Bupati Malang Luncurkan Madrasah Membatik, 1 Kilometer Karya Siswa MTsN 7

Kamis, 18 Desember 2025

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Bupati Malang Drs. H. M. Sanusi, M.M saat launching Program Madrasah Membatik di MTsN 7 Malang, Rabu (17/12). Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id

Bupati Malang Drs. H. M. Sanusi, M.M saat launching Program Madrasah Membatik di MTsN 7 Malang, Rabu (17/12). Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id

MALANG, RadarBangsa.co.id — Pemerintah Kabupaten Malang resmi meluncurkan Program Madrasah Membatik di MTs Negeri 7 Malang, Jalan Raya Pandanajeng No. 25, Kecamatan Tumpang, Rabu (17/12) pagi. Program ini menjadi langkah konkret penguatan pendidikan berbasis budaya sekaligus upaya pelestarian batik di kalangan generasi muda.

Peluncuran dilakukan langsung oleh Bupati Malang Drs. H. M. Sanusi, M.M. Turut hadir Kepala Kementerian Agama Kabupaten Malang Drs. H. Sahid, M.M., Kepala Dinas Keluarga Berencana Kabupaten Malang, jajaran pimpinan madrasah, guru, serta keluarga besar MTsN 7 Malang.

Momentum launching ditandai dengan kegiatan membatik massal sepanjang 1 kilometer yang melibatkan seluruh siswa MTsN 7 Malang. Aksi ini bukan sekadar simbolis, melainkan menjadi representasi pendidikan karakter melalui kerja kolektif, ketekunan, dan kedisiplinan. Para siswa dilibatkan langsung dalam setiap proses membatik, mulai dari pengenalan motif hingga pewarnaan, sehingga memberikan pengalaman belajar yang kontekstual.

Dalam sambutannya, Bupati Malang menyampaikan apresiasi atas inisiatif MTsN 7 Malang yang dinilainya visioner dan relevan dengan tantangan pendidikan saat ini. Menurutnya, pendidikan tidak cukup hanya berfokus pada capaian akademik, tetapi juga harus menanamkan nilai budaya, kreativitas, dan kebanggaan identitas nasional.

“Melalui kegiatan ini, kita tidak hanya merayakan warisan budaya Indonesia yang begitu kaya, tetapi juga mendorong anak-anak untuk mengenal dan mencintai batik sebagai identitas bangsa yang bernilai tinggi,” ujar Sanusi.

Ia menegaskan, Program Madrasah Membatik merupakan strategi positif untuk menjaga keberlanjutan budaya di tengah arus modernisasi. Batik, kata dia, tidak boleh berhenti sebagai simbol seremoni, melainkan harus menjadi bagian dari proses pendidikan yang hidup dan berkelanjutan.

“Kegiatan ini bukan semata menciptakan karya seni, tetapi menjadi ruang pembelajaran untuk melatih kreativitas, kerja sama, kesabaran, dan semangat kebersamaan. Pengalaman seperti ini akan membekas dalam perjalanan pendidikan para siswa,” jelasnya.

Bupati Malang juga menyoroti potensi batik sebagai bagian dari industri kreatif nasional yang telah diakui dunia. Ia berharap, pengenalan sejak dini dapat membuka wawasan siswa terhadap peluang ekonomi kreatif di masa depan tanpa meninggalkan akar budaya.

“Pendidikan holistik yang menggabungkan pengetahuan akademik dan keterampilan praktis adalah kunci membentuk generasi tangguh, kreatif, dan berdaya saing,” tandasnya.

Program Madrasah Membatik diharapkan menjadi gerakan berkelanjutan, bukan sekadar agenda seremonial. Pemerintah Kabupaten Malang mendorong kolaborasi lintas sektor agar kegiatan serupa dapat direplikasi di madrasah dan sekolah lain sebagai bagian dari penguatan identitas budaya bangsa sejak usia dini.

Penulis : Nul

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

Bupati Bangkalan Dorong Kader Kesehatan Perkuat Pendampingan Ibu dan Anak
PAPDESI Kendal Berharap Siltap Kades dan Perangkat Desa Tetap Dipertahankan
PIWK Sidoarjo Dikebut, Subandi Minta Jalan Rusak Segera Ditangani
DPRD Kabupaten Pasuruan Bahas Perubahan Perda Pajak dan Retribusi
Gus Iqdam di Pasuruan: Serukan Ilmu, Akhlak, dan Sedekah
Paripurna, Fraksi Golkar DPRD Ngawi Soroti Defisit RAPBD 2027, Usulkan Stadion Baru Berkapasitas 40.000 Penonton
HKG PKK ke-54, Luthfiana Lukman Hakim Perkuat Peran Keluarga di Bangkalan
Pelatihan Pelinting Rokok di Bangkalan, 30 Warga Burneh Ikuti Pembekalan
Tag :

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Jumat, 30 Oktober 2026 - 08:38

Bupati Bangkalan Dorong Kader Kesehatan Perkuat Pendampingan Ibu dan Anak

Kamis, 29 Oktober 2026 - 23:36

PAPDESI Kendal Berharap Siltap Kades dan Perangkat Desa Tetap Dipertahankan

Kamis, 29 Oktober 2026 - 10:47

PIWK Sidoarjo Dikebut, Subandi Minta Jalan Rusak Segera Ditangani

Kamis, 29 Oktober 2026 - 08:31

DPRD Kabupaten Pasuruan Bahas Perubahan Perda Pajak dan Retribusi

Rabu, 28 Oktober 2026 - 16:22

Gus Iqdam di Pasuruan: Serukan Ilmu, Akhlak, dan Sedekah

Berita Terbaru