FGD MPR RI di Surabaya Bahas Desentralisasi, Senator Lia Istifhama Dorong Otonomi Adaptif

Selasa, 10 Februari 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Lia Istifhama  hadiri FGD Kelompok 3 Badan Pengkajian MPR RI membahas desentralisasi di Surabaya, Selasa (10/2/2026). (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

Lia Istifhama hadiri FGD Kelompok 3 Badan Pengkajian MPR RI membahas desentralisasi di Surabaya, Selasa (10/2/2026). (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

SURABAYA, RadarBangsa.co.id – Kelompok 3 Badan Pengkajian Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI menggelar focus group discussion (FGD) tentang desentralisasi dan penguatan otonomi daerah di Surabaya, Selasa (10/2/2026). Forum ini menyoroti perlunya kebijakan otonomi yang adaptif guna mendorong pemerataan kesejahteraan dan menekan ketimpangan antarwilayah.

FGD dihadiri anggota Kelompok 3 Badan Pengkajian MPR RI, yakni Maman Imanul Haq, Kamrussamad, I Wayan Sudirta, Lia Istifhama, dan Sigit Purnomo. Sejumlah akademisi dan pakar turut menjadi narasumber, di antaranya Prof. Bagong Suyanto, Prof. Nunuk Nuswardani, serta Indah Dwi Qurbani.

Diskusi mengerucut pada penguatan kerangka hukum desentralisasi agar implementasi otonomi daerah lebih efektif menjawab persoalan kemiskinan, kesenjangan fiskal, dan ketimpangan pembangunan.

Anggota DPD RI asal Jawa Timur, Lia Istifhama, menegaskan desentralisasi tidak cukup dimaknai sebagai pelimpahan kewenangan administratif, melainkan harus memperkuat kemandirian lokal.

“Desentralisasi harus mampu menjawab persoalan kemiskinan, termasuk kemiskinan kualitas. Regulasi tidak bisa disamaratakan karena kesiapan mentalitas dan kondisi tiap daerah berbeda,” ujar senator yang akrab disapa Ning Lia.

Ia menilai pelaksanaan sejumlah regulasi otonomi masih memunculkan dampak yang timpang. Beberapa daerah mencatat peningkatan signifikan pada Pendapatan Asli Daerah (PAD), sementara wilayah lain belum merasakan manfaat optimal.

Karena itu, Lia mendorong formulasi kebijakan yang lebih adaptif terhadap karakteristik daerah, termasuk mengakomodasi hukum adat dalam menjaga keberlanjutan lingkungan serta kearifan lokal.

“Tema hukum adat dan otonomi daerah penting untuk terus dikaji bersama demi kepentingan pembangunan nasional,” tegasnya.

Pandangan serupa disampaikan Prof. Nunuk Nuswardani yang menyoroti kesenjangan sosial melalui indikator ketimpangan. Menurutnya, desain program pembangunan harus berbasis evaluasi lapangan.

“Bantuan harus disesuaikan dengan potensi dan kebiasaan masyarakat setempat agar benar-benar meningkatkan taraf hidup,” ujarnya.

Sementara itu, Prof. Bagong Suyanto menekankan pentingnya menyelaraskan kebijakan desentralisasi dengan dinamika sosial di daerah agar tidak menimbulkan ketergantungan fiskal.

Ketua diskusi, Maman Imanul Haq, berharap hasil FGD menjadi rujukan strategis bagi Badan Pengkajian MPR RI dalam merumuskan rekomendasi kebijakan.

“Sehingga dapat mendorong pembangunan yang lebih adil dan merata di seluruh Indonesia,” pungkasnya.

Penulis : Nul

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

Jalan Kedungbanteng-Wonokerto Pasuruan Kembali Diperbaiki, Lantai Kerja Capai 110 Meter
Wabup Pasuruan Tegaskan Karier ASN Berbasis Kompetensi dan Sistem Merit
Sp4n-Lapor! Bangkalan 100 Persen Ditindaklanjuti, Perangkat Daerah Diminta Disiplin Input Pengaduan
Beda Pilihan Politik Harus Dikesampingkan, Gus Fawait: Sekarang Waktunya Bangun Jember
Hari Jadi Pasuruan ke-1097, RSUD Bangil Gelar Baksos Medis Gratis untuk Puluhan Warga
Tiga Kali Raih Diamond Status, RSUD HMR Mataram Selamatkan 234 Pasien Stroke
95 Lukisan SBY Dipamerkan di Surabaya, Khofifah Soroti Karya tentang Tsunami Aceh
PERWOSI Lamongan Periode 2025–2029 Dilantik, Bidik Atlet Perempuan hingga Pelosok Desa

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Rabu, 16 September 2026 - 20:16

Jalan Kedungbanteng-Wonokerto Pasuruan Kembali Diperbaiki, Lantai Kerja Capai 110 Meter

Rabu, 16 September 2026 - 20:05

Wabup Pasuruan Tegaskan Karier ASN Berbasis Kompetensi dan Sistem Merit

Rabu, 16 September 2026 - 19:58

Sp4n-Lapor! Bangkalan 100 Persen Ditindaklanjuti, Perangkat Daerah Diminta Disiplin Input Pengaduan

Rabu, 16 September 2026 - 18:45

Beda Pilihan Politik Harus Dikesampingkan, Gus Fawait: Sekarang Waktunya Bangun Jember

Rabu, 16 September 2026 - 18:13

Hari Jadi Pasuruan ke-1097, RSUD Bangil Gelar Baksos Medis Gratis untuk Puluhan Warga

Berita Terbaru