Direksi Baru PDAM Pontianak Dilantik, Layanan Air Bersih Digenjot

- Redaksi

Rabu, 3 Desember 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pelantikan Direksi PDAM Tirta Khatulistiwa oleh Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono. (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

Pelantikan Direksi PDAM Tirta Khatulistiwa oleh Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono. (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

PONTIANAK, RadarBangsa.co.id – Upaya Pemerintah Kota Pontianak memperkuat layanan air bersih memasuki babak baru dengan dilantiknya jajaran direksi Perumda Air Minum (PDAM) Tirta Khatulistiwa. Pelantikan berlangsung setelah proses seleksi hampir empat bulan tuntas dan mendapat persetujuan Kementerian Dalam Negeri. Seremoni digelar di Aula PDAM Tirta Khatulistiwa, Selasa (2/12/2025).

Direksi yang resmi dikukuhkan yakni Abdullah sebagai Direktur Utama, Muhammad Zulhiyardi sebagai Direktur Pelayanan, serta Agus Darius sebagai Direktur Administrasi dan Keuangan. Adapun posisi Direktur Teknik masih menunggu persetujuan karena calon yang diajukan belum memenuhi syarat seleksi.

Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono menegaskan bahwa jajaran direksi yang baru harus bekerja lebih profesional dan cepat menjawab kebutuhan masyarakat. Ia mengingatkan bahwa layanan air bersih merupakan salah satu indikator utama kualitas hidup warga kota.

“Kita ingin layanan air bersih yang mengalir ke rumah warga semakin baik. Alirannya harus lancar, jernih, dan tekanannya stabil. Kepuasan masyarakat adalah tolok ukur utama,” ucapnya.

Saat ini, cakupan layanan air bersih PDAM telah mencapai 91,7 persen. Namun untuk menuntaskan target 100 persen, pemerintah daerah harus berhadapan dengan tantangan besar, terutama tingkat kebocoran air yang masih tinggi, yakni 30,4 persen. Banyaknya pipa tua yang belum diganti juga menjadi hambatan.

“Secara kualitas, air dari instalasi sudah layak minum. Tapi masalah muncul di jalur distribusi karena pipa lama berpotensi menyebabkan kontaminasi dan penurunan kualitas,” kata Edi. Ia menambahkan bahwa perbaikan jaringan yang telah dilakukan di beberapa titik akan diteruskan secara bertahap mengingat kebutuhan investasi mencapai lebih dari Rp1 triliun.

Edi menekankan bahwa seluruh sasaran kini telah tertuang dalam perjanjian kinerja. “Direksi harus fokus dan bekerja keras. Warga Pontianak berhak mendapatkan layanan air bersih yang semakin baik,” ujarnya.

Direktur Utama PDAM Tirta Khatulistiwa Abdullah menegaskan bahwa pihaknya langsung bergerak cepat merespons arahan pemerintah kota. PDAM menargetkan cakupan layanan meningkat menjadi sekitar 97 persen pada tahun 2030, dengan penambahan 19.800 sambungan rumah.

“Penambahan pelanggan berarti kebutuhan air juga naik. Karena itu kami menambah kapasitas instalasi. Instalasi Nipah Kuning dan Sungai Jawi Luar dalam waktu dekat siap beroperasi, serta peningkatan kapasitas di Parit Mayor dan Selat Panjang,” jelas Abdullah.

Ia menilai tantangan terbesar berasal dari kondisi alam. Tanah gambut membuat air Sungai Kapuas mudah berubah warna saat musim hujan, sementara intrusi air laut mengancam kualitas air baku saat kemarau panjang.

“Kami terus turun ke lapangan untuk memastikan optimalisasi berjalan,” ujarnya. Ia juga mengakui kasus pencurian air masih ditemukan, namun penanganan dilakukan secara persuasif bersama aparat.

Abdullah menegaskan, komitmen menuju 100 persen akses air bersih tetap menjadi prioritas. Sekitar 3 persen wilayah yang tidak dapat dijangkau jaringan pipa akan dilayani melalui hidran umum dan armada tangki air.

Lainnya:

Penulis : Edy

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

DPRD Musi Rawas Gaspol 4 Raperda Krusial Dibahas, Dari Tata Ruang hingga Ketertiban Daerah
Banjir Sidoarjo Tak Kunjung Usai, Pemkab Gandeng BNPB Gaspol Rp209 M
Sidoarjo Hapus Denda Pajak 2026, Warga Dikejar Deadline Oktober
Jalan Rusak Kencong Disorot, Bupati Jember Turun Tangan Kejar Perbaikan
2.956 Jamaah Haji Dilepas, Bupati Jember Ingatkan Ancaman Fisik di Tanah Suci
Tekan Stunting, Bangkalan Genjot Tanam Padi Biofortifikasi Kaya Zat Besi
May Day 2026: Saat Buruh Masih Rentan, BPJS Ketenagakerjaan Cairkan Santunan Rp744 Juta di Lamongan
Darurat Lapangan Kerja, Wamenaker Ungkap 155 Juta Pekerja Masih Bertahan di Sektor Informal

Berita Terkait

Selasa, 5 Mei 2026 - 07:32 WIB

DPRD Musi Rawas Gaspol 4 Raperda Krusial Dibahas, Dari Tata Ruang hingga Ketertiban Daerah

Selasa, 5 Mei 2026 - 06:06 WIB

Banjir Sidoarjo Tak Kunjung Usai, Pemkab Gandeng BNPB Gaspol Rp209 M

Selasa, 5 Mei 2026 - 05:52 WIB

Jalan Rusak Kencong Disorot, Bupati Jember Turun Tangan Kejar Perbaikan

Selasa, 5 Mei 2026 - 05:45 WIB

2.956 Jamaah Haji Dilepas, Bupati Jember Ingatkan Ancaman Fisik di Tanah Suci

Senin, 4 Mei 2026 - 17:54 WIB

Tekan Stunting, Bangkalan Genjot Tanam Padi Biofortifikasi Kaya Zat Besi

Berita Terbaru