SURABAYA, RadarBangsa.co.id — Pengukuhan Duta Parlemen Muda Indonesia tingkat kabupaten/kota menjadi titik krusial dalam memperkuat peran generasi muda di ruang demokrasi. Anggota DPD RI, Lia Istifhama, menegaskan bahwa peran ini bukan sekadar simbolik, melainkan tanggung jawab nyata dalam menjaga kualitas demokrasi yang berdampak langsung bagi masyarakat.
Momentum ini dinilai penting karena berkaitan erat dengan meningkatnya kebutuhan publik terhadap politik yang lebih sehat, inklusif, dan mampu menjawab persoalan riil warga. Di tengah dinamika sosial dan politik, generasi muda diharapkan menjadi jembatan antara aspirasi masyarakat dan kebijakan pemerintah.
“Kalian terpilih dari ribuan kandidat. Artinya, kalian diharapkan mampu mendukung keberlanjutan demokrasi tanpa membangun pemikiran yang kontradiktif. Kecerdasan membaca isu terkini harus menjadi kekuatan utama,” ujar Lia, Senin (27/4).
Pernyataan tersebut menegaskan bahwa kritik dalam demokrasi tetap diperlukan, namun harus disampaikan secara konstruktif. Pendekatan ini penting untuk menghindari polarisasi yang berpotensi mengganggu stabilitas sosial dan efektivitas kebijakan publik.
Dalam konteks pelayanan publik, peran Duta Parlemen Muda juga dinilai strategis untuk meningkatkan literasi politik masyarakat. Dengan edukasi yang tepat, warga dapat lebih memahami hak dan kewajiban mereka, termasuk dalam mengawasi jalannya pemerintahan.
Lia menekankan, pendekatan persuasif menjadi kunci dalam membangun kesadaran politik yang sehat. Menurutnya, perbedaan pandangan harus dikelola sebagai kekuatan, bukan sumber konflik.
“Kita perlu membangun kesepahaman di tengah perbedaan, serta menguatkan pendidikan politik yang persuasif demi keberlanjutan demokrasi,” tegasnya.
Lebih jauh, Lia mengingatkan bahwa generasi muda memiliki tanggung jawab moral dalam menjaga arah demokrasi. Ia mengaitkan hal ini dengan nilai-nilai universal yang menekankan peran manusia sebagai agen kebaikan dalam kehidupan sosial.
Pesan tersebut menjadi relevan di tengah tantangan era digital, di mana arus informasi yang cepat kerap memicu disinformasi dan polarisasi. Dalam situasi ini, politisi muda dituntut mampu menghadirkan narasi yang menyejukkan sekaligus solutif.
Selain itu, keberadaan Duta Parlemen Muda diharapkan mampu mendorong partisipasi publik yang lebih luas. Hal ini penting untuk memastikan kebijakan pemerintah benar-benar mencerminkan kebutuhan masyarakat.
“Setiap ikhtiar positif pasti memiliki masa panen. Termasuk dalam proses politik yang dijalani dengan niat baik dan cara yang benar,” pungkas Lia.
Dengan peran tersebut, Duta Parlemen Muda diharapkan tidak hanya menjadi representasi generasi muda, tetapi juga motor penggerak perubahan menuju demokrasi yang lebih berkualitas dan berdampak nyata bagi kehidupan masyarakat.
Lainnya:
- Sempat Dicurhati Ojol, DPD RI Lia Istifhama Syukuri Langkah Cepat Prabowo Pangkas Potongan Aplikasi
- Gebrakan PKB Lamongan, Kantor Fraksi Resmi Dibuka untuk Warga, Keluhan Ditangani Langsung
- Gebrakan Baru PKB Sidoarjo: Kantor Dpc Dibuka Tiap Jumat, Aduan Warga Ditampung Langsung
Penulis : Nul
Editor : Zainul Arifin








