KENDAL,RadarBangsa.co.id – Konsorsium Kerja Budaya (KKB) akan menggelar Gelar Budaya untuk Perempuan, Demokrasi dan Kebudayaan pada 25 April hingga 10 Mei 2026 di Galeri Industri Kreatif (GIK). Agenda ini mengangkat isu ketimpangan peran perempuan dalam demokrasi dan kebudayaan yang dinilai masih menjadi persoalan serius.
Koordinator KKB, Yuli Sulistianto, menegaskan bahwa kondisi perempuan dalam lingkar demokrasi dan kebudayaan saat ini belum menunjukkan kemajuan signifikan. Ia menilai, lanskap nasional masih kuat dipengaruhi watak maskulinitas yang berkelindan dengan kepentingan kapitalisme global.
“Situasi nasional kita masih dipenuhi watak maskulinitas yang menghamba pada kapitalisme global. Memang ada tokoh perempuan yang muncul, tapi itu belum mencerminkan gerakan perempuan yang massif,” ujar Yuli, Minggu 20/4/2026.
Menurutnya, kondisi tersebut berdampak pada belum optimalnya ruang partisipasi perempuan dalam proses demokrasi maupun produksi kebudayaan. Padahal, Indonesia pernah memiliki sejarah gerakan perempuan yang kuat dan mampu menembus ruang-ruang strategis.
Sebagai respons atas situasi tersebut, KKB menghadirkan rangkaian kegiatan seni dan diskusi publik. Acara ini akan dibuka pada 25 April 2026 pukul 19.00 WIB dan direncanakan dihadiri Wali Kota Semarang.
Sejumlah agenda utama meliputi pameran lukisan Sketsa Perempuan, diskusi perempuan dan demokrasi, pertunjukan seni, hingga pemutaran film bertema perempuan. Kegiatan ini sekaligus diarahkan sebagai ruang refleksi dan konsolidasi gagasan menjelang Kongres Perempuan Nasional 2026 yang akan digelar di Semarang pada November mendatang.
Melalui gelar budaya ini, KKB berharap isu perempuan tidak hanya menjadi wacana, tetapi mampu mendorong perubahan konkret dalam struktur demokrasi dan kebudayaan di Indonesia.
Penulis : Zon
Editor : Arifin Zaenul


















Komentar