BANGKALAN, RadarBangsa.co.id – Upaya modernisasi tata kelola pendapatan daerah di Kabupaten Bangkalan kembali dipercepat melalui penguatan transformasi digital. Langkah tersebut diwujudkan dengan melaksanakan Studi Banding Replikasi Aplikasi Pengelolaan Pendapatan Daerah di Aula Bappeda Banyuwangi, Kamis (4/12). Kegiatan ini dipandang strategis mengingat digitalisasi menjadi faktor penting dalam efisiensi dan transparansi pengelolaan PAD di era layanan publik berbasis data.
Rombongan Pemkab Bangkalan dipimpin Asisten Administrasi Umum, dr. Nunuk Kristiani, Sp.Rad, mewakili Bupati Bangkalan Lukman Hakim. Mereka disambut oleh Kepala Bappeda Banyuwangi Yayan Waspo Tondo Wicaksono dan Kepala Bappenda Banyuwangi Samsudin, SE., M.Si., yang memaparkan keberhasilan Banyuwangi dalam membangun sistem PAD digital yang kini banyak direplikasi daerah lain.
Dalam kunjungan tersebut, Pemkab Bangkalan mempelajari langsung berbagai aplikasi digital milik Banyuwangi seperti E–PAD, E–BPHTB, ASN Bijak, serta E–Loket PBB. Tim juga menelaah arsitektur aplikasi, sistem integrasi data, hingga mekanisme operasional harian yang menjadikan Banyuwangi sebagai salah satu daerah dengan penerapan digitalisasi PAD paling efektif di Indonesia.
Melalui sambutan yang dibacakan dr. Nunuk, Bupati Lukman Hakim menyampaikan apresiasi atas penerimaan hangat dari Pemkab Banyuwangi. Ia menilai, keberhasilan Banyuwangi menjadi bukti bahwa transformasi digital mampu meningkatkan akuntabilitas sekaligus memudahkan pelayanan.
“Banyuwangi menunjukkan bagaimana inovasi digital mampu menciptakan efisiensi dan keterbukaan. Ini menjadi inspirasi penting bagi Bangkalan untuk memperkuat sistem PAD kami,” ujarnya.
Bupati menegaskan bahwa implementasi teknologi digital bukan sekadar kebutuhan, tetapi tuntutan bagi pemerintah daerah yang ingin bekerja lebih cepat dan akurat. Ia memastikan seluruh hasil studi banding akan diadaptasi dan disesuaikan dengan kebutuhan Bangkalan.
Menurutnya, kegiatan ini juga menjadi momentum memperkuat kolaborasi antardaerah. Pembelajaran teknis dan pertukaran pengalaman diharapkan dapat melahirkan kerja sama jangka panjang dalam pengembangan layanan publik berbasis teknologi.
“Kami ingin kegiatan ini menghasilkan rekomendasi teknis yang aplikatif untuk Bangkalan. Semoga menjadi langkah besar dalam peningkatan layanan publik kedua daerah,” tutupnya.
Penulis : Nul
Editor : Zainul Arifin








