Duet Emil-Lia Menguat, Pengamat Sebut Punya Modal Kuat di Pilgub Jatim 2029

Sabtu, 18 Juli 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Emil Dardak dan Lia Istifhama menjadi sorotan dalam dinamika awal menuju Pilgub Jawa Timur 2029. (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

Emil Dardak dan Lia Istifhama menjadi sorotan dalam dinamika awal menuju Pilgub Jawa Timur 2029. (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

SURABAYA, RadarBangsa.co.id — Wacana kontestasi Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jawa Timur 2029 mulai menjadi perhatian publik seiring munculnya sejumlah nama yang dinilai berpotensi meramaikan persaingan. Salah satu yang mulai diperbincangkan adalah pasangan Emil Elestianto Dardak dan Lia Istifhama, yang dikenal dengan akronim EMILIA.

Pengamat politik sekaligus Peneliti Senior Surabaya Survey Center (SSC), Ikhsan Rosidi, menilai pasangan tersebut memiliki kombinasi modal politik yang cukup kuat untuk diperhitungkan pada Pilgub Jatim mendatang. Menurutnya, Emil dan Lia memiliki keunggulan dari sisi popularitas, pengalaman politik, hingga basis dukungan yang berbeda namun saling melengkapi.

Emil Dardak saat ini menjabat sebagai Ketua DPD Partai Demokrat Jawa Timur dan merupakan petahana Wakil Gubernur Jawa Timur. Pengalamannya mendampingi Gubernur Khofifah Indar Parawansa selama dua periode dinilai menjadi modal penting dalam membangun kapasitas kepemimpinan dan jaringan politik di tingkat daerah maupun nasional.

“Emil memiliki modal politik utama yang sulit diabaikan oleh partai mana pun. Catatan bersihnya selama memimpin Jatim, ditambah jaringan akar rumput yang kuat hingga ke elite politik, menjadi jaminan kemapanan struktur penopangnya,” ujar Ikhsan, Sabtu (18/7/2026).

Di sisi lain, Lia Istifhama dinilai memiliki posisi strategis sebagai anggota DPD RI asal Jawa Timur. Pada Pemilu 2024, Lia tercatat sebagai salah satu senator perempuan nonpetahana dengan perolehan suara tertinggi di Indonesia.

Menurut Ikhsan, kekuatan Lia tidak hanya terletak pada capaian elektoralnya. Ia juga dipandang memiliki kedekatan kuat dengan kalangan Nahdlatul Ulama (NU), baik secara kultural maupun struktural, yang selama ini menjadi salah satu basis pemilih terbesar di Jawa Timur.

“Lia akan menjadi sosok yang sangat menarik untuk meramaikan kontestasi sebab dianggap sebagai representasi kultural maupun struktural kaum Nahdliyin (NU). Salah satu kelompok segmen pemilih terbesar di Jawa Timur,” katanya.

Ikhsan menambahkan, jaringan politik yang dibangun Lia selama menjadi senator serta kiprahnya sebagai tokoh muda NU menjadi aset yang dapat memperkuat daya saing dalam kontestasi politik tingkat provinsi.

“Jaringan dan mesin politiknya sebagai senator sekaligus sebagai tokoh muda NU tentu saja juga telah tertata kuat dan rapi. Ini akan menjadi kekuatan menjanjikan untuk bertarung di Pilgub nanti,” tambahnya.

Dalam pandangan Ikhsan, salah satu keunggulan pasangan EMILIA adalah potensi menjangkau dua kelompok pemilih yang memiliki pengaruh besar dalam pemilu, yakni perempuan dan generasi muda. Kedua segmen tersebut dinilai memiliki kontribusi signifikan dalam menentukan arah pilihan politik di Jawa Timur.

Lia dipandang memiliki peluang besar menarik dukungan pemilih perempuan melalui representasi gender dan kedekatannya dengan komunitas berbasis keagamaan. Adapun Emil dinilai memiliki citra yang dekat dengan generasi muda berkat gaya kepemimpinan yang modern dan rekam jejak birokrasi yang relatif positif.

“Pertemuan antara Emil yang matang di birokrasi dan Lia yang memiliki basis kultur NU kuat adalah kombinasi yang sangat menjanjikan. Ini adalah duet yang mampu berbicara banyak di kancah politik Jatim,” jelasnya.

Meski demikian, Ikhsan menilai peluang tersebut masih bergantung pada dinamika politik menjelang Pilgub 2029. Menurutnya, dukungan partai politik tetap menjadi faktor penentu bagi setiap figur yang ingin maju dalam kontestasi.

Ia menegaskan bahwa kekuatan elektoral dan popularitas kandidat harus ditopang oleh dukungan resmi partai politik sebagai kendaraan menuju pemilihan gubernur.

“Kapasitas dan popularitas paslon sehebat apa pun tidak akan maksimal tanpa dukungan resmi dari partai politik sebagai mesin pemenangan. Ini menjadi PR serius bagi Emil dan Lia. Mereka harus segera memulai komunikasi politik yang intens dan strategis dengan parpol-parpol di Jawa Timur jika ingin mengamankan tiket menuju Pilgub 2029,” pungkas Ikhsan.

Penulis : Nul

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

Partisipasi Pemilih Jatim Naik, Senator Cantik Anggota DPD RI Lia Istifhama Dorong Peran Gen Z
Anggota DPD RI Lia Istifhama Apresiasi KPU Jatim, Partisipasi Pemilih Naik
Anggota DPD RI Lia Istifhama Kenalkan Filosofi PEREMPUAN, Ajak Fatayat NU Berani Berpolitik
Anggota DPD RI asal Jawa Timur Lia Istifhama Tekankan Politik Ekologis, GAS Pemuda Perluas Gerakan Lingkungan
Anggota DPD RI Lia Istifhama Apresiasi Sinergi Khofifah dan Polda Jatim Jaga Iklim Investasi
Senator Cantik Anggota DPD RI asal Jawa Timur Lia Istifhama Raih Penghargaan Politisi Humanis Indonesia
Perjuangkan Kesetaraan HPN, Firdaus Diberhentikan PWI : Makali Kumar Soroti Monopoli Penyelenggaraan
Anggota DPD RI Lia Istifhama Bicara Kepemimpinan Khofifah dan Emil

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Jumat, 30 Oktober 2026 - 03:34

Partisipasi Pemilih Jatim Naik, Senator Cantik Anggota DPD RI Lia Istifhama Dorong Peran Gen Z

Jumat, 30 Oktober 2026 - 03:25

Anggota DPD RI Lia Istifhama Apresiasi KPU Jatim, Partisipasi Pemilih Naik

Rabu, 28 Oktober 2026 - 18:28

Anggota DPD RI Lia Istifhama Kenalkan Filosofi PEREMPUAN, Ajak Fatayat NU Berani Berpolitik

Rabu, 28 Oktober 2026 - 09:17

Anggota DPD RI asal Jawa Timur Lia Istifhama Tekankan Politik Ekologis, GAS Pemuda Perluas Gerakan Lingkungan

Senin, 26 Oktober 2026 - 19:35

Anggota DPD RI Lia Istifhama Apresiasi Sinergi Khofifah dan Polda Jatim Jaga Iklim Investasi

Berita Terbaru