PEMALANG, RadarBangsa.co.id — Ratusan wajah baru aparatur pemerintah memenuhi Taman Apresiasi Widuri, Jumat (7/11/2025). Di bawah langit pagi yang cerah, Bupati Pemalang Anom Widiyantoro melantik 783 Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK). Upacara tersebut menandai babak baru pengabdian bagi para aparatur sipil di lingkungan Pemerintah Kabupaten Pemalang.
Dalam sambutannya, Bupati Anom menegaskan bahwa pelantikan bukanlah garis akhir perjuangan, melainkan pintu masuk menuju tanggung jawab yang lebih besar. Ia mengingatkan para pegawai untuk menjaga semangat melayani dengan kinerja yang konsisten dan berintegritas.
“Pelantikan ini adalah amanah. Saudara-saudara adalah wajah pemerintah di mata masyarakat. Tunjukkan dedikasi dan jadilah contoh bagi publik,” ujar Anom dengan nada tegas namun bersahabat.
Ia menambahkan, menjadi ASN, baik berstatus PNS maupun PPPK, tidak boleh dimaknai sekadar rutinitas pekerjaan. Lebih dari itu, kata Bupati, ASN dituntut untuk memiliki komitmen moral dan etika pelayanan.
“Status PPPK bukan pembeda dalam pengabdian. Yang membedakan hanyalah kinerja, etika, dan loyalitas. Pemerintah menilai dari kerja nyata, bukan dari status kepegawaian,” imbuhnya.
Anom juga menekankan pentingnya membangun citra positif birokrasi melalui pelayanan publik yang cepat dan profesional. Menurutnya, kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah berawal dari interaksi sederhana di loket pelayanan hingga kerja lapangan para ASN.
“Masyarakat menilai pemerintah dari bagaimana kita melayani. Karena itu, berikan pelayanan yang ramah, responsif, dan solutif. Jadilah aparatur yang hadir membawa manfaat,” pesannya.
Selain berbicara soal integritas, Bupati juga menyinggung langkah reformasi birokrasi yang tengah dijalankan Pemkab Pemalang. Pemerintah daerah, ujarnya, sedang berupaya memperkuat efisiensi belanja daerah dan memperbaiki tata kelola administrasi agar lebih adaptif terhadap kebutuhan masyarakat.
“Kami berharap PPPK yang baru dilantik mampu berinovasi di unit kerja masing-masing. Jangan hanya fokus pada administrasi, tapi hadirkan gagasan segar untuk memperbaiki pelayanan publik,” tutur Anom.
Ia menutup sambutan dengan ajakan reflektif. Momentum pelantikan, kata Anom, harus dijadikan titik balik perubahan budaya kerja di lingkungan pemerintahan.
“Mari jadikan hari ini sebagai awal perubahan. Kita wujudkan birokrasi yang profesional, berintegritas, harmonis, dan berorientasi pelayanan. Bersama, kita bangun Pemalang yang maju dan berdaya saing,” pungkasnya.
Sementara itu, Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Pemalang, Eko Adi Santoso, menjelaskan bahwa 783 PPPK yang dilantik mencakup formasi guru, tenaga kesehatan, dan tenaga pelaksana dari dua tahap rekrutmen tahun 2024.
Pelantikan turut dihadiri Ketua DPRD Pemalang, Penjabat Sekda, Ketua TP PKK, serta sejumlah kepala perangkat daerah. Kehadiran para pejabat ini mencerminkan dukungan penuh terhadap para pegawai baru, sekaligus komitmen pemerintah daerah untuk memperkuat sumber daya aparatur yang profesional dan berorientasi pelayanan publik.
Penulis : Nul
Editor : Zainul Arifin









