Bimtek Desa Kepatihan Gresik, Dorong Tata Kelola dan Layanan Publik 2025

- Redaksi

Sabtu, 29 November 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Peserta bimtek Desa Kepatihan saat mengikuti sesi materi peningkatan kapasitas aparatur. (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

Peserta bimtek Desa Kepatihan saat mengikuti sesi materi peningkatan kapasitas aparatur. (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

GRESIK, RadarBangsa.co.id – Pemerintah Desa Kepatihan, Kecamatan Menganti, Kabupaten Gresik, menggelar bimbingan teknis peningkatan kapasitas aparatur dan penguatan lembaga kemasyarakatan desa sebagai langkah strategis memperkuat tata kelola pemerintahan pada 2025. Kegiatan yang berlangsung dua hari di Arayanna Hotel and Resort Trawas, Mojokerto, pada 28–29 November 2025 ini diikuti perangkat desa, BPD, LPMD, ketua RT/RW, TP PKK, hingga pengurus Koperasi Desa Merah Putih.

Bimtek tersebut menjadi ruang konsolidasi lintas lembaga tingkat desa, sekaligus momentum penyerahan Surat Keputusan (SK) kepada ketua RT terpilih. Kepala Desa Kepatihan, H. Dodik Soeprayogi, menegaskan kegiatan ini penting untuk memastikan pelayanan publik tetap adaptif terhadap perubahan.
“Kami ingin perangkat desa memiliki pemahaman yang sama tentang arah pembangunan. Kekompakan ini yang terus kami rawat,” ujarnya.

Acara dibuka Camat Menganti, Bagus Arif Jauhari, S.STP, yang mengapresiasi komitmen Desa Kepatihan menginisiasi bimtek secara mandiri. Ia menilai kegiatan semacam ini dapat menjadi model pembinaan desa lain.
“Tidak banyak desa yang mampu menyelenggarakan bimtek secara rutin. Kepatihan menunjukkan keseriusan membangun tata kelola yang lebih profesional,” tuturnya.

Narasumber utama, Dr. Rian Pramana Suwanda, S.STP., MHP, dari DPMD Gresik, memaparkan pentingnya integrasi Satu Data Desa sebagai fondasi perencanaan pembangunan. Ia menekankan bahwa desa membutuhkan data akurat untuk memastikan program tepat sasaran.
“Desa yang kuat adalah desa yang memahami warganya melalui data. Itu kunci pembangunan modern,” jelasnya.

Selain membahas isu pemerintahan terkini dari pusat hingga desa, peserta juga menerima materi pengembangan Koperasi Desa Merah Putih yang tengah digenjot sebagai motor ekonomi lokal. Sesi dilanjutkan dengan wawasan kebangsaan oleh Danramil Menganti, Kapten Infanteri Didik Hartono, yang menekankan pentingnya solidaritas dan ketahanan sosial.

Kegiatan ditutup dengan senam pagi bersama serta lomba sepak bola mini antarlembaga sebagai sarana memperkuat kebersamaan. Pemdes Kepatihan berharap agenda ini dapat dilaksanakan rutin setiap tahun dan mampu menjangkau lebih banyak unsur masyarakat.

Lainnya:

Penulis : Nul

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

Darurat Lapangan Kerja, Wamenaker Ungkap 155 Juta Pekerja Masih Bertahan di Sektor Informal
Menteri PKP Turun ke Bangkalan, 573 Rumah Warga Siap Dibedah Tahun Ini
Di Tengah Konflik Dunia, Khofifah Serukan Perdamaian dari Surabaya Saat Nyepi 1948
Saat Dunia Memanas, Khofifah Pilih Panggung Nyepi untuk Serukan Stop Perang Global
Jembatan Tarik Nyaris Tumbang, Pemkab Sidoarjo Pastikan Dibangun 2027
BPBD Batang Dorong Adaptasi Rob, Kawasan Terdampak Disulap Jadi Wisata Perikanan
Bupati Bangkalan Genjot Bibit Lele, Siapkan Perikanan Jadi Penopang Ekonomi Warga
Blitar Siaga Kemarau 2026, 21 Desa Masuk Zona Merah Kekeringan

Berita Terkait

Minggu, 3 Mei 2026 - 22:58 WIB

Darurat Lapangan Kerja, Wamenaker Ungkap 155 Juta Pekerja Masih Bertahan di Sektor Informal

Minggu, 3 Mei 2026 - 18:02 WIB

Di Tengah Konflik Dunia, Khofifah Serukan Perdamaian dari Surabaya Saat Nyepi 1948

Minggu, 3 Mei 2026 - 17:53 WIB

Saat Dunia Memanas, Khofifah Pilih Panggung Nyepi untuk Serukan Stop Perang Global

Minggu, 3 Mei 2026 - 16:49 WIB

Jembatan Tarik Nyaris Tumbang, Pemkab Sidoarjo Pastikan Dibangun 2027

Minggu, 3 Mei 2026 - 15:19 WIB

BPBD Batang Dorong Adaptasi Rob, Kawasan Terdampak Disulap Jadi Wisata Perikanan

Berita Terbaru