Drainase Tak Kunjung Dibangun, Jalan Lingkungan Kampung Baru Pacitan Jadi Sorotan

Senin, 19 Januari 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Kondisi jalan lingkungan Kampung Baru, Desa Sirnoboyo, Pacitan, tergenang air saat hujan karena belum dilengkapi saluran drainase. (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

Kondisi jalan lingkungan Kampung Baru, Desa Sirnoboyo, Pacitan, tergenang air saat hujan karena belum dilengkapi saluran drainase. (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

PACITAN, RadarBangsa.co.id – Persoalan infrastruktur kembali dikeluhkan warga Lingkungan Kampung Baru, Desa Sirnoboyo, Kecamatan Pacitan. Jalan lingkungan yang menjadi akses vital masyarakat dilaporkan kerap tergenang air saat hujan turun, menyusul belum tersedianya sistem drainase yang memadai. Kondisi tersebut dinilai mengganggu aktivitas harian sekaligus berpotensi membahayakan keselamatan pengguna jalan.

Genangan air terjadi di ruas jalan lingkungan yang berada di RT 02/RW 02 Dusun Suruhan dan RT 07/RW 01 Dusun Ngemplak. Saat hujan, limpasan air dari area persawahan di sekitar lokasi tidak memiliki saluran pembuangan, sehingga langsung mengalir ke badan jalan dan membentuk genangan cukup dalam.

Dalam beberapa kesempatan, ketinggian air bahkan menyerupai banjir skala kecil dan menutup hampir seluruh permukaan jalan. Akibatnya, pengendara sepeda motor harus melaju pelan, sementara pejalan kaki terpaksa mencari jalur alternatif untuk menghindari genangan.

Ruas jalan tersebut memiliki peran penting bagi mobilitas warga. Selain menjadi jalur utama masyarakat Kampung Baru, jalan ini juga berfungsi sebagai akses menuju Rumah Sakit Umum Medical Mandiri Pacitan serta Sekolah Dasar Islam Terpadu (SDIT) Ar-Rahmah.

Seiring berdirinya fasilitas kesehatan dan pendidikan di sekitar kawasan tersebut, volume lalu lintas meningkat signifikan. Jalan yang sebelumnya hanya digunakan warga setempat kini dilalui pegawai rumah sakit, orang tua siswa, hingga masyarakat umum setiap hari. Namun, peningkatan fungsi itu belum diimbangi dengan peningkatan kualitas infrastruktur pendukung.

Kondisi jalan yang rusak dan tergenang air dinilai memperbesar risiko kecelakaan, terutama bagi pengendara roda dua. Selain licin, genangan air juga mempercepat kerusakan lapisan aspal dan berpotensi merusak struktur jalan dalam jangka panjang.

Warga yang tinggal di sisi jalan pun mengaku khawatir air meluap ke halaman bahkan masuk ke rumah saat intensitas hujan tinggi.

Sunardi, salah satu warga Kampung Baru, menyebut persoalan tersebut sudah berlangsung cukup lama tanpa penanganan serius.

“Setiap hujan pasti tergenang karena tidak ada saluran air. Jalan jadi licin, rusaknya makin parah. Kami juga khawatir airnya bisa merembet ke rumah,” ujar Sunardi, warga Lingkungan Kampung Baru, saat ditemui pada Senin (19/1/2025).

Ia menegaskan, warga tidak menuntut pembangunan besar, melainkan solusi dasar yang berkelanjutan.

“Kami hanya berharap dibangunkan drainase dan jalannya diperbaiki. Jangan dibiarkan terus sampai kondisinya makin parah atau terjadi kecelakaan,” katanya.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, ruas jalan tersebut merupakan jalan desa yang berada di bawah kewenangan Pemerintah Desa Sirnoboyo. Namun hingga kini, warga belum melihat adanya langkah konkret, baik berupa perbaikan darurat maupun kejelasan rencana pembangunan drainase.

Warga berharap pemerintah desa bersama instansi terkait segera merespons keluhan tersebut, mengingat jalan tersebut merupakan akses vital yang menopang layanan kesehatan, pendidikan, dan aktivitas ekonomi warga.

Penulis : Yuan

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

SMK Muhammadiyah 3 Weleri Bentuk Siswa Disiplin dan Peduli Lingkungan
Bupati Bangkalan Dorong Kader Kesehatan Perkuat Pendampingan Ibu dan Anak
PAPDESI Kendal Berharap Siltap Kades dan Perangkat Desa Tetap Dipertahankan
PIWK Sidoarjo Dikebut, Subandi Minta Jalan Rusak Segera Ditangani
DPRD Kabupaten Pasuruan Bahas Perubahan Perda Pajak dan Retribusi
Gus Iqdam di Pasuruan: Serukan Ilmu, Akhlak, dan Sedekah
Paripurna, Fraksi Golkar DPRD Ngawi Soroti Defisit RAPBD 2027, Usulkan Stadion Baru Berkapasitas 40.000 Penonton
HKG PKK ke-54, Luthfiana Lukman Hakim Perkuat Peran Keluarga di Bangkalan
Tag :

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 23:43

SMK Muhammadiyah 3 Weleri Bentuk Siswa Disiplin dan Peduli Lingkungan

Jumat, 30 Oktober 2026 - 08:38

Bupati Bangkalan Dorong Kader Kesehatan Perkuat Pendampingan Ibu dan Anak

Kamis, 29 Oktober 2026 - 23:36

PAPDESI Kendal Berharap Siltap Kades dan Perangkat Desa Tetap Dipertahankan

Kamis, 29 Oktober 2026 - 10:47

PIWK Sidoarjo Dikebut, Subandi Minta Jalan Rusak Segera Ditangani

Kamis, 29 Oktober 2026 - 08:31

DPRD Kabupaten Pasuruan Bahas Perubahan Perda Pajak dan Retribusi

Berita Terbaru