JAKARTA, RadarBangsa.co.id – Meski telah berlalu, cuplikan jenaka dari Senator DPD RI asal Jawa Timur, Lia Istifhama, kembali jadi sorotan publik. Momen saat ia menyambut penetapan 27 September sebagai Hari Komedi Nasional viral di media sosial, menyedot perhatian warganet dari berbagai penjuru.
Dalam potongan video yang banyak dibagikan ulang, Ning Lia sapaan akrab Lia Istifhama menyampaikan apresiasinya kepada Komeng, komedian legendaris yang kini juga duduk di kursi DPD RI mewakili Jawa Barat. Tak hanya berisi pujian, sambutannya juga dibumbui humor segar yang mengundang tawa.
“Saya, Lia Istifhama, Anggota DPD RI dari Jawa Timur, mengucapkan terima kasih kepada Fadli Zon dan tentu saja Senator Komeng, yang telah membawa suasana politik Indonesia jadi lebih bahagia,” ucapnya sembari tersenyum lebar. Ucapan itu pun langsung menuai gelak tawa dari para penonton di jagat maya.
Tak berhenti di situ, Ning Lia pun melontarkan pantun khas:
“Buah manggis, buah pepaya,
Bang Komeng manis, siapa yang punya?”
Bang Komeng pun tak kalah jenaka saat membalas:
“Ratu Buaya.”
Momen itu pun pecah dalam tawa. “Salam bahagia untuk semuanya,” ujar Ning Lia, menutup pantun dengan senyum hangat.
Namun di balik suasana ringan itu, Ning Lia menyampaikan pesan mendalam. Menurutnya, komedi bukan hanya soal tawa. Ia melihat komedi sebagai alat komunikasi sosial yang kuat cara yang cerdas dan menyentuh untuk menyuarakan keresahan rakyat.
“Komedi adalah bahasa yang menyampaikan kebenaran dengan cara yang tidak menyakitkan,” ujar perempuan yang pernah dinobatkan sebagai Tokoh Muda Nahdliyin Inspiratif oleh Forkom Jurnalis Nahdliyin (FJN).
Sebagai keponakan dari Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, Ning Lia juga menyoroti betapa pentingnya tawa dalam menjaga kesehatan mental dan harmoni sosial.
“Para pelawak adalah pahlawan yang mungkin tak berseragam. Mereka membawa harapan lewat humor yang menyegarkan,” tambahnya.
Ia pun menegaskan bahwa komedi bisa jadi jembatan untuk merawat nilai-nilai kebangsaan, cinta kasih, dan perdamaian. Dalam pandangannya, guyonan cerdas punya peran besar dalam membentuk lingkungan sosial yang sehat.
“Komedi bukan cuma hiburan, tapi juga sarana edukasi. Ia mendamaikan, menginspirasi, dan menguatkan,” ujarnya mantap.
Penetapan Hari Komedi Nasional yang bertepatan dengan hari lahir Bing Slamet, legenda komedi tanah air, dianggapnya sebagai bentuk penghargaan atas kontribusi besar dunia lawak dalam sejarah budaya Indonesia.
“Kita patut meneladani semangat Bing Slamet. Komedi dalam film, kalau dikemas dengan sehat dan bermutu, bisa jadi sarana pendidikan yang luar biasa,” terang Ning Lia.
Tak hanya soal tawa, ia juga menyoroti pentingnya mendukung industri perfilman tanah air. Baginya, film—terutama yang menyuguhkan komedi berkualitas—adalah pintu agar Indonesia bisa lebih dikenal di panggung internasional.
“Kalau ingin Indonesia go global, dunia film dan seni peran harus mendapat tempat. Tapi tentu, film yang sehat. Jangan terlalu banyak adegan kekerasan yang malah memberi dampak buruk, khususnya untuk anak-anak,” tegasnya.
Momen ini bukan hanya sekadar selebrasi Hari Komedi Nasional, tapi juga refleksi bahwa dalam setiap tawa, ada semangat untuk menyatukan, menghibur, sekaligus menyembuhkan bangsa.
Dan di tengah euforia media sosial, satu kalimat dari Ning Lia kembali viral:
“Bang Komeng manis, siapa yang punya?”
Warganet pun kompak menjawab:
“Indonesia!”
Lainnya:
- Darurat Lapangan Kerja, Wamenaker Ungkap 155 Juta Pekerja Masih Bertahan di Sektor Informal
- Menteri PKP Turun ke Bangkalan, 573 Rumah Warga Siap Dibedah Tahun Ini
- Di Tengah Konflik Dunia, Khofifah Serukan Perdamaian dari Surabaya Saat Nyepi 1948
Penulis : Nul
Editor : Zainul Arifin








