SURABAYA, RadarBangsa.co.id – Tragedi kebakaran Gedung Negara Grahadi akibat kerusuhan pada Sabtu (30/9/2025) terus menyisakan duka. Bangunan bersejarah yang menjadi salah satu ikon perjuangan bangsa itu terbakar setelah diduga diprovokasi oleh pihak-pihak tak bertanggung jawab.
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengaku sangat terpukul atas peristiwa tersebut. Ia menegaskan, meski renovasi segera dilakukan, kerusakan pada sisi barat Gedung Grahadi sulit dipulihkan 100 persen.
“Bisa dibangun kembali, tetapi relief dan ceiling asli tidak mungkin sepenuhnya sama. Replikasi bisa dilakukan, tapi mengembalikan seperti semula itu tidak mudah,” kata Khofifah, Rabu (3/9).
Menurut Khofifah, nilai kerugian tak bisa diukur secara materi. “Gedung Negara Grahadi adalah heritage, nilai sejarahnya tak ternilai harganya,” ujarnya.
Publik semakin menyoroti keberadaan sosok misterius yang terekam dalam video pembakaran Grahadi. Pria berjaket ojol hijau dengan helm full-face, celana army, dan sepatu Adidas Terrex itu diduga bukan pengemudi ojek online asli. Kesaksian sejumlah peserta aksi menyebut, orang tersebut muncul tiba-tiba dan langsung menyalakan api.
Kecurigaan itu diperkuat dengan penangkapan Delpedro Marhaen oleh Polda Metro Jaya pada Senin (1/9) malam.
“Dia menghasut untuk melakukan tindakan anarkistis, bukan ajakan berunjuk rasa,” ungkap Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Ade Ary Syam Indradi.
Selain itu, aktivis Ferry Irwandi melalui akun Instagram pribadinya menyebut empat akun media sosial diduga berperan sebagai provokator kerusuhan, yaitu @Tekarok007, @Heraloebss, @Mas\_Veel, dan @Ndrewstjan.
Senator asal Jawa Timur, Lia Istifhama, turut menyoroti kasus ini. Dalam sebuah kegiatan sosial di Surabaya, ia menegaskan perlunya aparat bertindak tegas terhadap dalang kerusuhan.
“Kita bicara nama besar Indonesia dan keberlangsungan bangsa. Siapapun yang meracuni pikiran anak-anak untuk bertindak anarkis harus ditindak tegas,” tegasnya.
Lia juga mendorong aparat keamanan mengungkap identitas para provokator secara terbuka.
“Harapan saya, spill identitas mereka agar ada sanksi sosial sekaligus efek jera. Jangan sampai ada lagi yang berani memprovokasi perusakan cagar budaya, apalagi heritage yang menjadi saksi perjuangan bangsa,” katanya.
Gedung Negara Grahadi merupakan salah satu peninggalan bersejarah yang merekam perjalanan bangsa sejak masa kolonial hingga kemerdekaan. Lia mengingatkan bahwa menjaga warisan itu sama dengan menjaga martabat bangsa.
“Negara kita lahir dari pengorbanan, dan warisan perjuangan harus kita jaga bersama. Mari lawan setiap aksi yang merusak keluhuran negeri ini,” pungkasnya.
Penulis : Nul
Editor : Zainul Arifin


















Komentar