sepakati Pesangon Rp60 Juta, Polsek Tikung Siaga

Selasa, 15 September 2026 - 09:35

Motor Beat Masuk Kolong Truk Fuso di Kendal, Pengendara Luka dan Kaki Patah

Senin, 14 September 2026 - 19:39

Diduga Garap Lahan Warga, PT Padasa Enam Utama Diberi Waktu 3 x 24 Jam untuk Merespons

Senin, 14 September 2026 - 08:28

Sempat Tanpa Identitas, Perempuan 65 Tahun Ditemukan di Pinggir Jalan Lamongan

Berita Terbaru