SEMARANG, RadarBangsa.co.id – Dugaan aksi begal di Jalan Barito, Kelurahan Bugangan, Kecamatan Semarang Timur, Kota Semarang, viral di media sosial setelah seorang pemuda dilaporkan menjadi korban pengeroyokan dan perampasan saat melintas dini hari, Selasa (12/5/2026).
Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 00.30 WIB itu kini dalam pendalaman jajaran Polsek Semarang Timur bersama Unit Resmob Satreskrim Polrestabes Semarang. Polisi menyisir rekaman CCTV dan meminta masyarakat segera melapor jika mengalami tindak kriminal serupa.
Korban diketahui bernama HFA (20),. Saat kejadian, korban baru pulang nongkrong bersama rekannya dan melintas di kawasan dekat SMK Dr. Cipto.
Menurut keterangan yang dihimpun kepolisian, korban diduga dipepet tiga pelaku yang berboncengan menggunakan satu sepeda motor. Pelaku kemudian meminta korban berhenti sambil memaksa menyerahkan telepon genggam miliknya.
Korban sempat mencoba menghindar dari pelaku. Namun, salah satu pelaku diduga menendang korban hingga terjatuh ke trotoar. Akibatnya, korban mengalami luka pada bagian kaki, sementara seorang saksi dilaporkan mengalami luka pada tangan.
Selain menyebabkan korban terluka, kejadian tersebut juga mengakibatkan uang tunai sekitar Rp130 ribu milik korban hilang. Informasi kejadian yang beredar cepat di media sosial langsung memicu kekhawatiran warga terkait keamanan jalanan pada malam hari.
Kapolsek Semarang Timur IPTU Andy Susanto mengatakan pihaknya langsung bergerak melakukan pengecekan begitu menerima laporan dan informasi viral yang beredar di media sosial.
“Anggota langsung melakukan pengecekan lokasi kejadian, mengumpulkan keterangan korban dan saksi, serta melakukan penelusuran CCTV di sekitar TKP,” ujar IPTU Andy Susanto.
Polisi juga telah melakukan penyisiran di sekitar lokasi untuk mencari kemungkinan barang bukti lain yang berkaitan dengan dugaan tindak kriminal tersebut. Hingga kini, penyelidikan masih terus berlangsung untuk memastikan identitas dan keberadaan para pelaku.
Kasus dugaan begal ini kembali memunculkan kekhawatiran masyarakat terkait keamanan jalanan di wilayah Semarang Timur, terutama pada jam rawan dini hari. Polisi meminta masyarakat tidak menunda pelaporan agar penanganan bisa dilakukan lebih cepat.
“Kami mengimbau masyarakat segera melapor melalui kantor polisi terdekat, layanan 110, maupun aplikasi Libas agar dapat segera kami tindak lanjuti,” tegas IPTU Andy Susanto.
Saat ini, aparat kepolisian masih mendalami seluruh fakta di lapangan sambil menunggu hasil penelusuran CCTV dan keterangan tambahan dari saksi maupun korban.
Penulis : Oki
Editor : Zainul Arifin


















Komentar