Anggaran 2026 Banyuwangi Disahkan DPRD

- Redaksi

Minggu, 30 November 2025

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Bupati dan Ketua DPRD menandatangani dokumen pada rapat paripurna pengesahan APBD Banyuwangi 2026 di Kantor DPRD Banyuwangi. (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

Bupati dan Ketua DPRD menandatangani dokumen pada rapat paripurna pengesahan APBD Banyuwangi 2026 di Kantor DPRD Banyuwangi. (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

BANYUWANGI, RadarBangsa.co.id – Pemerintah Kabupaten Banyuwangi dan DPRD menetapkan Raperda APBD 2026 menjadi Perda melalui rapat paripurna, Sabtu (29/11/2025) malam. Keputusan ini menjadi tonggak penting bagi arah kebijakan daerah pada tahun anggaran mendatang, terutama ketika Banyuwangi harus menghadapi tekanan fiskal akibat penurunan signifikan dana transfer dari pemerintah pusat.

Rapat paripurna dipimpin Ketua DPRD I Made Cahyana Negara bersama para wakil ketua Michael Edy Hariyanto dan Ruliyono. Hadir Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani, Wakil Bupati Mujiono, anggota dewan lintas fraksi, Sekda Guntur Priambodo, serta jajaran perangkat daerah.

Michael Edy Hariyanto selaku pimpinan Badan Anggaran menyampaikan bahwa 2026 menjadi tahun yang menantang. Pemkab harus mengatur strategi setelah pemerintah pusat memangkas dana transfer sekitar Rp665 miliar. Ia menyebut situasi ini menuntut kehati-hatian sekaligus keberanian mengambil langkah efisien.
“Kondisi fiskal kita berat, tetapi bukan alasan untuk menurunkan kualitas layanan publik,” ujarnya.

Di tengah pengetatan anggaran tersebut, pemerintah daerah dan DPRD merumuskan sembilan prioritas pembangunan. Fokus utamanya adalah menjaga pertumbuhan ekonomi, memperluas lapangan kerja, serta menekan angka kemiskinan. Prioritas tersebut mencakup peningkatan produksi pangan, penguatan UMKM, pengembangan pasar pertanian dan pariwisata, pembangunan infrastruktur, serta penguatan sektor pendidikan, kesehatan, perlindungan sosial, dan reformasi birokrasi.
“Prioritas ini memastikan anggaran benar-benar menyentuh kebutuhan masyarakat luas,” kata Michael.

Dalam pemaparannya, Banggar memproyeksikan pendapatan daerah 2026 sebesar Rp2,905 triliun. Rinciannya terdiri dari PAD Rp800 miliar, pendapatan transfer Rp2,054 triliun, dan pos lain-lain pendapatan daerah Rp51,248 miliar. Sementara itu, belanja daerah ditetapkan sebesar Rp2,917 triliun. Pembiayaan daerah mencakup penerimaan Rp12,598 miliar dan pengeluaran Rp44,771 miliar dengan asumsi total penerimaan pembiayaan mencapai Rp57,369 miliar.

Bupati Ipuk Fiestiandani menegaskan pentingnya inovasi kebijakan di tengah keterbatasan fiskal. Ia mengajak seluruh elemen daerah untuk mengelola anggaran secara produktif dan tepat sasaran.
“Kreativitas menjadi kunci ketika ruang fiskal menyempit. Kita harus bergerak bersama memastikan program prioritas tetap berjalan efektif,” tutur Ipuk.

Selain pengesahan APBD 2026, paripurna juga menyetujui Program Pembentukan Peraturan Daerah (Propemperda) 2026 dan tiga Raperda: Perlindungan dan Pengembangan Produk Unggulan Daerah, Pembinaan Ideologi Pancasila, serta Fasilitasi Penyelenggaraan Pesantren.

Berita Terkait

Gubernur Khofifah Gelar Pasar Murah di Halaman Kepatihan Ngawi, Pastikan Keterjangkauan Bahan Pokok di Bawah Harga Pasar
Diserbu Warga, Pasar Murah Khofifah di Ngawi Jual Beras, Minyak dan Cabai di Bawah Harga Pasar
Gubernur Khofifah Pantau Langsung Verifikasi SPMB di Madiun, Pastikan Proses Pengambilan PIN Berjalan Lancar
Usia 60 Tahun ke Atas Bisa Kerja Lagi, Kemnaker Luncurkan Program Lansia Aktif
ARSADA NTB Punya Ketua Baru, Tata Kelola BLUD dan Smart Hospital Jadi Prioritas
Tak Sekadar Seremoni, Pemkab Bangkalan Bergerak Nyata Jaga Lingkungan di Hari Lingkungan Hidup
33 Desa di Pasuruan Jadi Destana, Warga Diminta Siaga Hadapi Bencana
Limbah Tahu Cemari Sungai Jombang Lebih dari 10 Tahun, Warga Desak IPAL Segera Dituntaskan

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Sabtu, 6 Juni 2026 - 10:10 WIB

Gubernur Khofifah Gelar Pasar Murah di Halaman Kepatihan Ngawi, Pastikan Keterjangkauan Bahan Pokok di Bawah Harga Pasar

Sabtu, 6 Juni 2026 - 10:06 WIB

Diserbu Warga, Pasar Murah Khofifah di Ngawi Jual Beras, Minyak dan Cabai di Bawah Harga Pasar

Jumat, 5 Juni 2026 - 20:39 WIB

Gubernur Khofifah Pantau Langsung Verifikasi SPMB di Madiun, Pastikan Proses Pengambilan PIN Berjalan Lancar

Jumat, 5 Juni 2026 - 18:59 WIB

Usia 60 Tahun ke Atas Bisa Kerja Lagi, Kemnaker Luncurkan Program Lansia Aktif

Jumat, 5 Juni 2026 - 18:15 WIB

ARSADA NTB Punya Ketua Baru, Tata Kelola BLUD dan Smart Hospital Jadi Prioritas

Berita Terbaru