Di Tengah Banjir, Tradisi Sedekah Bumi Tetap Hidup di Lamongan

Senin, 29 Desember 2025

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Warga Dusun Kudu, Desa Weduni, Kecamatan Deket, Lamongan, tetap menggelar pawai Sedekah Bumi meski jalan desa tergenang banjir, Minggu (28/12/2025). (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

Warga Dusun Kudu, Desa Weduni, Kecamatan Deket, Lamongan, tetap menggelar pawai Sedekah Bumi meski jalan desa tergenang banjir, Minggu (28/12/2025). (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

LAMONGAN, RadarBangsa.co.id — Genangan air setinggi sekitar 30 sentimeter tidak menyurutkan langkah warga Dusun Kudu, Desa Weduni, Kecamatan Deket, Kabupaten Lamongan, untuk menggelar tradisi tahunan Sedekah Bumi, Minggu (28/12/2025). Di tengah kepungan banjir, warga justru menunjukkan semangat kebersamaan dan keteguhan menjaga tradisi leluhur.

Sejak pukul 07.00 WIB, suasana dusun yang biasanya tenang berubah semarak. Ratusan warga dari berbagai usia turun ke jalan mengikuti pawai budaya dengan beragam kostum unik. Tanpa alas kaki, mereka menerobos genangan air sambil mengarak gunungan besar berisi hasil bumi dan aneka jajanan tradisional, disambut sorak dan senyum penonton di sepanjang rute.

Tradisi Sedekah Bumi tahun ini terasa istimewa karena menjadi simbol perlawanan warga terhadap keterbatasan akibat banjir yang kerap melanda wilayah tersebut. “Saya sangat terharu melihat semangat warga. Di tengah kondisi seperti ini, tradisi tetap dijaga,” ujar H. Ruslan, pengusaha asal Jakarta yang merupakan putra daerah Dusun Kudu. Ia mengaku sengaja pulang kampung untuk menyaksikan langsung kegigihan warganya.

Lebih dari sekadar ritual syukur atas hasil bumi, Sedekah Bumi juga menjadi ajang temu kangen bagi warga perantauan. Ketua Alumni Dusun Kudu, Manan, menyebut tradisi ini lekat dengan identitas seni masyarakat setempat. “Dulu Dusun Kudu dikenal dengan grup ludruk Putra Budaya. Sekarang ludruk sudah tidak ada, tetapi kecintaan pada seni tetap diwariskan melalui pagelaran wayang kulit,” katanya.

Pada Sedekah Bumi kali ini, warga menghadirkan pagelaran wayang kulit siang dan malam bersama Ki Dalang Budi Prayitno sebagai wujud pelestarian budaya lokal.

Camat Deket, Suwanto Sastrodiharjo, yang baru menjabat sekitar 2,5 bulan, mengaku kagum dengan kemandirian Dusun Kudu. “Meski berada jauh dari pusat kecamatan, dusun ini sudah memiliki Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Sesuai slogannya, kreatif dan inovatif, Dusun Kudu bisa menjadi inspirasi bagi wilayah lain,” ujarnya. Ia hadir didampingi KH Abdul Halim Afandi, penceramah yang juga warga asli setempat.

Di balik kemeriahan acara, warga menitipkan harapan kepada pemerintah daerah, terutama terkait perbaikan infrastruktur jalan yang kerap terendam banjir, khususnya akses penghubung Desa Sidomulyo–Desa Weduni. Aspirasi tersebut disampaikan melalui Camat Deket yang mewakili Bupati Lamongan Yuhronur Efendi.

Ketua Panitia Sedekah Bumi, Kadin Suprapto, menjelaskan bahwa perayaan besar-besaran ini digelar dua tahun sekali. “Setiap tahun sedekah bumi tetap ada, namun dua tahun sekali kami sepakati untuk merayakannya secara meriah sebagai bentuk syukur bersama,” pungkasnya.

Penulis : Nul

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

Bupati Sidoarjo Tegaskan Inovasi Tak Boleh Berhenti di Ajang Kompetisi
Jalan Kedungbanteng-Wonokerto Pasuruan Kembali Diperbaiki, Lantai Kerja Capai 110 Meter
Wabup Pasuruan Tegaskan Karier ASN Berbasis Kompetensi dan Sistem Merit
Sp4n-Lapor! Bangkalan 100 Persen Ditindaklanjuti, Perangkat Daerah Diminta Disiplin Input Pengaduan
Beda Pilihan Politik Harus Dikesampingkan, Gus Fawait: Sekarang Waktunya Bangun Jember
Hari Jadi Pasuruan ke-1097, RSUD Bangil Gelar Baksos Medis Gratis untuk Puluhan Warga
Tiga Kali Raih Diamond Status, RSUD HMR Mataram Selamatkan 234 Pasien Stroke
95 Lukisan SBY Dipamerkan di Surabaya, Khofifah Soroti Karya tentang Tsunami Aceh

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Rabu, 16 September 2026 - 20:40

Bupati Sidoarjo Tegaskan Inovasi Tak Boleh Berhenti di Ajang Kompetisi

Rabu, 16 September 2026 - 20:16

Jalan Kedungbanteng-Wonokerto Pasuruan Kembali Diperbaiki, Lantai Kerja Capai 110 Meter

Rabu, 16 September 2026 - 20:05

Wabup Pasuruan Tegaskan Karier ASN Berbasis Kompetensi dan Sistem Merit

Rabu, 16 September 2026 - 19:58

Sp4n-Lapor! Bangkalan 100 Persen Ditindaklanjuti, Perangkat Daerah Diminta Disiplin Input Pengaduan

Rabu, 16 September 2026 - 18:45

Beda Pilihan Politik Harus Dikesampingkan, Gus Fawait: Sekarang Waktunya Bangun Jember

Berita Terbaru