PACITAN, RadarBangsa.co.id – Persoalan infrastruktur kembali dikeluhkan warga Lingkungan Kampung Baru, Desa Sirnoboyo, Kecamatan Pacitan. Jalan lingkungan yang menjadi akses vital masyarakat dilaporkan kerap tergenang air saat hujan turun, menyusul belum tersedianya sistem drainase yang memadai. Kondisi tersebut dinilai mengganggu aktivitas harian sekaligus berpotensi membahayakan keselamatan pengguna jalan.
Genangan air terjadi di ruas jalan lingkungan yang berada di RT 02/RW 02 Dusun Suruhan dan RT 07/RW 01 Dusun Ngemplak. Saat hujan, limpasan air dari area persawahan di sekitar lokasi tidak memiliki saluran pembuangan, sehingga langsung mengalir ke badan jalan dan membentuk genangan cukup dalam.
Dalam beberapa kesempatan, ketinggian air bahkan menyerupai banjir skala kecil dan menutup hampir seluruh permukaan jalan. Akibatnya, pengendara sepeda motor harus melaju pelan, sementara pejalan kaki terpaksa mencari jalur alternatif untuk menghindari genangan.
Ruas jalan tersebut memiliki peran penting bagi mobilitas warga. Selain menjadi jalur utama masyarakat Kampung Baru, jalan ini juga berfungsi sebagai akses menuju Rumah Sakit Umum Medical Mandiri Pacitan serta Sekolah Dasar Islam Terpadu (SDIT) Ar-Rahmah.
Seiring berdirinya fasilitas kesehatan dan pendidikan di sekitar kawasan tersebut, volume lalu lintas meningkat signifikan. Jalan yang sebelumnya hanya digunakan warga setempat kini dilalui pegawai rumah sakit, orang tua siswa, hingga masyarakat umum setiap hari. Namun, peningkatan fungsi itu belum diimbangi dengan peningkatan kualitas infrastruktur pendukung.
Kondisi jalan yang rusak dan tergenang air dinilai memperbesar risiko kecelakaan, terutama bagi pengendara roda dua. Selain licin, genangan air juga mempercepat kerusakan lapisan aspal dan berpotensi merusak struktur jalan dalam jangka panjang.
Warga yang tinggal di sisi jalan pun mengaku khawatir air meluap ke halaman bahkan masuk ke rumah saat intensitas hujan tinggi.
Sunardi, salah satu warga Kampung Baru, menyebut persoalan tersebut sudah berlangsung cukup lama tanpa penanganan serius.
“Setiap hujan pasti tergenang karena tidak ada saluran air. Jalan jadi licin, rusaknya makin parah. Kami juga khawatir airnya bisa merembet ke rumah,” ujar Sunardi, warga Lingkungan Kampung Baru, saat ditemui pada Senin (19/1/2025).
Ia menegaskan, warga tidak menuntut pembangunan besar, melainkan solusi dasar yang berkelanjutan.
“Kami hanya berharap dibangunkan drainase dan jalannya diperbaiki. Jangan dibiarkan terus sampai kondisinya makin parah atau terjadi kecelakaan,” katanya.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, ruas jalan tersebut merupakan jalan desa yang berada di bawah kewenangan Pemerintah Desa Sirnoboyo. Namun hingga kini, warga belum melihat adanya langkah konkret, baik berupa perbaikan darurat maupun kejelasan rencana pembangunan drainase.
Warga berharap pemerintah desa bersama instansi terkait segera merespons keluhan tersebut, mengingat jalan tersebut merupakan akses vital yang menopang layanan kesehatan, pendidikan, dan aktivitas ekonomi warga.
Lainnya:
- Darurat Lapangan Kerja, Wamenaker Ungkap 155 Juta Pekerja Masih Bertahan di Sektor Informal
- Menteri PKP Turun ke Bangkalan, 573 Rumah Warga Siap Dibedah Tahun Ini
- Di Tengah Konflik Dunia, Khofifah Serukan Perdamaian dari Surabaya Saat Nyepi 1948
Penulis : Yuan
Editor : Zainul Arifin








