LAMONGAN, RadarBangsa.co.id — Penguatan peran perempuan dalam ruang-ruang strategis kebangsaan menjadi sorotan dalam kegiatan Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan yang digelar Anggota DPD RI sekaligus Anggota MPR RI, Dr. Lia Istifhama, bersama ratusan kader PC Fatayat NU Lamongan, Minggu (17/12). Kegiatan ini diarahkan untuk memperluas pemahaman sekaligus mendorong peran aktif kader perempuan dalam kehidupan sosial, politik, dan kebijakan publik.
Dalam pemaparannya, Lia Istifhama menegaskan bahwa pemahaman terhadap Empat Pilar Kebangsaan—Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika—harus diterjemahkan dalam tindakan nyata. Menurutnya, kader Fatayat NU memiliki modal sosial dan nilai keagamaan yang kuat untuk berkontribusi langsung dalam proses pengambilan keputusan di berbagai level.
Senator asal Jawa Timur yang akrab disapa Ning Lia itu menyoroti masih kuatnya stigma negatif terhadap politik, khususnya bagi perempuan. Ia menilai sikap menjauh dari politik justru berpotensi melemahkan kualitas demokrasi. “Jika ruang politik ditinggalkan oleh orang-orang baik, maka ruang itu akan diisi oleh mereka yang tidak memiliki komitmen etika. Karena itu, perempuan harus hadir dan berani mengambil peran,” ujar Lia Istifhama.
Putri KH Maskur Hasyim tersebut juga menekankan bahwa keterlibatan politik membutuhkan strategi, konsistensi, dan ketangguhan karakter. Jabatan, menurutnya, bukan tujuan akhir, melainkan instrumen untuk memperjuangkan kepentingan umat dan bangsa secara berkelanjutan.
Dalam konteks perkembangan digital, Lia Istifhama yang juga peraih DetikJatim Award 2025 menekankan pentingnya penguasaan komunikasi publik dan narasi. Ia mendorong kader Fatayat NU agar adaptif terhadap teknologi informasi, termasuk pemanfaatan media digital dan kecerdasan buatan secara cerdas dan beretika. “Politik hari ini tidak hanya soal kerja lapangan, tetapi juga soal gagasan dan bagaimana pesan itu dikemas serta diterima publik,” katanya.
Ketua PC Fatayat NU Lamongan, Dewi Maslahatul Ummah, menilai sosialisasi tersebut memberi energi baru bagi kader perempuan. Ia menyebut materi yang disampaikan membuka wawasan tentang pendidikan politik jangka pendek hingga jangka panjang. “Kami mendorong kader Fatayat NU Lamongan berani masuk ke seluruh akses politik, mulai dari pemerintahan desa hingga lembaga legislatif. Arahan dari Ning Lia menjadi bekal penting untuk menyiapkan langkah konkret ke depan,” ujarnya.
Kegiatan ini diharapkan menjadi pemantik lahirnya kader perempuan yang tidak hanya memahami nilai kebangsaan, tetapi juga siap tampil sebagai aktor strategis dalam pembangunan daerah dan nasional.
Penulis : Nul
Editor : Zainul Arifin








