DPD RI Lia Istifhama Ajak Fatayat NU Lamongan Kuasai Ruang Kebijakan

- Redaksi

Kamis, 18 Desember 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Anggota DPD RI Dr. Lia Istifhama saat menyampaikan Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan kepada kader PC Fatayat NU Lamongan. (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

Anggota DPD RI Dr. Lia Istifhama saat menyampaikan Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan kepada kader PC Fatayat NU Lamongan. (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

LAMONGAN, RadarBangsa.co.id — Penguatan peran perempuan dalam ruang-ruang strategis kebangsaan menjadi sorotan dalam kegiatan Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan yang digelar Anggota DPD RI sekaligus Anggota MPR RI, Dr. Lia Istifhama, bersama ratusan kader PC Fatayat NU Lamongan, Minggu (17/12). Kegiatan ini diarahkan untuk memperluas pemahaman sekaligus mendorong peran aktif kader perempuan dalam kehidupan sosial, politik, dan kebijakan publik.

Dalam pemaparannya, Lia Istifhama menegaskan bahwa pemahaman terhadap Empat Pilar Kebangsaan—Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika—harus diterjemahkan dalam tindakan nyata. Menurutnya, kader Fatayat NU memiliki modal sosial dan nilai keagamaan yang kuat untuk berkontribusi langsung dalam proses pengambilan keputusan di berbagai level.

Senator asal Jawa Timur yang akrab disapa Ning Lia itu menyoroti masih kuatnya stigma negatif terhadap politik, khususnya bagi perempuan. Ia menilai sikap menjauh dari politik justru berpotensi melemahkan kualitas demokrasi. “Jika ruang politik ditinggalkan oleh orang-orang baik, maka ruang itu akan diisi oleh mereka yang tidak memiliki komitmen etika. Karena itu, perempuan harus hadir dan berani mengambil peran,” ujar Lia Istifhama.

Putri KH Maskur Hasyim tersebut juga menekankan bahwa keterlibatan politik membutuhkan strategi, konsistensi, dan ketangguhan karakter. Jabatan, menurutnya, bukan tujuan akhir, melainkan instrumen untuk memperjuangkan kepentingan umat dan bangsa secara berkelanjutan.

Dalam konteks perkembangan digital, Lia Istifhama yang juga peraih DetikJatim Award 2025 menekankan pentingnya penguasaan komunikasi publik dan narasi. Ia mendorong kader Fatayat NU agar adaptif terhadap teknologi informasi, termasuk pemanfaatan media digital dan kecerdasan buatan secara cerdas dan beretika. “Politik hari ini tidak hanya soal kerja lapangan, tetapi juga soal gagasan dan bagaimana pesan itu dikemas serta diterima publik,” katanya.

Ketua PC Fatayat NU Lamongan, Dewi Maslahatul Ummah, menilai sosialisasi tersebut memberi energi baru bagi kader perempuan. Ia menyebut materi yang disampaikan membuka wawasan tentang pendidikan politik jangka pendek hingga jangka panjang. “Kami mendorong kader Fatayat NU Lamongan berani masuk ke seluruh akses politik, mulai dari pemerintahan desa hingga lembaga legislatif. Arahan dari Ning Lia menjadi bekal penting untuk menyiapkan langkah konkret ke depan,” ujarnya.

Kegiatan ini diharapkan menjadi pemantik lahirnya kader perempuan yang tidak hanya memahami nilai kebangsaan, tetapi juga siap tampil sebagai aktor strategis dalam pembangunan daerah dan nasional.

Lainnya:

Penulis : Nul

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

Darurat Lapangan Kerja, Wamenaker Ungkap 155 Juta Pekerja Masih Bertahan di Sektor Informal
Menteri PKP Turun ke Bangkalan, 573 Rumah Warga Siap Dibedah Tahun Ini
Di Tengah Konflik Dunia, Khofifah Serukan Perdamaian dari Surabaya Saat Nyepi 1948
Saat Dunia Memanas, Khofifah Pilih Panggung Nyepi untuk Serukan Stop Perang Global
Jembatan Tarik Nyaris Tumbang, Pemkab Sidoarjo Pastikan Dibangun 2027
BPBD Batang Dorong Adaptasi Rob, Kawasan Terdampak Disulap Jadi Wisata Perikanan
Bupati Bangkalan Genjot Bibit Lele, Siapkan Perikanan Jadi Penopang Ekonomi Warga
Blitar Siaga Kemarau 2026, 21 Desa Masuk Zona Merah Kekeringan

Berita Terkait

Minggu, 3 Mei 2026 - 22:58 WIB

Darurat Lapangan Kerja, Wamenaker Ungkap 155 Juta Pekerja Masih Bertahan di Sektor Informal

Minggu, 3 Mei 2026 - 18:02 WIB

Di Tengah Konflik Dunia, Khofifah Serukan Perdamaian dari Surabaya Saat Nyepi 1948

Minggu, 3 Mei 2026 - 17:53 WIB

Saat Dunia Memanas, Khofifah Pilih Panggung Nyepi untuk Serukan Stop Perang Global

Minggu, 3 Mei 2026 - 16:49 WIB

Jembatan Tarik Nyaris Tumbang, Pemkab Sidoarjo Pastikan Dibangun 2027

Minggu, 3 Mei 2026 - 15:19 WIB

BPBD Batang Dorong Adaptasi Rob, Kawasan Terdampak Disulap Jadi Wisata Perikanan

Berita Terbaru