Gebrakan Gubernur Khofifah! Santri Jatim Kini Bisa Kuliah STEM hingga Al-Azhar Mesir Lewat 1.100 Beasiswa

Kamis, 11 Juni 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa meluncurkan Program Beasiswa LPPD Jatim 2026 yang membuka akses santri ke pendidikan STEM dan Universitas Al-Azhar Mesir. Rabu, 10 Juni 2026  (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa meluncurkan Program Beasiswa LPPD Jatim 2026 yang membuka akses santri ke pendidikan STEM dan Universitas Al-Azhar Mesir. Rabu, 10 Juni 2026 (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

SURABAYA, RadarBangsa.co.id – Pemerintah Provinsi Jawa Timur kembali memperkuat investasi sumber daya manusia (SDM) berbasis pesantren. Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa resmi meluncurkan Program Beasiswa Lembaga Pengembangan Pesantren dan Diniyah (LPPD) Jawa Timur Tahun 2026 yang menghadirkan terobosan baru dengan membuka akses beasiswa bidang Science, Technology, Engineering and Mathematics (STEM) bagi kalangan santri.

Peluncuran program berlangsung di Ruang Hayam Wuruk Kantor Sekretariat Daerah Provinsi Jawa Timur, Rabu (10/6/2026). Selain memperluas akses pendidikan tinggi bagi santri, program ini juga menjadi bagian dari strategi Pemprov Jatim dalam menyiapkan generasi unggul yang mampu bersaing di tingkat global tanpa meninggalkan nilai-nilai keislaman dan kebangsaan.

Kebijakan tersebut menjadi perhatian karena selama ini pendidikan pesantren identik dengan penguatan ilmu agama. Kini, santri didorong untuk memasuki bidang-bidang strategis yang menjadi kebutuhan dunia kerja masa depan, seperti teknologi, rekayasa, sains hingga inovasi digital.

Gubernur Khofifah mengatakan pengembangan SDM berbasis pesantren harus berjalan seiring dengan perubahan zaman. Karena itu, diversifikasi pendidikan dan profesi bagi santri menjadi langkah penting untuk menjawab tantangan global yang terus berkembang.

“Kita mencoba terus menguatkan kualitas SDM di Jawa Timur lewat diversifikasi akademik dengan memberikan akses bagi para santri dari berbagai pondok pesantren di Jawa Timur. Program ini sesungguhnya sudah dimulai sejak era Pak Imam Utomo, kemudian berlanjut pada masa Pakde Karwo hingga sekarang terus dikembangkan,” ujar Khofifah.

Menurutnya, Program Beasiswa LPPD telah berkembang secara bertahap. Jika sebelumnya hanya mencakup jenjang sarjana, program tersebut kemudian diperluas ke tingkat magister, doktoral hingga pendidikan di Universitas Al-Azhar Kairo, Mesir.

Tahun 2026 menjadi momentum baru karena untuk pertama kalinya santri mendapatkan akses khusus ke program pendidikan STEM di perguruan tinggi negeri.

“Tahun ini yang baru adalah santri dari berbagai pondok pesantren sudah mendapat kesempatan masuk program dalam payung STEM. Program ini diharapkan menguatkan diversifikasi profesi yang berbasis pesantren,” katanya.

Khofifah menilai penguasaan teknologi dan ilmu pengetahuan menjadi kebutuhan mendesak di tengah persaingan global. Ia bahkan mengutip pandangan ilmuwan dan diplomat internasional Kishore Mahbubani yang memprediksi pergeseran pusat peradaban dunia ke kawasan Asia.

Menurut Khofifah, Indonesia, khususnya Jawa Timur, harus memanfaatkan momentum tersebut dengan menyiapkan SDM unggul yang memiliki kompetensi akademik sekaligus karakter kuat.

“Gravitasi peradaban dunia ke depan akan semakin mengarah ke Asia. Karena itu kita harus menyiapkan generasi yang mampu mengambil peran dalam perubahan tersebut,” tegasnya.

Ia menambahkan, integrasi dunia pesantren dengan ilmu STEM bukan sekadar program pendidikan, melainkan bentuk afirmasi agar santri memiliki peluang lebih luas dalam berbagai profesi strategis.

Selain prestasi akademik, Khofifah menegaskan pembangunan SDM juga harus diukur dari kebermanfaatannya bagi masyarakat. Karena itu, kolaborasi antara pemerintah, pesantren, perguruan tinggi dan berbagai pemangku kepentingan menjadi faktor penting dalam meningkatkan kualitas Indeks Pembangunan Manusia (IPM).

“Bukan hanya academic achievement, tetapi bagaimana ilmu yang diperoleh bisa memberikan manfaat dan kontribusi nyata bagi masyarakat, bangsa dan negara,” ungkapnya.

Untuk Tahun Anggaran 2026, Pemprov Jawa Timur melalui LPPD menyediakan total 1.100 kuota beasiswa bagi mahasiswa dan mahasantri dari berbagai daerah di Jawa Timur.

Rinciannya meliputi 60 mahasiswa Program Marhalah Ula (M1) Ma’had Aly, 45 mahasiswa Program Marhalah Tsaniyah (M2) Ma’had Aly, 540 mahasiswa Program Sarjana (S1) Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Swasta (PTKIS), 285 mahasiswa Program Magister (S2) PTKIS, serta 80 mahasiswa Program Doktor (S3) PTKIN maupun PTKIS.

Selain itu, tersedia 40 kuota Program Sarjana STEM di perguruan tinggi negeri, 20 kuota Magister STEM dan 30 kuota Program Magister Universitas Al-Azhar Kairo Mesir.

Para penerima beasiswa akan menempuh pendidikan di 64 perguruan tinggi mitra di Jawa Timur dan Universitas Al-Azhar yang selama ini menjadi salah satu tujuan utama pendidikan santri Indonesia.

Data Pemprov Jatim menunjukkan Program Beasiswa LPPD telah memberikan dampak signifikan dalam enam tahun terakhir. Sebanyak 7.976 mahasiswa dan mahasantri telah menerima manfaat program tersebut.

Dari jumlah itu, 2.580 orang telah lulus program sarjana, 1.325 orang menyelesaikan pendidikan magister dan 64 orang berhasil meraih gelar doktor.

Bahkan hingga tahun 2029 mendatang, Jawa Timur diproyeksikan memiliki tambahan sekitar 250 doktor baru yang lahir dari program beasiswa tersebut.

“Ini adalah investasi jangka panjang yang manfaatnya akan dirasakan masyarakat Jawa Timur. Semakin banyak SDM unggul yang lahir dari pesantren, semakin besar kontribusinya terhadap pembangunan daerah, bangsa dan negara,” kata Khofifah.

Sementara itu, Ketua LPPD Jawa Timur Abd. Halim Soebahar menyampaikan apresiasi atas konsistensi Pemprov Jatim dalam mengembangkan pendidikan pesantren. Menurutnya, berbagai inovasi yang dilakukan Gubernur Khofifah telah membuka peluang lebih besar bagi santri untuk menempuh pendidikan tinggi hingga luar negeri.

Ia juga menilai dukungan pemerintah daerah telah membantu menyelesaikan berbagai kendala yang dihadapi santri, mulai dari persoalan administrasi hingga keberangkatan studi ke Mesir.

Sebagai bentuk penguatan komitmen, dalam kesempatan tersebut juga dilakukan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) Program Beasiswa 2026 antara LPPD Jawa Timur dan 63 pimpinan perguruan tinggi mitra.

Langkah ini menjadi bagian dari strategi besar Jawa Timur dalam mencetak generasi unggul berbasis pesantren yang berkarakter, adaptif terhadap perkembangan teknologi dan siap menyongsong Indonesia Emas 2045.

“Semoga program ini terus berlanjut dan semakin banyak melahirkan SDM unggul yang membawa manfaat bagi Jawa Timur dan Indonesia,” pungkas Halim.

Penulis : Nul

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

Senator Cantik Anggota DPD RI Lia Istifhama Nyanyi Taman Jurug di Wisuda Polteksi, Lanjutkan Pesan Penting bagi Lulusan
MagangHub Batch 3 Dibuka, Ini Jadwal Seleksi dan Pengumumannya
Tingkatkan Akses Minat Baca, Dispusip Jember Buka Layanan Perpustakaan Hingga Malam Hari
Khofifah Bantu 224 Murid di Probolinggo agar Tak Putus Sekolah
Satu Pengawas Jember Bisa Dampingi 40 Sekolah, Dispendik Siapkan Pengisian Baru
Pendaftaran MagangHub Batch 3 Ditutup Besok, Lulusan Baru Diminta Segera Melamar
Safari Inklusi Sukapura Dorong Sekolah Lebih Adaptif terhadap Kebutuhan Murid
Dari Kampus ke Kampus, Anggota DPD RI Asal Jawa Timur Lia Istifhama Ajak Mahasiswa Belajar Pengabdian

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Rabu, 4 November 2026 - 19:49

Senator Cantik Anggota DPD RI Lia Istifhama Nyanyi Taman Jurug di Wisuda Polteksi, Lanjutkan Pesan Penting bagi Lulusan

Rabu, 4 November 2026 - 18:44

MagangHub Batch 3 Dibuka, Ini Jadwal Seleksi dan Pengumumannya

Rabu, 4 November 2026 - 12:55

Tingkatkan Akses Minat Baca, Dispusip Jember Buka Layanan Perpustakaan Hingga Malam Hari

Selasa, 3 November 2026 - 19:11

Khofifah Bantu 224 Murid di Probolinggo agar Tak Putus Sekolah

Selasa, 3 November 2026 - 18:58

Satu Pengawas Jember Bisa Dampingi 40 Sekolah, Dispendik Siapkan Pengisian Baru

Berita Terbaru