Bukan Sekadar Sertifikat, Wamenaker Soroti Kompetensi SDM di Sektor Microbanking

Kamis, 17 September 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Wamenaker Afriansyah Noor saat menjadi pembicara dalam peluncuran Program Sertifikasi Manajemen Risiko Microbanking di Jakarta, Rabu (16/9/2026). (Dok. Ho/RadarBangsa.co.id)

Wamenaker Afriansyah Noor saat menjadi pembicara dalam peluncuran Program Sertifikasi Manajemen Risiko Microbanking di Jakarta, Rabu (16/9/2026). (Dok. Ho/RadarBangsa.co.id)

JAKARTA, RadarBangsa.co.id – Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker) Afriansyah Noor menekankan pentingnya kompetensi sumber daya manusia (SDM) dalam memperkuat pengelolaan risiko di sektor microbanking.

Penegasan itu disampaikan Afriansyah saat menjadi pembicara dalam peluncuran Program Sertifikasi Manajemen Risiko Microbanking di Jakarta, Rabu (16/9/2026).

Menurut Afriansyah, sektor microbanking memiliki peran strategis dalam perekonomian masyarakat karena menjadi salah satu penopang utama akses pembiayaan bagi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Di sisi lain, sektor tersebut menghadapi beragam risiko yang perlu dikelola secara tepat, mulai dari risiko kredit dan operasional hingga tindak kecurangan atau fraud. Kondisi itu membuat kebutuhan terhadap tenaga kerja yang mampu mengidentifikasi, mengendalikan, dan memantau risiko menjadi semakin penting.

“Sektor microbanking memiliki peran strategis dalam perekonomian masyarakat karena menjadi penopang utama akses pembiayaan bagi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM),” ujar Afriansyah.

Ia mengatakan perkembangan industri keuangan yang berlangsung cepat juga menuntut peningkatan kapasitas SDM yang tidak berhenti pada penguasaan teori.

Menurutnya, kompetensi tenaga kerja harus mencakup keterampilan praktis, sikap kerja, serta pengalaman yang sesuai dengan kebutuhan pekerjaan.

Dalam konteks tersebut, sertifikasi kompetensi dinilai menjadi salah satu instrumen untuk memastikan standar kemampuan tenaga kerja. Namun, Afriansyah mengingatkan agar sertifikasi tidak berhenti sebagai formalitas administratif.

“Sertifikasi kompetensi wajib memenuhi prinsip 4T yaitu terukur, teruji, tervalidasi, dan terpercaya. Tolak ukur keberhasilannya bukan terletak pada banyaknya lembar sertifikat yang diterbitkan, melainkan pada dampak nyatanya terhadap peningkatan produktivitas dan kualitas pengelolaan industri,” tegasnya.

Untuk memastikan prinsip tersebut berjalan, Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) menjalankan lima peran dalam penguatan sertifikasi kompetensi.

Kelima peran itu meliputi menjaga standar kompetensi, menjamin mutu pelatihan, memberikan pengakuan kualifikasi, menyelaraskan program dengan kebutuhan pasar kerja melalui link and match, serta mengawal dampak sertifikasi terhadap efisiensi industri.

Langkah tersebut diarahkan agar sertifikasi kompetensi tidak hanya menjadi bukti pengakuan terhadap kemampuan tenaga kerja. Sertifikasi juga diharapkan tetap relevan dengan kebutuhan pekerjaan dan perkembangan industri.

Dengan pendekatan itu, kompetensi yang dimiliki tenaga kerja diharapkan benar-benar mencerminkan kemampuan yang dibutuhkan di tempat kerja, termasuk dalam mendukung pengelolaan risiko pada sektor microbanking.

Penulis : Nul

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

Menaker Yassierli: Indonesia Siap Jadi Mitra Dialog Pekerja ASEAN di Tengah Gejolak Global
Kapolri Tekankan Integritas Personel serta Pelayanan Humanis untuk Perkuat Kepercayaan Publik
Bupati Bangkalan Dorong Kader Kesehatan Perkuat Pendampingan Ibu dan Anak
PAPDESI Kendal Berharap Siltap Kades dan Perangkat Desa Tetap Dipertahankan
PIWK Sidoarjo Dikebut, Subandi Minta Jalan Rusak Segera Ditangani
DPRD Kabupaten Pasuruan Bahas Perubahan Perda Pajak dan Retribusi
Kemnaker Verifikasi Mitra MagangHub hingga 30 Oktober, Ini Jadwal Seleksi Peserta
Gus Iqdam di Pasuruan: Serukan Ilmu, Akhlak, dan Sedekah

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 13:18

Menaker Yassierli: Indonesia Siap Jadi Mitra Dialog Pekerja ASEAN di Tengah Gejolak Global

Jumat, 30 Oktober 2026 - 14:02

Kapolri Tekankan Integritas Personel serta Pelayanan Humanis untuk Perkuat Kepercayaan Publik

Jumat, 30 Oktober 2026 - 08:38

Bupati Bangkalan Dorong Kader Kesehatan Perkuat Pendampingan Ibu dan Anak

Kamis, 29 Oktober 2026 - 23:36

PAPDESI Kendal Berharap Siltap Kades dan Perangkat Desa Tetap Dipertahankan

Kamis, 29 Oktober 2026 - 10:47

PIWK Sidoarjo Dikebut, Subandi Minta Jalan Rusak Segera Ditangani

Berita Terbaru