SIDOARJO, RadarBangsa.co.id – Upaya menghidupkan kembali warisan budaya Jenggala mengemuka dalam pertemuan Wakil Bupati Sidoarjo, Hj. Mimik Idayana, dengan Menteri Kebudayaan di Jakarta, Senin (27/4/2026). Agenda ini menyoroti akar sejarah Sidoarjo sekaligus relevansinya terhadap tata kelola pemerintahan modern.
Pertemuan tersebut juga melibatkan mantan Anggota DPR RI, Rahmat Muhajirin, dengan fokus pada pelestarian budaya serta penguatan identitas daerah berbasis nilai sejarah.
Dalam pertemuan itu, Mimik menegaskan bahwa Sidoarjo memiliki keterkaitan kuat dengan Kerajaan Jenggala yang berdiri pada 1042 M oleh Raja Airlangga. Kerajaan tersebut lahir dari pembagian kekuasaan guna menghindari konflik dengan Panjalu.
Menurutnya, nilai historis tersebut tidak sekadar menjadi catatan masa lalu, melainkan relevan untuk menjawab dinamika politik dan pemerintahan saat ini. Ia menyoroti pentingnya pembagian peran dalam birokrasi agar tidak memicu konflik internal.
Rahmat Muhajirin menambahkan, kekayaan budaya Jenggala perlu diangkat kembali sebagai identitas khas Sidoarjo. Tradisi seperti jaranan, wayang, hingga budaya pesisir dinilai memiliki potensi besar untuk dikembangkan dan diperkenalkan secara luas.
Ia juga menyinggung bahwa meski peninggalan fisik Kerajaan Jenggala terbatas, jejak historisnya masih hidup dalam tradisi masyarakat, termasuk penggunaan nama “Jenggolo” yang masih melekat hingga kini.
“Kita ingin budaya Sidoarjo tidak hanya hidup, tetapi berkembang dan dikenal luas,” ujar Rahmat Muhajirin.
Sementara itu, Mimik menegaskan, “Saya ingin menghentikan konflik. Prinsipnya berbagi peran untuk kepentingan rakyat.”
Langkah ini dinilai strategis karena tidak hanya mengangkat budaya lokal, tetapi juga berpotensi meredam ketegangan politik di tingkat daerah. Pendekatan berbasis sejarah dinilai mampu menjadi landasan harmonisasi pemerintahan.
Selain itu, kolaborasi antara pemerintah pusat dan daerah membuka peluang program konkret dalam pelestarian budaya sekaligus penguatan identitas Sidoarjo di tingkat nasional.
Mimik memastikan hasil pertemuan akan ditindaklanjuti dalam bentuk kerja sama program dengan Kementerian Kebudayaan. “Pelestarian ini butuh sinergi pusat dan daerah agar warisan Jenggala benar-benar hidup kembali,” pungkasnya.
Penulis : Rino
Editor : Zainul Arifin


















Komentar