Anggota DPD RI asal Jawa Timur, Lia Istifhama Soroti HAM, Media, dan Program Nasional

Jumat, 26 September 2025

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Anggota DPD RI asal Jawa Timur, Lia Istifhama atau Ning Lia, memberikan keterangan kepada awak media usai menghadiri Bimtek Pelaporan Pemenuhan Hak Asasi Manusia yang digelar Kanwil Kemenkumham Jawa Timur, Jumat (26/9/2025). (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

Anggota DPD RI asal Jawa Timur, Lia Istifhama atau Ning Lia, memberikan keterangan kepada awak media usai menghadiri Bimtek Pelaporan Pemenuhan Hak Asasi Manusia yang digelar Kanwil Kemenkumham Jawa Timur, Jumat (26/9/2025). (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

SURABAYA, RadarBangsa.co.id – Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI asal Jawa Timur, Lia Istifhama atau yang akrab disapa Ning Lia, hadir dalam kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Pelaporan Pemenuhan Hak Asasi Manusia yang diselenggarakan Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Jawa Timur, Jumat (26/9/2025). Dalam forum tersebut, ia menyoroti sejumlah isu penting, mulai dari implementasi program unggulan Presiden Prabowo Subianto, keberlanjutan industri media nasional, hingga persoalan pelanggaran hak asasi manusia di daerah.

Dalam keterangannya, Ning Lia memberikan apresiasi terhadap prioritas nasional yang tengah dijalankan pemerintah, khususnya program Sekolah Rakyat, Koperasi Merah Putih, dan Makan Bergizi Gratis (MBG). Menurutnya, ketiga program ini dapat memperkuat fondasi pendidikan, ekonomi kerakyatan, dan kesehatan masyarakat. Namun, ia menegaskan perlunya strategi tambahan agar tenaga kerja Indonesia bisa berdaya saing di kancah internasional.

“Yang pertama tentu saya apresiasi program unggulan Presiden Prabowo. Tetapi penting juga ada langkah konkret bagaimana tenaga kerja kita masuk dalam industri global. Itu sangat krusial,” ujar Ning Lia.

Selain itu, ia mengingatkan agar pemerintah memberikan perhatian serius terhadap masa depan industri media nasional. Dalam pandangannya, media berperan penting bukan hanya sebagai penyampai informasi, tetapi juga sebagai pilar demokrasi. Karena itu, keberlanjutan media harus dijamin melalui kebijakan fiskal yang lebih berpihak pada jurnalis dan perusahaan media.

“Kemarin bersama rekan-rekan media, kita membahas bagaimana industri media bisa berkelanjutan. Jangan sampai justru kita banyak mendukung industri global milik negara lain. Salah satu usulan saya adalah relaksasi pajak, misalnya penghapusan PPh untuk jurnalis dan penghapusan PPN untuk iklan,” paparnya.

Dalam isu hak asasi manusia, Ning Lia menekankan pentingnya keterbukaan ruang pengaduan di Kanwil Kemenkumham Jawa Timur. Ia menilai pelanggaran HAM bukan hanya berkaitan dengan kasus sosial dan politik, tetapi juga terjadi dalam ranah ketenagakerjaan.

“Kasus penahanan ijazah, karyawan yang bekerja di luar jam kerja tapi tidak mendapat uang lembur, itu jelas pelanggaran HAM. Bahkan profesi tertentu seperti notaris pun perlu dikawal agar tidak terjadi praktik yang merugikan masyarakat,” tegasnya.

Ning Lia juga menyoroti aspek kesejahteraan guru dalam program Sekolah Rakyat. Menurutnya, tenaga pendidik yang mengabdi di sekolah berbasis boarding school kerap menghadapi beban ganda, sehingga diperlukan kebijakan penempatan yang mempertimbangkan domisili.

“Guru-guru di Sekolah Rakyat mengabdi untuk anak-anak dari keluarga pra-sejahtera. Beban pengabdian mereka sudah besar, jangan ditambah lagi dengan penempatan yang jauh dari tempat tinggal. Minimal ada kebijakan yang menyesuaikan domisili,” jelasnya.

Sementara itu, untuk program Makan Bergizi Gratis, Ning Lia menekankan perlunya sistem pengawasan yang ketat agar pelaksanaan di lapangan tidak menyimpang. Menurutnya, kesalahan teknis harus dipilah dengan cermat agar tidak langsung menggerus kepercayaan terhadap program.

“Perlu pengawasan ketat. Jika ada kasus keracunan, jangan buru-buru menyalahkan programnya secara total. Bisa jadi ada oknum di lapangan yang bermain. Jadi pengawasannya yang harus diperkuat,” pungkasnya.

Sebagai informasi, Ning Lia dikenal sebagai tokoh muda perempuan Nahdlatul Ulama (NU) dari Jawa Timur. Dengan latar belakang akademisi sekaligus aktivis sosial, ia kerap menyuarakan isu pendidikan, kesejahteraan masyarakat, dan kebijakan publik yang berpihak pada rakyat. Kehadirannya di Bimtek HAM ini menegaskan peran strategisnya dalam mendorong tata kelola yang lebih humanis dan berkeadilan.

Penulis : Nul

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

Bupati Sidoarjo Tegaskan Inovasi Tak Boleh Berhenti di Ajang Kompetisi
Jalan Kedungbanteng-Wonokerto Pasuruan Kembali Diperbaiki, Lantai Kerja Capai 110 Meter
Wabup Pasuruan Tegaskan Karier ASN Berbasis Kompetensi dan Sistem Merit
Sp4n-Lapor! Bangkalan 100 Persen Ditindaklanjuti, Perangkat Daerah Diminta Disiplin Input Pengaduan
Beda Pilihan Politik Harus Dikesampingkan, Gus Fawait: Sekarang Waktunya Bangun Jember
Hari Jadi Pasuruan ke-1097, RSUD Bangil Gelar Baksos Medis Gratis untuk Puluhan Warga
Tiga Kali Raih Diamond Status, RSUD HMR Mataram Selamatkan 234 Pasien Stroke
95 Lukisan SBY Dipamerkan di Surabaya, Khofifah Soroti Karya tentang Tsunami Aceh

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Rabu, 16 September 2026 - 20:40

Bupati Sidoarjo Tegaskan Inovasi Tak Boleh Berhenti di Ajang Kompetisi

Rabu, 16 September 2026 - 20:16

Jalan Kedungbanteng-Wonokerto Pasuruan Kembali Diperbaiki, Lantai Kerja Capai 110 Meter

Rabu, 16 September 2026 - 20:05

Wabup Pasuruan Tegaskan Karier ASN Berbasis Kompetensi dan Sistem Merit

Rabu, 16 September 2026 - 19:58

Sp4n-Lapor! Bangkalan 100 Persen Ditindaklanjuti, Perangkat Daerah Diminta Disiplin Input Pengaduan

Rabu, 16 September 2026 - 18:45

Beda Pilihan Politik Harus Dikesampingkan, Gus Fawait: Sekarang Waktunya Bangun Jember

Berita Terbaru