Banjir di Pasuruan Belum Surut, Ribuan Rumah di Rejoso, Beji, dan Grati Terendam hingga 1 Meter

Kamis, 26 Maret 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Kondisi banjir di Kecamatan Rejoso, Pasuruan, Kamis (26/3/2026) (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

Kondisi banjir di Kecamatan Rejoso, Pasuruan, Kamis (26/3/2026) (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

PASURUAN, RadarBangsa.co.id – Banjir masih merendam sejumlah wilayah di Kabupaten Pasuruan hingga Kamis (26/3/2026). Setidaknya tiga kecamatan terdampak, yakni Rejoso, Beji, dan Grati, dengan ribuan rumah warga masih tergenang air.

Data BPBD Kabupaten Pasuruan mencatat, genangan belum sepenuhnya surut meski intensitas hujan mulai berkurang dalam beberapa hari terakhir.

Di Kecamatan Rejoso, banjir merendam 1.774 rumah yang tersebar di 11 desa. Desa-desa terdampak meliputi Jarangan, Toyaning, Pandanrejo, hingga Rejoso Lor. Kondisi terparah terjadi di Dusun Bandaran, Desa Jarangan, dengan ketinggian air mencapai 40 hingga 100 sentimeter dan berdampak pada 467 jiwa.

Selain itu, genangan setinggi hingga 100 sentimeter juga terjadi di Dusun Petampungan, Desa Rejoso Lor. Sementara di Kecamatan Beji, banjir masih menggenangi Desa Kedungringin dan Kedungboto, dengan titik terdalam berada di Dusun Bahrowo yang mencapai 110 sentimeter.

Untuk wilayah Kecamatan Grati, banjir tersisa di Dusun Kebrukan, Desa Kedawung Kulon. Meski mulai surut, ketinggian air masih berkisar 40 sentimeter.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Pasuruan, Sugeng Hariyadi mengatakan, bantuan terus disalurkan untuk warga terdampak.

“Banyak sekali bantuan yang diberikan dan langsung kami salurkan untuk mengurangi dampak banjir serta membantu kebutuhan darurat,” ujar Sugeng saat meninjau shelter di Rejoso.
Bantuan yang digelontorkan berasal dari berbagai pihak, termasuk BNPB, Pemerintah Provinsi Jawa Timur, dan Pemkab Pasuruan. Bantuan meliputi makanan siap saji, selimut, obat-obatan, hingga pompa air berkapasitas besar.

Sugeng menjelaskan, banjir dipicu curah hujan ekstrem disertai angin kencang yang terjadi selama beberapa hari berturut-turut. Kondisi tersebut menyebabkan sungai meluap dan merendam permukiman warga.

BPBD berharap cuaca segera membaik agar proses penanganan berjalan maksimal dan genangan cepat surut. “Mudah-mudahan hari ini tidak turun hujan lebat, mengingat ini sudah memasuki akhir musim penghujan,” pungkas Sugeng.

Penulis : Nul

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

Beda Pilihan Politik Harus Dikesampingkan, Gus Fawait: Sekarang Waktunya Bangun Jember
95 Lukisan SBY Dipamerkan di Surabaya, Khofifah Soroti Karya tentang Tsunami Aceh
Sidoarjo Jadi Daerah Percontohan InCircular, Subandi Dorong Pengelolaan Sampah dari Hulu
Kemnaker Seleksi Peserta MagangHub Batch 2 Angkatan II, Mulai Magang 21 September
Kemnaker-Baznas Perluas Akses Kerja Inklusif, Disabilitas hingga Magang ke Jepang
Pemerintah Tetapkan 26 Hari Libur 2027, Ini Aturan Kerja dan Cuti Bersamanya
Khofifah Percepat BSPS di Jatim, 12.371 Rumah Sudah Masuk Tahap Konstruksi
RSUD H. Moh. Ruslan Mataram Siapkan One Stop Service Pemeriksaan Calon Jemaah Haji 2027

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Rabu, 16 September 2026 - 18:45

Beda Pilihan Politik Harus Dikesampingkan, Gus Fawait: Sekarang Waktunya Bangun Jember

Rabu, 16 September 2026 - 17:58

95 Lukisan SBY Dipamerkan di Surabaya, Khofifah Soroti Karya tentang Tsunami Aceh

Rabu, 16 September 2026 - 13:08

Sidoarjo Jadi Daerah Percontohan InCircular, Subandi Dorong Pengelolaan Sampah dari Hulu

Rabu, 16 September 2026 - 09:43

Kemnaker Seleksi Peserta MagangHub Batch 2 Angkatan II, Mulai Magang 21 September

Rabu, 16 September 2026 - 09:38

Kemnaker-Baznas Perluas Akses Kerja Inklusif, Disabilitas hingga Magang ke Jepang

Berita Terbaru