56 Ekor Domba BUMDes Jayamakmur Indramayu Diduga Lenyap, Aktivis Desak Audit

Sabtu, 8 Agustus 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi BUMDes Jayamakmur di Desa Jayamulya, Kecamatan Kroya, Indramayu, Jumat (7/8). (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

Ilustrasi BUMDes Jayamakmur di Desa Jayamulya, Kecamatan Kroya, Indramayu, Jumat (7/8). (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

INDRAMAYU, RadarBangsa.co.id – Pengelolaan aset ternak Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Jayamakmur di Desa Jayamulya, Kecamatan Kroya, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, menjadi sorotan setelah 56 ekor domba yang dibiayai melalui penyertaan modal desa disebut Diduga tidak ada.

Aset ternak tersebut merupakan bagian dari unit usaha peternakan domba BUMDes Jayamakmur yang mendapat penyertaan modal dari Pemerintah Desa Jayamulya melalui Dana Desa Tahun Anggaran 2025. Hilangnya puluhan ekor domba itu memunculkan pertanyaan mengenai pengelolaan aset serta pertanggungjawabannya.

Informasi yang dihimpun RadarBangsa.co.id menyebutkan, sebanyak 56 ekor domba yang sebelumnya dikelola BUMDes Jayamakmur kini tidak lagi ada. Namun, penyebab hilangnya ternak tersebut belum memperoleh penjelasan resmi dari pengelola BUMDes.

Aktivis Indramayu, Brintik, meminta persoalan tersebut ditelusuri secara serius. Ia menilai, pengelolaan aset BUMDes yang bersumber dari dana publik harus disertai pertanggungjawaban administratif dan dokumen pendukung yang jelas.

“Jika hewan ternak yang dikelola BUMDes tiba-tiba lenyap dengan alasan mati, hal ini merupakan masalah serius yang berpotensi melanggar hukum dan menimbulkan kerugian negara,” kata Brintik, Jumat (7/8).

Menurut dia, pemerintah menetapkan alokasi minimal 20 persen Dana Desa untuk program ketahanan pangan yang diprioritaskan pengelolaannya melalui BUMDes. Program tersebut diarahkan untuk memperkuat ketahanan pangan sekaligus menggerakkan ekonomi lokal dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa.

Brintik menyoroti perlunya kejelasan mengenai penyebab hilangnya ternak dalam jumlah besar tersebut. Jika domba mati karena wabah atau penyakit, menurut dia, kondisi itu semestinya dapat dibuktikan melalui keterangan petugas kesehatan hewan, dokter hewan, atau dinas peternakan.

Begitu pula jika ternak hilang karena dugaan pencurian maupun kelalaian manusia, harus terdapat dokumen pendukung, termasuk laporan kepolisian. “Harus dapat diketahui apakah ternak lenyap karena faktor alam atau wabah penyakit, maupun karena faktor kelalaian manusia,” ujarnya.

Ia juga menilai dokumentasi berupa foto saja tidak cukup untuk menjadi dasar pertanggungjawaban aset BUMDes. Menurut Brintik, diperlukan berita acara resmi, keterangan saksi, serta surat keterangan dari petugas kesehatan hewan atau pemerintah desa sesuai penyebab kejadian.

“Pemeriksa keuangan, baik Inspektorat maupun BPK, tidak akan menerima foto tanpa dokumen pendukung yang sah dalam laporan pertanggungjawaban kekayaan BUMDes,” tegasnya.

Atas persoalan BUMDes Jayamakmur tersebut, Brintik mendesak aparat penegak hukum (APH) segera melakukan penyidikan untuk memastikan status dan keberadaan aset ternak yang dibiayai melalui penyertaan modal desa.

“Hari ini kami selaku aktivis Indramayu mendesak APH segera melakukan penyidikan. Langkah ini penting untuk mencegah potensi kerugian keuangan negara serta menjaga keberlanjutan program ketahanan pangan desa,” pungkasnya.

Hingga berita ini diterbitkan, Ketua BUMDes Jayamakmur belum bersedia memberikan keterangan resmi terkait dugaan permasalahan 56 ekor domba tersebut.

Penulis : Jayas

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

Sterilisasi Stadion Surajaya, Polres Lamongan Temukan 14 Orang Konsumsi Miras
Beras SPHP Dibeli Rp1.750, Dijual Rp12.200 per Kg, 4 Tersangka Ditangkap
Polisi Ungkap Pencurian Dana BNI Rp42,05 Juta di Ukui
Truk Hilang di Paciran, Terduga Pelaku Diamankan Polisi di Blora
Cekcok Soal Cincin Tunangan Berujung Penusukan di Lamongan
Polres Lamongan Ungkap Peredaran Sabu di Tikung, Dua Tersangka Diamankan
Pengoplosan LPG Subsidi di Pasuruan Terbongkar, 8 Orang Jadi Tersangka
Pengeroyokan Remaja di Lamongan, 5 Terduga Pelaku Diamankan

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 22:13

Sterilisasi Stadion Surajaya, Polres Lamongan Temukan 14 Orang Konsumsi Miras

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 13:03

Beras SPHP Dibeli Rp1.750, Dijual Rp12.200 per Kg, 4 Tersangka Ditangkap

Kamis, 29 Oktober 2026 - 11:44

Polisi Ungkap Pencurian Dana BNI Rp42,05 Juta di Ukui

Selasa, 27 Oktober 2026 - 10:27

Truk Hilang di Paciran, Terduga Pelaku Diamankan Polisi di Blora

Kamis, 22 Oktober 2026 - 10:28

Cekcok Soal Cincin Tunangan Berujung Penusukan di Lamongan

Berita Terbaru