DPRD Turun Tangan, Konflik Tanah di Kota Batu Masuk Babak Akhir

Kamis, 2 Oktober 2025

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Nurudin Muhammad Hanifah, Ketua Komisi A DPRD Kota Batu. (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

Foto: Nurudin Muhammad Hanifah, Ketua Komisi A DPRD Kota Batu. (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

KOTA BATU, RadarBangsa.co.id – Perjalanan panjang sengketa tanah yang melibatkan 45 warga Dusun Sumbersari, Desa Tulungrejo, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu, akhirnya mendekati titik terang. Persoalan piutang senilai Rp3,5 miliar atas lahan seluas 4.694 meter persegi dipastikan tuntas pada tahun 2025.

Kepastian itu mengemuka dalam audiensi yang digelar di ruang pimpinan DPRD Kota Batu, Kamis (2/10/2025). Rapat yang dipimpin Ketua Komisi A DPRD, Nurudin Muhammad Hanifah, dihadiri perwakilan tujuh anggota dewan lintas fraksi, Kepala Dinas PUPR Alfi Nurhidayat, perwakilan Dinas Perkim, Bank Jatim, BPN, hingga Kepala Desa Tulungrejo, Suliono.

“Pemdes Tulungrejo ikut terlibat karena fakta hukum di Pengadilan Negeri Malang menyatakan 45 warga kalah dalam gugatan. Namun pemilik tanah memberi waktu tiga tahun untuk pelunasan, yang jatuh tempo pada Oktober 2025,” ujar Nurudin.

Untuk menyelesaikan kewajiban tersebut, Pemdes bersama warga memilih jalur pinjaman melalui Bank Jatim. Namun, agar pengajuan kredit bisa berjalan, lahan harus lebih dulu dipecah (split) sesuai bidang masing-masing warga. Proses itu diawali dengan legal opinion dari Kejaksaan, Disperkim, dan DPMPTSP sebelum BPN melaksanakan pemecahan.

Politisi PKS itu menjelaskan, skema ini akan memudahkan pencatatan kepemilikan tanah sekaligus membuka jalan bagi pelunasan piutang. “Pak Suliono secara pribadi menunjukkan empati dengan bersedia menjaminkan asetnya di Bank Jatim,” tambah Nurudin.

Langkah Kades Tulungrejo ini diapresiasi banyak pihak, termasuk DPRD dan Pemkot Batu. Menurut Suliono, keputusan itu diambil karena warga tidak bisa memanfaatkan fasilitas Kredit Usaha Rakyat (KUR).

“Karena keterbatasan itu, maka saya pribadi yang akan menjadi penjamin. Administrasi pinjaman nantinya ditangani langsung oleh saya dengan Bank Jatim, bukan melalui Pemdes,” kata Suliono.

Dengan adanya kepastian skema pembayaran ini, 45 warga Sumbersari diyakini segera memiliki kepastian hukum atas tanah yang sudah mereka tempati selama puluhan tahun. Suliono menegaskan, dukungan Pemkot dan DPRD memberi keyakinan bahwa penyelesaian kali ini benar-benar final.

“Alhamdulillah, ada titik terang seratus persen. Tahun 2025 ini kami optimistis sengketa tanah dengan pihak pemilik bisa tuntas,” pungkasnya.

Penulis : Nul

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

Seni Budaya Kendal Tampil di Panggung Nasional TMII, Sedot Perhatian Pengunjung
SMK Muhammadiyah 3 Weleri Bentuk Siswa Disiplin dan Peduli Lingkungan
Bupati Bangkalan Dorong Kader Kesehatan Perkuat Pendampingan Ibu dan Anak
PAPDESI Kendal Berharap Siltap Kades dan Perangkat Desa Tetap Dipertahankan
PIWK Sidoarjo Dikebut, Subandi Minta Jalan Rusak Segera Ditangani
DPRD Kabupaten Pasuruan Bahas Perubahan Perda Pajak dan Retribusi
Gus Iqdam di Pasuruan: Serukan Ilmu, Akhlak, dan Sedekah
Paripurna, Fraksi Golkar DPRD Ngawi Soroti Defisit RAPBD 2027, Usulkan Stadion Baru Berkapasitas 40.000 Penonton

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Senin, 2 November 2026 - 01:29

Seni Budaya Kendal Tampil di Panggung Nasional TMII, Sedot Perhatian Pengunjung

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 23:43

SMK Muhammadiyah 3 Weleri Bentuk Siswa Disiplin dan Peduli Lingkungan

Jumat, 30 Oktober 2026 - 08:38

Bupati Bangkalan Dorong Kader Kesehatan Perkuat Pendampingan Ibu dan Anak

Kamis, 29 Oktober 2026 - 23:36

PAPDESI Kendal Berharap Siltap Kades dan Perangkat Desa Tetap Dipertahankan

Kamis, 29 Oktober 2026 - 10:47

PIWK Sidoarjo Dikebut, Subandi Minta Jalan Rusak Segera Ditangani

Berita Terbaru