BANGKALAN, RadarBangsa.co.id – Anggota DPD RI asal Jawa Timur, Lia Istifhama atau yang akrab disapa Ning Lia, dinilai memiliki kedekatan kuat dengan masyarakat Madura. Kepeduliannya terhadap Pulau Garam disebut telah terbangun sejak sebelum dirinya menjadi senator dan terus terjaga setelah duduk di DPD RI.
Ketua Dewan Pakar Himpunan Pengusaha Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (HIPKA) Kabupaten Bangkalan, Abdullah Amas, menilai konsistensi tersebut terlihat dari aktivitas Ning Lia yang sejak lama turun langsung ke masyarakat.
“Pertama, dia paling peduli dari sisi kepedulian sejak lama. Jauh sebelum jadi DPD RI dia paling peduli kepada Madura seperti turba dan seterusnya,” tegas Amas.
Menurut Amas, perhatian Ning Lia terhadap Madura justru semakin kuat setelah menjadi anggota DPD RI. Ia disebut semakin aktif turun ke berbagai wilayah untuk menyerap aspirasi masyarakat secara langsung.
“Pasca jadi DPD RI pun Ning Lia juga sangat kencang turun ke Madura,” ujarnya.
Amas juga menyoroti hubungan Ning Lia dengan berbagai organisasi kemasyarakatan dan komunitas perantau asal Madura. Relasi tersebut, kata dia, tetap dirawat baik di Jawa Timur maupun Jakarta.
“Ketiga, Ning Lia juga rajin merawat ormas maupun perantau asal Madura di manapun, baik di Jatim maupun yang ada di Jakarta,” katanya.
Dari kedekatan tersebut, Amas menggunakan istilah “Sukma Madura” untuk menggambarkan hubungan emosional Ning Lia dengan masyarakat Madura. Menurutnya, istilah itu mencerminkan sosok yang tidak hanya membawa nama Madura, tetapi juga memahami aspirasi dan semangat masyarakatnya.
“Madura ini punya sukma. Dan Ning Lia saya lihat mampu menjadi bagian dari sukma Madura itu, karena kedekatan dan kepeduliannya sudah terbangun sejak lama,” ungkap Amas.
Ia bahkan memakai analogi “Supersemar” untuk menggambarkan posisi Ning Lia dalam mendorong potensi Madura. “Kalau Soeharto jaya karena surat Supersemar, maka Ning Lia adalah Supersemarnya Madura. Madura kalau ketemu Ning Lia baru menyalanya semakin hebat dan naik jauh,” ujar Amas.
Amas menilai kepedulian terhadap suatu daerah tidak cukup diukur dari pernyataan atau kehadiran sesaat. Konsistensi, rekam jejak, kedekatan dengan masyarakat, dan keberlanjutan pengabdian dinilai menjadi ukuran yang lebih penting.
Menurut dia, jejak tersebut terlihat melalui sejumlah aktivitas Ning Lia sebelum maupun setelah menjadi anggota DPD RI, mulai dari turun langsung ke masyarakat, menyerap aspirasi, membangun komunikasi dengan tokoh dan ulama, hingga menjaga hubungan dengan organisasi masyarakat serta perantau Madura.
Perhatian tersebut juga disebut menyentuh sektor ekonomi. Ning Lia dinilai ikut membuka ruang kolaborasi bagi pelaku usaha dan pengusaha muda Madura agar potensi ekonomi lokal dapat berkembang dan memperoleh akses yang lebih luas.
Sebagai anggota DPD RI, posisi Ning Lia juga dinilai strategis untuk membawa aspirasi Madura ke tingkat nasional. Pembangunan, kesejahteraan, pendidikan, kesehatan, dan infrastruktur disebut menjadi bagian penting yang perlu terus dikawal.
Kepedulian terhadap generasi muda juga menjadi perhatian. Mahasiswa dan organisasi kepemudaan Madura dinilai membutuhkan ruang untuk berkembang sekaligus menjadi bagian dari kekuatan yang menentukan masa depan Pulau Garam.
Di tengah karakter sosial Madura yang kuat, komunikasi dengan ulama, tokoh masyarakat, dan para sesepuh juga dinilai penting. Silaturahmi yang terjaga disebut dapat memperkuat sinergi untuk mendorong kemajuan Madura.
Ning Lia juga dinilai mampu membawa identitas dan potensi Madura ke ruang nasional. Melalui posisi sebagai senator, ia memiliki kesempatan untuk memperkenalkan kekayaan budaya sekaligus menyuarakan kepentingan masyarakat Madura di tingkat yang lebih luas.
Bagi Amas, berbagai hal tersebut menunjukkan bahwa kedekatan Ning Lia dengan Madura bukan sekadar simbolik. Konsistensi kehadiran, komunikasi, dan pengabdian menjadi dasar munculnya penilaian bahwa Ning Lia layak disebut sebagai bagian dari “Sukma Madura”.
Amas berharap sinergi antara wakil rakyat, pemerintah, ulama, tokoh masyarakat, pengusaha, dan generasi muda terus diperkuat agar potensi Madura semakin berkembang serta memberikan manfaat bagi masyarakat luas.
Penulis : Nul
Editor : Zainul Arifin


















Komentar