PELALAWAN, RadarBangsa.co.id – Suasana Ramadhan hingga pagi Idul Fitri 1447 Hijriah di Kabupaten Pelalawan, Riau, diwarnai pesan kuat soal pentingnya kebersamaan. Bupati Pelalawan H Zukri Misran bersama Wakil Bupati H Husni Tamrin menegaskan sinergi pemerintah, media, dan masyarakat menjadi kunci menghadapi tantangan pembangunan daerah.
Pesan itu disampaikan dalam dua momentum besar, yakni buka puasa bersama insan pers di Balai Seminai Kompleks Kantor Bupati Pelalawan dan pelaksanaan Sholat Idul Fitri di Lapangan Mini Soccer Pangkalan Kerinci. Di tengah ancaman penurunan anggaran daerah 2027, pemerintah daerah meminta seluruh elemen tetap optimistis dan produktif.
Kegiatan buka puasa bersama digelar pada Senin (16/3/2026) dengan dihadiri unsur Forkopimda, Sekretaris Daerah Tengku Zulfan, Kapolres Pelalawan, Kepala Kejaksaan Negeri Pelalawan, Kepala Dinas Kominfo, serta jajaran pejabat lainnya. Puluhan insan pers hadir dalam agenda yang berlangsung hangat dan penuh dialog.
Dalam kesempatan itu, Bupati Zukri menempatkan pers sebagai mitra strategis pemerintah daerah. Menurutnya, media memiliki peran penting menjaga optimisme masyarakat sekaligus menjadi jembatan informasi pembangunan.
Ia menilai hubungan yang baik antara pemerintah dan pers akan memperkuat kepercayaan publik. Karena itu, silaturahmi dan komunikasi harus terus dijaga agar pembangunan berjalan dengan dukungan semua pihak.
Memasuki penghujung Ramadhan, Zukri juga menyampaikan refleksi atas kepemimpinannya. Ia mengakui masih terdapat kekurangan selama menjalankan roda pemerintahan dan menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat maupun insan pers.
Selain itu, Bupati Pelalawan mengingatkan adanya tantangan fiskal ke depan. Proyeksi anggaran daerah tahun 2027 disebut berpotensi menurun dibanding tahun sebelumnya, sehingga setiap program pemerintah harus lebih tepat sasaran dan memberi dampak langsung bagi masyarakat.
Pemerintah daerah menegaskan kebijakan pembangunan akan diselaraskan dengan arah pemerintah pusat. Dengan keterbatasan anggaran, prioritas diarahkan pada program yang menyentuh kebutuhan dasar masyarakat serta mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
Momentum kebersamaan itu berlanjut pada Sabtu pagi (21/3/2026) saat ribuan warga memadati Lapangan Mini Soccer Pangkalan Kerinci untuk menunaikan Sholat Idul Fitri 1447 H. Meski cuaca mendung, antusiasme masyarakat tetap tinggi.
Bupati Zukri dan Wakil Bupati Husni Tamrin hadir bersama Ketua DPRD Pelalawan, Kapolres, Sekda, kepala OPD, tokoh agama, serta tokoh masyarakat. Kehadiran unsur pimpinan daerah dinilai menjadi simbol kekompakan dalam membangun Pelalawan.
“Silaturahmi adalah kunci kekuatan seorang muslim dan juga kekuatan sebuah bangsa. Karena itu kami mengundang teman-teman semua untuk memperkuat kebersamaan,” ujar Zukri saat buka puasa bersama.
“Saya bukanlah bupati yang sempurna. Jika selama ini ada sikap atau kebijakan yang kurang berkenan, saya memohon maaf dari lubuk hati yang paling dalam,” tambahnya.
Terkait tantangan anggaran, ia menegaskan, “Kita tidak boleh menjadi kaum yang hanya mengeluh. Kita harus tetap berikhtiar, berkreasi, dan berinovasi demi masa depan Pelalawan yang lebih baik.”
Pada momen Idul Fitri, Zukri kembali menekankan program sosial pemerintah daerah. “Cita-cita kami adalah menyantuni anak yatim, memperhatikan kaum dhuafa, serta menghadirkan kehidupan yang lebih layak bagi masyarakat Pelalawan,” katanya.
Pesan kebersamaan yang terus digaungkan pemerintah daerah menjadi penting di tengah tekanan ekonomi dan potensi penurunan anggaran. Dengan kondisi fiskal yang lebih ketat, dukungan masyarakat, dunia usaha, dan media dibutuhkan agar program prioritas tetap berjalan.
Komitmen terhadap anak yatim, kaum dhuafa, dan kesejahteraan warga juga menunjukkan fokus kebijakan sosial pemerintah daerah. Jika dijalankan konsisten, langkah itu berpotensi menjaga daya beli masyarakat sekaligus memperkuat perlindungan sosial di tingkat daerah.
Bagi masyarakat Pelalawan, momentum Ramadhan dan Idul Fitri tahun ini bukan sekadar agenda keagamaan. Dua peristiwa itu menjadi penanda bahwa pembangunan daerah membutuhkan persatuan, komunikasi, dan optimisme bersama.
Menutup rangkaian kegiatan, Bupati Zukri menegaskan keyakinan menjadi modal utama menghadapi tantangan daerah. “Optimisme itu adalah keyakinan, dan keyakinan adalah doa. Ketika kita yakin dan terus berusaha, InsyaAllah keberkahan akan datang,” pungkasnya.
Penulis : MMd
Editor : Zainul Arifin


















Komentar