Dari RS Jiwa ke Layanan Terpadu, Transformasi RS Menur Tuai Apresiasi Anggota DPD RI Lia Istifhama

Jumat, 16 Januari 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Anggota DPD RI Lia Istifhama saat meninjau fasilitas dan layanan kesehatan di RS Menur Surabaya. (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

Anggota DPD RI Lia Istifhama saat meninjau fasilitas dan layanan kesehatan di RS Menur Surabaya. (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

SURABAYA, RadarBangsa.co.id — Rumah Sakit Menur Surabaya menunjukkan perubahan signifikan dalam lanskap layanan kesehatan Jawa Timur. Transformasi menyeluruh yang mencakup penguatan layanan kesehatan jiwa hingga pengembangan layanan medis umum itu mendapat apresiasi dari Anggota DPD RI, Lia Istifhama, saat melakukan kunjungan lapangan ke rumah sakit milik Pemerintah Provinsi Jawa Timur tersebut.

Dalam kunjungan tersebut, Lia Istifhama menilai RS Menur kini telah melampaui stigma lama sebagai rumah sakit khusus gangguan kejiwaan. Rumah sakit ini berkembang menjadi fasilitas layanan kesehatan terpadu yang melayani berbagai kebutuhan medis masyarakat, mulai dari kesehatan mental, tumbuh kembang anak, kesehatan remaja, hingga layanan rawat inap dan rawat jalan non-jiwa.

“Dulu masyarakat mengenal RS Menur hanya sebagai rumah sakit kesehatan mental. Sekarang pelayanannya jauh lebih luas dan komprehensif, menjawab kebutuhan kesehatan masyarakat yang semakin kompleks,” ujar Lia Istifhama, Anggota DPD RI asal Jawa Timur, Kamis (15/1).

Perubahan tersebut, menurut Lia, tampak nyata dari modernisasi infrastruktur dan penguatan layanan medis. Sejumlah fasilitas baru telah disiapkan, termasuk ruang rawat jalan yang lebih representatif, ruang rehabilitasi kesehatan, layanan psikologi terpadu, hingga pelayanan kesehatan anak dan remaja yang terintegrasi dalam satu sistem rujukan internal.

Ia menilai transformasi RS Menur sejalan dengan kebijakan Pemerintah Provinsi Jawa Timur di bawah kepemimpinan Gubernur Khofifah Indar Parawansa yang mendorong revitalisasi rumah sakit daerah agar adaptif terhadap tantangan kesehatan masa kini, termasuk isu kesehatan mental pascapandemi.

“Transformasi ini bukan sekadar penambahan gedung atau fasilitas, tetapi perubahan paradigma pelayanan. Rumah sakit daerah harus mampu memberikan layanan yang menyeluruh, inklusif, dan bermutu,” katanya.

Selain fasilitas fisik, Lia juga menyoroti capaian medis yang dicatat RS Menur. Salah satunya adalah keberhasilan tim dokter menangani persalinan bayi kembar, yang selama ini jarang diasosiasikan dengan rumah sakit yang identik dengan layanan psikiatri.

“Keberhasilan medis seperti ini menunjukkan bahwa peningkatan fasilitas diikuti dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia tenaga kesehatan. Ini bukti profesionalisme dan kesiapan RS Menur sebagai rumah sakit rujukan yang lebih luas,” ujarnya.

Transformasi RS Menur juga terlihat dari pendekatan pelayanan yang lebih humanis. Ruang yang sebelumnya difungsikan sebagai Instalasi Gawat Darurat (IGD) kini dialihfungsikan menjadi ruang tunggu pelayanan dengan standar kenyamanan lebih tinggi. Area tersebut dilengkapi tempat duduk ergonomis, fasilitas penunjang seperti kafe, serta desain ruang yang memberi rasa tenang bagi pasien dan keluarga.

Menurut Lia, pendekatan ini penting terutama dalam layanan kesehatan mental. Lingkungan yang nyaman dan tidak menekan berperan besar dalam mendukung proses penyembuhan pasien.

“Kesehatan mental membutuhkan ruang yang aman dan manusiawi. Ketika rumah sakit mampu menghadirkan suasana yang ramah, stigma perlahan akan hilang,” kata dia.

Lia menilai peningkatan fasilitas kesehatan mental di RS Menur membawa dampak sosial yang luas. Akses masyarakat terhadap layanan psikologis dan psikiatri menjadi lebih terbuka, sekaligus mengurangi rasa takut dan malu untuk berobat.

“Kesehatan mental sama pentingnya dengan kesehatan fisik. Ketika fasilitasnya baik dan mudah diakses, masyarakat tidak lagi ragu untuk mencari bantuan,” ujarnya.

Direktur RSJ Menur Surabaya, Fitria Dewi, mengungkapkan bahwa transformasi tersebut berdampak langsung pada peningkatan kunjungan pasien. Sepanjang 2025, jumlah kunjungan IGD tercatat 9.272 pasien, meningkat dibandingkan 7.543 kunjungan pada tahun sebelumnya.

Layanan rawat jalan melonjak dari 62.167 kunjungan pada 2024 menjadi 77.920 kunjungan pada 2025. Sementara itu, rawat inap jiwa meningkat dari 6.211 menjadi 6.908 pasien, dan rawat inap non-jiwa naik signifikan dari 413 menjadi 1.013 pasien.

“Data ini menunjukkan kepercayaan masyarakat terhadap RS Menur semakin kuat, tidak hanya untuk layanan jiwa, tetapi juga layanan kesehatan umum,” ujar Fitria Dewi.

Indikator efisiensi pelayanan juga menunjukkan tren positif. Average Length of Stay (ALOS) terus menurun dari 22,29 hari pada 2022 menjadi 15,13 hari pada 2025. Pada tahun terakhir, ALOS jiwa tercatat 15,11 hari, sedangkan ALOS non-jiwa hanya 3,40 hari.

Sementara itu, Bed Occupancy Rate (BOR) meningkat stabil hingga mencapai 80,42 persen pada 2025, angka yang masuk kategori ideal dan menunjukkan pemanfaatan tempat tidur yang optimal tanpa kelebihan kapasitas.

Transformasi RS Menur Surabaya menandai fase baru layanan kesehatan daerah yang lebih adaptif, inklusif, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat. Dengan penguatan fasilitas, SDM, serta pendekatan pelayanan humanis, RS Menur berpotensi menjadi model pengembangan rumah sakit daerah yang mampu menjawab tantangan kesehatan fisik dan mental secara berimbang.

Penulis : Nul

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

SMK Muhammadiyah 3 Weleri Bentuk Siswa Disiplin dan Peduli Lingkungan
Bupati Bangkalan Dorong Kader Kesehatan Perkuat Pendampingan Ibu dan Anak
PAPDESI Kendal Berharap Siltap Kades dan Perangkat Desa Tetap Dipertahankan
PIWK Sidoarjo Dikebut, Subandi Minta Jalan Rusak Segera Ditangani
DPRD Kabupaten Pasuruan Bahas Perubahan Perda Pajak dan Retribusi
Gus Iqdam di Pasuruan: Serukan Ilmu, Akhlak, dan Sedekah
Paripurna, Fraksi Golkar DPRD Ngawi Soroti Defisit RAPBD 2027, Usulkan Stadion Baru Berkapasitas 40.000 Penonton
HKG PKK ke-54, Luthfiana Lukman Hakim Perkuat Peran Keluarga di Bangkalan

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 23:43

SMK Muhammadiyah 3 Weleri Bentuk Siswa Disiplin dan Peduli Lingkungan

Jumat, 30 Oktober 2026 - 08:38

Bupati Bangkalan Dorong Kader Kesehatan Perkuat Pendampingan Ibu dan Anak

Kamis, 29 Oktober 2026 - 23:36

PAPDESI Kendal Berharap Siltap Kades dan Perangkat Desa Tetap Dipertahankan

Kamis, 29 Oktober 2026 - 10:47

PIWK Sidoarjo Dikebut, Subandi Minta Jalan Rusak Segera Ditangani

Kamis, 29 Oktober 2026 - 08:31

DPRD Kabupaten Pasuruan Bahas Perubahan Perda Pajak dan Retribusi

Berita Terbaru