SURABAYA, RadarBangsa.co.id – Di tengah maraknya film pendek bertema hiburan, sekelompok mahasiswa Universitas Ciputra Surabaya memilih jalur berbeda. Mereka mengangkat isu trauma, rasa bersalah, dan pergulatan batin yang sering dialami generasi muda melalui film pendek berjudul After the Amen.
Film karya mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Ciputra tersebut telah menyelesaikan proses produksi pada 24–25 Mei 2026. Meski dibuat sebagai tugas akhir mata kuliah Film Production, karya ini menawarkan narasi yang lebih dalam dari sekadar proyek akademik.
After the Amen mengajak penonton memasuki ruang psikologis seseorang setelah mengambil keputusan besar dalam hidup. Bukan tentang momen saat doa dipanjatkan, melainkan tentang apa yang terjadi setelah kata “Amin” terucap dan konflik batin justru belum berakhir.
Penonton akan dibawa menyaksikan benturan antara trauma masa lalu, rasa bersalah, penerimaan diri, dan pencarian ketenangan yang kerap tersembunyi di balik kehidupan sehari-hari.
Sutradara film, Rheina, mengatakan konsep tersebut sengaja dibangun melalui pendekatan visual yang intim dan atmosferik.
“Saya ingin membangun dunia dalam film ini sebagai ruang yang terasa sunyi namun bising di dalam,” ujar Rheina.
Menurutnya, suasana tersebut merepresentasikan tekanan mental dan kesendirian yang dialami karakter utama.
“Ketika semua suara di luar selesai setelah kata ‘Amin’, di situlah peperangan batin yang sesungguhnya baru dimulai,” lanjutnya.
Untuk memperkuat emosi cerita, tim produksi menggunakan pencahayaan kontras serta tone visual yang cenderung dingin. Pendekatan itu dipilih untuk menggambarkan ruang isolasi batin yang dialami tokoh utama sepanjang cerita.
Rheina menegaskan bahwa judul After the Amen memiliki makna simbolis yang dekat dengan pengalaman manusia.
“Judul After the Amen sendiri bukan sekadar penanda waktu, tetapi simbol dari fase rentan manusia,” katanya.
Film ini diproduksi secara mandiri dengan melibatkan kolaborasi lintas angkatan dan berbagai divisi produksi. Pengambilan gambar dilakukan di sejumlah lokasi di Surabaya dengan proses yang berlangsung intensif sejak tahap pra-produksi hingga pasca-produksi.
Rencananya, After the Amen akan menjalani penayangan perdana dalam agenda screening internal kampus pada akhir Mei hingga awal Juni 2026. Film tersebut juga dipersiapkan untuk mengikuti berbagai kompetisi film pendek tingkat nasional maupun internasional.
“Melalui cerita yang dekat dengan realitas anak muda, After the Amen diharapkan mampu membuka ruang diskusi yang lebih luas mengenai trauma, kesehatan mental, dan pentingnya proses penyembuhan diri di tengah tekanan kehidupan modern,”pungkasnya.
Editor : Zainul Arifin


















Komentar